Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Suswono Dipecat Dapur PKS Tidak Ngebul Lagi

Sudah bukan rahasia umum lagi ketika partai politik berkoalisi untuk meraih kemenangan dalam setiap hajatan pilpres maupun pemilukada. Tentunya melalui koalisi ini ada harapan yang bisa dicapai terutama pembagian makanan lezat yang membuat lidah kita begitu menikmatinya. Makanan lezat ini diolah oleh juru masak yang sengaja diambil dari internalnya agar dapat mengelola makanan tersebut di dapur strategis yang dipilih berdasarkan hubungan mitra koalisi yang telah dilakukannya.

Misalkan dapur strategis Kementerian Pertanian yang banyak mengelola bumbu-bumbu sedap untuk dihidangkan senikmat mungkin, ada sapi lada hitam dengan racikan bawang putih dan bawang merah yang sungguh nikmat untuk disantap, tak lupa ada juga buah-buahan segar sebagai makanan pencuci mulut.

Alhasil begitu banyak hidangan yang bisa dinikmati, konon makanan tersebut sudah mendapat garansi halal karena demi kepentingan umat, padahal kenikmatan tersebut justru didapat diatas penderitaan rakyat Indonesia yang sudah tidak mampu lagi membeli daging, belum lagi harga bawang putih dan bawang merah yang harganya gila-gilaan, juga para produsen tempe yang sudah tidak mampu lagi berproduksi, karena kedelai sebagai bahan baku harganya juga mahal dan lain-lain sebagainya.

Sungguh ironis, negeri agraris yang katanya tongkat kayu jadi tanaman namun semua komoditas pertanian dan peternakan menjadi barang langka yang mahal harganya, lalu apa artinya jargon bersih dan peduli yang menjadi maskot sang juru masak di dapur strategis Kementerian Pertanian, kalau faktanya jargon bersih dan peduli hanya diperuntukan bagi kepentingan mereka saja, artinya membersihkan semua yang ada dengan garansi halal untuk kepentingan umat namun hanya peduli pada kelompoknya saja.

Menteri Pertanian sang juru masak pilihan PKS ternyata tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, beliau hanya mampu menghidangkan renyahnya kenikmatan daging berjanggut plus hidangan yang lain bagi kepentingan pemesannya saja tanpa mampu berbagi kenikmatan bersama untuk rakyat Indonesia yang menjerit meratapi nasibnya karena sudah tidak mampu lagi menikmati hidangan murah dan nikmat yang sebenarnya menjadi haknya.

Presiden SBY sebagai atasan langsung sang juru masak pilihan PKS ini harus mampu bertindak secara tegas, akibat cara pengelolaan masakan yang membabibuta, SBY hanya kecipratan minyak sayur atau air panas yang secara tidak langsung ikut juga merasakan panasnya masakan renyah daging berjanggut plus masakan-masakan yang lain.

Kecipratan minyak sayur memang menyakitkan serta dapat menimbulkan bercak-bercak hitam dan bila didiamkan tentu akan menjadi pengganggu bagi indahnya Indonesia yang agraris. Mampukah SBY bertindak tegas dengan memecat juru masak pilihan PKS tersebut dan bila pemecatan ini benar-benar dilakukan oleh SBY maka yang akan terjadi adalah dapur strategis pilihan PKS tersebut tidak akan ngebul lagi untuk menghidangkan makanan lezat ala juru masak Menteri Pertanian Suswono yang juga merangkap sebagai kader terbaik PKS.

Berita Lainnya :
* Mantan Presiden PKS Diduga Terlibat PKI
Menteri Pertanian Mengusir Anak Tirinya
Kata Suswono, Sapi Kami Sejahtera Sekali
Target PKS Bukan Presiden Tapi Pos Strategis
Oknum Kader PKS Sudah Seperti Klinik Tong Fang
Potret Buruk Penguasa dari PKS