Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

PKS Juara Tiga Partai Terkorup dan Hanura Terbersih

Dampak kasus suap dibalik impor renyah daging berjanggut ternyata sungguh luarbiasa. Tidak tanggung-tanggung akibat kasus suap yang menimpa Luthfi Hasan Isaaq mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Akibat kasus tersebut kini posisi PKS naik rangking dan menjadi juara ketiga sebagai partai terkorup. Sedangkan juara pertama dan kedua masih diraih oleh Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Perolehan predikat juara sebagai Partai terkorup itu berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Lembaga Survei Nasional (LSN) yang melakukan survey terhadap peringkat Partai Politik terkorup, dengan rincian Partai Demokrat berada dipuncak klasemen sementara dengan poin sebesar 70.5 persen, berikutnya Partai Golkar sebesar 5.7 persen dan Partai Keadilan Sejahtera sebesar 4.4 persen. Hasil survei ini diumumkan ke publik oleh Lembaga Survei Nasional pada tanggal 24 Maret 2013 di Jakarta.

Selain melakukan survey terhadap pendapat masyarakat tentang partai terkorup, survei partai mana yang paling bersih juga dilakukan oleh Lembaga Survei Nasional dan hasilnya Partai Hanura atau Partai Hati Nurani Rakyat dianggap sebagai partai terbersih dengan presentase 13.5 persen.

Dampak lain dari perolehan predikat sebagai partai terbersih ini ternyata mampu mendongkrak elektabilitas Partai Hanura dan berada pada posisi 6.2 persen. Maka dengan posisi sebagai partai terbersih dan elektabilitas yang baik, hal ini tentunya membuat Partai Hanura dianggap sebagai Partai yang paling seksi dan diperkirakan akan mampu menjadi daya tarik untuk mendapat dukungan dari masyarakat luas yang rindu pada partai politik yang bebas dari korupsi.

Berita Lainnya :
Pusat Rehabilitasi Korban Politik Kancil Pilek
Korupsi PKS Diduga Bisa mencapai Triliunan Rupiah
Mantan Presiden PKS Diduga Terlibat PKI
Skandal Besar Narkoba Dilingkaran Kekuasaan
Pengadaan Al-qur'an Ternyata Semua Bermasalah
Pengakuan Anis, Luthfi Pernah Menyuruh Fathanah