Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Pemilu 2014 di Kota Depok Rawan Manipulasi

Pesta demokrasi lima tahunan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014 tinggal hitungan bulan lagi, beberapa tahapan pemilu saat ini sudah dijalankan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan tentunya kita semua berharap, Pemilu 2014 dapat berjalan dengan adil, tertib, lancar, aman dan tanpa hambatan yang berarti.

Mungkinkah semua harapan itu akan terwujud dengan baik, mengingat banyak para pengamat memprediksi bahwa pemilu 2014, Diduga rawan terhadap kejahatan Pemilu dan cenderung bermasalah, pasalnya, setidaknya terdapat beberapa jenis kejahatan pemilu yang berpotensi serta cenderung terjadinya kecurangan pada pemilu 2014 terutama menyangkut arogansi, kesewenang-wenangan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Misalkan dalam konteks pemilu 2014 di Kota Depok yang diduga diprediksi akan banyak terjadi kejahatan pemilu dan rawan terhadap segala macam manipulasi yang diduga akan dilakukan oleh penguasa wilayah dalam rangka kepentingan politik kedepan untuk mempertahankan kekuasaannya.

Pelanggaran itu bisa dilakukan dalam bentuk mobilisasi birokrat yang tidak netral, para birokrat yang tidak netral ini tentunya akan berupaya bermain disemua sektor yang berkaitan dengan pemilihan umum, mulai dari pengaturan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan penggelembungan data kependudukan serta melakukan intervensi terhadap kepanitian pemilihan umum disemua tingkatan, begitu juga dengan pemanfaatan dana bantuan sosial yang hanya diberikan pada satu kelompok masyarakat, padahal dana bantuan sosial itu adalah hak semua masyarakat tanpa terkecuali.

Potensi kejahatan pemilu 2014 di Kota Depok, Bila tidak di antisipasi dengan segera, tentunya kejahatan pemilu ini dapat merugikan semua pihak, bukan hanya partai politik saja yang akan dirugikan, masyarakat juga tentunya akan dirugikan oleh pihak yang melakukan kejahatan pemilu ini. hak-hak masyarakat tentunya akan dikebiri oleh kepentingan politik sesaat, begitu juga dengan suara riil masyarakat yang diduga bisa berubah, akibat permainan kotor penguasa yang ingin tetap mempertahankan kekuasaannya.

Oleh karena itu, agar pemilu 2014 di Kota Depok bisa berjalan dengan baik, tentunya kita semua harus waspada terhadap berbagai jenis kejahatan pemilu yang diduga dilakukan oleh penguasa wilayah dan potensi permainan kotor ini harus kita lawan secara keras agar nantinya wakil rakyat terpilih adalah wakil rakyat pilihan masyarakat yang ingin melakukan perubahan yang lebih baik di Kota Depok, terutama wakil rakyat yang mampu menjalankan tugasnya demi kepentingan masyarakat dan bukan demi kepentingan penguasa yang korup.

Berita Lainnya :
Pesta Pora Oknum Ustad di Kota Depok
Pusat Rehabilitasi Korban Politik Kancil Pilek
Caleg Sukmajaya Kota Depok Pilihan Google
* Walikota Depok Terancam Pidana 5 Tahun Penjara
Nasib Nur Mahmudi Ismail Akan Sama Seperti Aceng
Istri Walikota Depok Tertangkap Melanggar Peraturan
Analisa Politik Peta Pemilu Tahun 2014 di Kota Depok
Partai Pengusung Mendukung Wakil Walikota Depok Mundur