Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Surat Mantan Presiden PKS Buat Heboh Rutan Guntur

Publik tentu masih ingat bagaimana ketika Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana memergoki Nazaruddin dan adiknya M Nasir, serta pengacara Rosa, Djufri Taufiq, tengah bertemu di Rutan Cipinang. Ketiganya tengah berdiskusi serius. Padahal waktu sudah menunjukkan tengah malam. Diduga mereka membicarakan skenario kasus ? Akibat kejadian tersebut maka sekarang Nazarudin mendapat pengawasan super ketat dari pihak rutan cipinang yang tidak mau kecolongan untuk yang kedua kalinya. Apalagi terungkapnya kasus ini telah membawa korban dengan di copotnya Kepala Rutan Cipinang dan beberapa pejabat yang lainnya.

Belajar dari pengalaman kasus Nazarudin di Rutan Cipinang, maka untuk menjaga segala kemungkinan yang terjadi, Rumah Tahanan (Rutan) Guntur yang terkenal super ketat tidak mau kecolongan seperti kasus Nazarudin. Rutan Guntur menerapkan peraturan super ketat, siapapun yang akan berhubungan dengan para tahanan Rutan Guntur selalu akan di periksa dengan ketat tanpa terkecuali.

Namun seketat-ketatnya petugas melakukan pengawasan, ternyata masih bisa juga di siasati oleh salah satu tahanan rutan Guntur yakni Luthfi Hasan Isaaq mantan presiden PKS yang telah ditahan disana, akibat kasus suap impor renyah daging berjanggut di Kementerian Pertanian.

Terungkapnya ulah Luthfi Hasan Isaaq yang sempat membuat heboh dan kepanikan yang luar biasa ini, berawal dari adanya sebuah surat yang di tulis oleh orang yang sudah tua mengaku bernama Bapak Anis dan orang tua bernama Anis ini mengaku sebagai orang yang selama ini mendapat bantuan finansial dari Luthfi Hasan Isaaq, ini lah isi surat tersebut :

Bunyinya : Bapak Luthfi Hasan Isaaq yang saya hormati, saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas bantuan bapak kepada keluarga saya. Namun sejak Bapak di penjara. Kami sekeluarga sudah tidak menerima lagi bantuan rutin tiap bulan dari Bapak. Sehingga sejak bapak masuk penjara, kehidupan ekonomi keluarga saya menjadi semakin sulit. Apalagi anak lelaki satu-satunya di keluarga saya juga sudah meninggal dunia.

Maka melalui surat ini, saya memohon ijin kepada bapak Luthfi Hasan Isaaq, agar kiranya saya dapat memanfaatkan sebidang tanah yang telah bapak berikan kepada saya untuk bisa saya pergunakan buat menanam tanaman-tanaman yang bermanfaat. Walaupun saya agak kesulitan untuk mencangkul tanah bapak di karenakan usia saya yang sudah tua.

Demikian surat ini saya sampaikan, hal ini mengingat bapak pernah berpesan agar tanah yang bapak berikan jangan di pergunakan untuk menanam tanaman, saya masih ingat bapak pernah berpesan agar tanah ini di pergunakan untuk membangun rumah buat keluarga saya yang memang sampai hari ini keluarga saya masih mengontrak rumah.

Maka bersama surat ini saya mohon ijin kepada bapak. Akhir kata semoga bapak Luthfi Hasan Isaaq sehat-sehat selalu dan diberi ketabahan menjalani kehidupan ini, serta teriring doa dari keluarga saya agar bapak cepat bebas dari hukuman, karena saya dan keluarga sangat yakin bapak yang baik hati ini tidak bersalah.

Beberapa hari kemudian, Luthfi Hasan Isaaq yang telah membaca surat dari orang tua itu benar-benar sangat terharu, sehingga dia berniat untuk membalasnya, ini lah isi surat Luthfi Hasan Isaaq kepada orangtua yang bernama Anis tersebut :

Bapak Anis yang saya hormati dan sayangi, terima kasih atas perhatian bapak sekeluarga yang telah mendoakan saya, namun Demi Tuhan….tolong jangan Bapak menanam dan mencangkul tanah yang sudah saya berikan kepada bapak. Karena saya telah menanam sejumlah dokumen barang bukti terkait dengan kasus yang telah menimpa saya.

Sesudahnya sekali lagi saya berharap bapak tidak menanam atau mencangkul tanah tersebut. teriring salam dari Luthfi Hasan Isaaq yang masih tetap menyayangi keluarga bapak Anis. Salam buat keluarga dirumah.

Rupanya surat Luthfi Hasan Isaaq tersebut di sensor pihak rumah tahanan Guntur, akhirnya pihak Rutan Guntur melaporkan surat yang bermanfaat ini untuk proses penyelidikan kepada KPK. Apalagi KPK memang sedang melacak keberadaan hasil kejahatan pencucian uang yang dilakukan oleh Luthfi Hasan Isaaq, hal ini terkait dengan bonus tambahan yang diberikan KPK untuk Luthfi Hasan Isaaq berupa pasal pencucian uang diluar pidana pokok kasus suap impor renyah daging berjanggut.

Setelah negoisasi dengan pihak penyidik KPK, maka keesokan harinya setelah Bapak Anis menerima surat dari Luthfi Hasan Isaaq, di kirim pula puluhan penyelidik untuk memeriksa tanah yang di duga di tanam barang bukti kasus pencucian uang Luthfi Hasan Isaaq yang belum terungkap.

Tanpa banyak bicara, mereka segera ke lokasi tanah yang dimaksud dan sibuk seharian mencangkul tanah tersebut namun ternyata tiada hasil yang di dapat, akhirnya setelah mereka pergi, kembali bapak anis menulis surat kepada Luthfi Hasan Isaaq karena sangat panik dan ketakutan, ini lah isi surat tersebut :

Bapak Luthfi Hasan Isaaq yang saya hormati, setelah saya menerima balasan surat dari Bapak, tiba-tiba datang puluhan orang dari KPK mencari dokumen di tanah bapak yang sudah diberikan kepada saya, namun mereka semua tanpa hasil, lalu apa yang harus saya lakukan sekarang ?

Kembali Luthfi Hasan Isaaq membalas surat dari bapak Anis tersebut, kepada bapak anis sekeluarga yang saya sayangi, sekarang Bapak Anis boleh mulai menanam tanaman, kan tanah Bapak Anis sudah di cangkul oleh puluhan Tim Penyidik KPK dan jangan lupa Bapak Anis mengucapkan terima kasih pada mereka semua.

Pihak Rumah Tahanan Guntur yang kembali menyensor surat ini, langsung pingsan setelah membacanya he he he benar-benar pintar Luthfi Hasan Isaaq ini, gak sia-sia beliau ditunjuk sebagai presiden PKS.

Sorry ya fren, cerita ini Cuma humor doang he he he

Berita Lainnya : 
Potret Buruk Penguasa Dari PKS
Kader PKS Seperti Murid Eyang Subur
Kamar Misterius Ini Membuat Kader PKS Histeris
Terungkap Bonus Satu Juta Mantan Presiden PKS
Terbongkar Cara Luthfi Hasan Isaaq Mencuci Uang
Kode Rahasia Sosok Bunda dan Luthfi Hasan Isaaq
Mantan Presiden PKS Bertemu Maria Dikamar Hotel
Kader PKS Tampil memukau di Situs Bokep Spanyol
Donatur Seminar Termahal di Indonesia Jadi Tersangka