Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

PBB Mengancam PKS Apakah ini Konspirasi ?

Satu lagi ancaman serius sedang dihadapi oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ancaman yang membuat PKS tambah galau adalah terkait dengan dikabulkannya Partai Bulan Bintang (PBB) oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) dalam keikutsertaannya sebagai peserta Pemilu 2014.

Seperti diberitakan, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta memutuskan Partai Bulan Bintang (PBB) menjadi peserta Pemilihan Umum 2014. Putusan itu berdasarkan bukti dan fakta yang diajukan PBB sebagai penggugat terkait sengketa keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku tergugat di dalam penetapan verifikasi faktual dengan No 05/Kpts/KPU/2013. "Mengabulkan permohonan penggugat (PBB) untuk menjadi peserta pemilu dan meminta kepada KPU untuk menerbitkan SK baru," kata Ketua Majelis Hakim PTTUN Arif Nurdu'a saat membacakan amar putusan di PTTUN, Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Lolosnya PBB sebagai peserta pemilu 2014 tentunya ini menjadi ancaman bagi PKS mengingat tampilnya PBB sebagai peserta pemilu tentu akan membuat terpecah belahnya suara pemilih yang akan diberikan pada partai berideologi agama dan kondisi ini tentunya akan membuat suara pemilih ke partai ideologi agama akan terbagi-bagi.

PBB walaupun tidak mempunyai keterwakilan di DPR RI karena tidak terpenuhinya ambang batas parlemen namun semua itu bukan berarti PBB tidak punya keterwakilan di daerah-daerah, banyak juga kader PBB yang duduk di lembaga wakil rakyat DPRD kabupaten/Kota, hal ini membuktikan walaupun tidak lolos Parliamentary Treshold namun PBB tetap eksis sebagai partai politik dengan segmen pemilih yang tidak jauh berbeda dengan segmen pemilih PKS. Dan kalau bicara para pemilih PBB, wah lumayan banyak juga loh, malah tidak menutup kemungkinan bila PBB menjadi peserta pemilu 2014, bakalan banyak pemilih PKS yang akan lari ke PBB.

Alih-alih ingin mengharapkan tumpahan suara dari pemilih PBB tapi apa boleh buat kalau faktanya harapan itu sudah tidak ada lagi, bila para elit PKS mengatakan PBB bukan suatu ancaman, pernyataan itu jelas hanya sekedar ungkapan menghibur diri saja, tapi lumayanlah PKS mengatakan hal seperti itu daripada mengatakan jangan-jangan ada konspirasi dengan menangnya PBB di Pengadilan Tinggi PTUN, harap maklum saja karena PKS ini memang paling senang mengatakan segala macam tetek bengek selalu berbau konspirasi bila ada sesuatu yang merugikan bagi kepentingan partainya

Tetapi namanya juga politik, terkadang antara ucapan dan kenyataan sering atau bahkan jauh berbeda, ibarat manis dimulut namun pahit dihati, atau bisa juga diibaratkan terlihat mendukung tapi ternyata ada udang dibalik batu. Lihat saja sikap PKS ketika Partai Damai Sejahtera (PDS) gagal sebagai peserta pemilu, dengan gayanya yang sangat menyakinkan seakan-akan terlihat bersimpati terhadap kegagalan PDS, Padahal bila dianalisa ternyata dukungan PKS tersebut diduga ada udang dibalik batu, maka dengan penuh semangat bagaikan pahlawan kesiangan, PKS mendorong PDS agar melakukan banding ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Mahkamah Agung agar bisa tampil kembali sebagai peserta pemilu tahun 2014. Dukungan ini diberikan dengan alasan sebagai saluran politik umat nasrani karena tanpa keikutsertaan PDS, maka ada satu golongan yang belum terwakili.

Mengapa PKS begitu bersimpati dan semangat memberi dukungan pada Partai Damai Sejahtera padahal kalau bicara ideologi partai sudah jelas sangat berbeda, diduga dukungan ini ada udang dibalik batu atau hanya sebuah akal bulus untuk kepentingan pertarungan partai politik pada pemilu tahun 2014. Dugaan ini menjadi begitu kuat ketika simpati PKS justru tidak diberikan pada Partai Bulan Bintang yang kebetulan mempunyai garis perjuangan yang sama sebagai partai yang bernuansa agama, sungguh aneh melihat sikap yang berbeda ini.

Namun bila kita menganalisa lebih jauh terkait dengan dukungan dan simpati yang kuat dari PKS terhadap PDS agar bisa lolos sebagai peserta pemilu 2014 tentunya ini akibat ketakutan PKS terhadap suara umat kristiani yang pasti akan beralih ke Partai Nasionalis, karena itu PKS berharap PDS bisa lolos sebagai peserta pemilu agar suara Umat Kristiani ini tidak menyebar pada beberapa Partai Nasionalis.

PKS tentunya sudah berhitung dengan jumlah suara dari umat kristiani yang cukup besar, hal ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2010 terhitung jumlah penduduk Indonesia sebanyak 237.556.363 Jiwa dan statistik jumlah penduduk menurut agama terlihat jumlah penduduk yang beragama Kristen kurang lebih 13 persen dari 237.556.363 jiwa penduduk Indonesia, sehingga bila dihitung secara kasar diperkirakan jumlah umat kristiani yang akan mempergunakan hak pilihnya bisa mencapai angka lebih dari 20 jutaan. Sudah barang tentu jumlah suara yang besar ini adalah suara potensial yang sangat menggiurkan bagi Partai Politik, terutama partai politik yang berhaluan nasionalis.

Terjadinya eksodus besar-besaran suara umat kristiani pada partai nasionalis tentunya bisa menghambat PKS untuk mencapai target tiga besar pada pemilu tahun 2014, makanya PKS begitu bersemangat memberi dukungan dan simpatinya yang sangat luar biasa pada PDS agar bisa lolos sebagai peserta pemilu 2014, dukungan ini tentunya bagian dari taktik dan strategi PKS, walaupun dukungan ini dikemas serta dibungkus rapi tetap saja menimbulkan sebuah pertanyaan, apalagi dukungan dan simpatik itu hanya diberikan pada PDS padahal disana ada Partai Bulan Bintang yang juga sedang berjuang untuk bisa lolos sebagai peserta pemilu 2014.

Berita Lainnya : 
Misteri Negeri Atlantis di Indonesia dan Mumi di Mesir
Antara Zionis, Presiden PKS dan Peran Miss Amerika
Sikap Ambivalen Menolak Hubungan Dengan Israel
Oknum Kader PKS Sudah Seperti Sampah
Kerja Politik PKS membahayakan NKRI
Akal Bulus PKS Mendukung PDS
AS Marah Karena di Fitnah PKS