Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Luthfi dan Anis Terdampar di Sebuah Pulau

Luthfi dan Anis mempunyai hubungan yang sangat akrab, persahabatan mereka berdua terjalin sejak masih dibangku kuliah di kampus hijau Universitas Bibit Unggul Nasional apalagi mereka berdua mengambil jurusan yang sama pada fakultas kembang biak sapi.

Setelah lulus dari kampus hijau dan beberapa tahun kemudian, ternyata Luthfi dan Anis telah sukses dalam kehidupannya masing-masing, Luthfi sukses sebagai bandar sapi sedangkan Anis sukses sebagai makelar sapi.

Pertemuan mereka berdua terjadi tanpa sengaja, ketika mereka sedang mengikuti sebuah acara seminar tentang cara meningkatkan impor sapi yang diselenggarakan oleh badan persapian nasional.

Tentu saja pertemuan ini sangat menggembirakan, maklum sudah cukup lama mereka tidak pernah bertemu dan berkomunikasi, sehingga moment pertemuan ini mereka gunakan untuk saling bernostalgia, tak lama kemudian setelah ngobrol kesana kemari akhirnya mereka berdua bersepakat merencanakan untuk berlibur bersama keliling dunia dengan kapal pesiar mewah. Harap maklum mereka kan sudah sukses dan menjadi orang kaya.

Waktu yang ditentukan akhirnya tiba juga, singkat cerita mereka berdua sudah berada diatas kapal pesiar mewah yang akan membawa mereka keliling dunia, namun ketika kapal pesiar tersebut sedang mengarungi samudra luas, tiba-tiba tanpa diduga kapal pesiar yang mereka tumpangi dihantam ombak besar hingga kapal pun akhirnya terbalik, masih untung dua sahabat ini akhirnya tertolong oleh pelampung yang mereka temukan, akhirnya mereka berdua terombang-ambing disamudra yang maha luas.

Berjam-jam mereka berdua terombang-ambing dilautan yang luas, namun ketika mereka tersadar, Luthfi dan Anis sangat kaget, ternyata mereka sudah terdampar disebuah pulau.

Wah……kita ada dimana nih tanya luthfi pada anis ? gak masalah luthfi kita ada dimana, yang penting kita berdua selamat jawab anis. Sambil ngobrol mereka berdua berjalan menyusuri pantai dipulau yang terlihat sunyi dan senyap.

Tiba-tiba luthfi merasa kehausan, sambil matanya menatap pohon kelapa yang ada dihadapannya ? Anis kamu bisakan naik pohon kelapa, aku haus nih, tolong dong ambilkan buah kelapa, badan kamu kan agak ramping dibanding dengan badanku yang gembrot ini.

Karena sama-sama haus, tanpa menunggu lama lagi, Anis pun akhirnya memanjat pohon kelapa untuk memetik buah buat mereka santap berdua. Tak lama kemudian ketika mereka sedang asyik menikmati santapan buah kelapa, tiba-tiba mereka berdua sudah dikeliling oleh manusia-manusia primitif yang hanya mengenakan celana, anehnya manusia primitif ini justru semuanya adalah perempuan dan mereka berteriak-teriak dengan bahasa primitif dan berteriak hua, hua, hua, hua sambil mengayun-ayunkan tombak kearah luthfi dan anis.

Kedua tangan luthfi dan anis diikat dan mereka akhirnya digiring oleh manusia primitif menuju markas besarnya, dalam perjalanan perempuan primitif ini selalu berteriak hua, hua, hua, hua

Sesampainya di markas besar kaum primitif ini, luthfi dan anis akhirnya dijebloskan dalam penjara yang kondisi penjaranya mirip kandang sapi. Tinggallah mereka berdua merenungi nasib sial, maksud hati ingin berlibur tapi apa daya, musibah badai yang menghantam kapal pesiar telah mengantarkan kedua sahabat ini di penjara yang mirip kandang sapi.

Tak sampai hitungan jam, tiba-tiba beberapa perempuan primitif datang dan langsung membawa luthfi untuk menghadap kepala suku dipulau tempat mereka terdampar. Dengan tetap berteriak hua, hua, hua, hua, luthfi pun akhirnya digiring menuju tempat persidangan kaum primitif.

Siapa nama anda dan darimana anda berasal, tanya kepala suku yang ternyata adalah seorang perempuan setengah tua. Mendapat pertanyaan seperti itu, luthfi menjawab, nama saya luthfi berasal dari pulau jawa di negara Indonesia.

Wah anda dari jawa yah, sama dong saya juga dari jawa jawab kepala suku, saya juga dulu seperti anda terdampar dipulau ini ? dalam hati luthfi sempat berpikir senang, asyik aku bakal dibebaskan nih ?

Saudara luthfi, karena anda telah mengambil buah kelapa tanpa izin, maka saudara layak dihukum berdasarkan peraturan perundang-undangan dipulau ini dan hukumannya ada dua jenis, yang pertama adalah hukuman mati sedangkan yang kedua adalah hukuman nyo, nyo ? bagaimana saudara luthfi, apakah anda ingin memilih hukuman mana yang anda inginkan, tanya kepala suku.

Waduh dalam hati luthfi sempat berpikir ketakutan, kejam banget nih hukuman, baru ngambil buah kelapa sudah divonis mati, tetapi kira-kira apa ya jenis hukuman yang satu lagi, kok ada istilah nyo, nyo, batin luthfi.

Saudara luthfi cepat jawab, anda ingin memilih hukuman apa ? dengan nada tinggi kepala suku berteriak meminta luthfi memilih jenis hukuman yang diinginkan.

Hukuman nyo, nyo baginda ratu, jawab luthfi tanpa pikir panjang lagi, toh pikir luthfi, kalau hukuman mati sudah pasti dia akan mati, karena luthfi tidak tahu arti kata nyo, nyo maka lebih baik dia memilih hukuman nyo, nyo sambil berharap kalau nyo, nyo adalah hukuman yang lebih ringan.

Oke……karena anda memilih hukuman nyo, nyo, maka saya beritahu kepada anda bahwa hukuman nyo, nyo adalah diperkosa beramai-ramai oleh seluruh penghuni pulau ini.

Akhirnya sambil merangkak tak kuat berjalan setelah diperkosa beramai-ramai, luthfi digiring kembali ke penjara kandang sapi. Anis yang melihat luthfi merangkak, terheran-heran, ada apa gerangan yang sudah terjadi pada sahabatku ini, batin anis ?

Setelah didalam penjara, luthfi akhirnya bicara, anis sahabatku, aku habis diperkosa beramai-ramai oleh seluruh penghuni pulau ini, aku menyesal telah memilih hukuman nyo, nyo, untuk itu janganlah kau nanti memilih hukuman nyo, nyo bila disidang pada pengadilan kaum primitif, cerita luthfi pada anis.

Loh memangnya ada berapa jenis hukuman, tanya anis pada luthfi ? Anis sahabatku, ada dua jenis hukuman dipulau ini, yang pertama adalah hukuman mati, sedangkan yang kedua adalah hukuman nyo, nyo, tadinya kupikir hukuman nyo, nyo itu adalah hukuman yang paling ringan namun ternyata justru arti nyo, nyo itu adalah hukuman diperkosa ramai-ramai, jawab luthfi.

Wah…..gak bisa, itu namanya harga diri kita telah diinjak-injak, pokoknya nanti bila aku dipanggil dan dihukum, aku lebih baik dihukum mati saja, kata anis dengan suara bergetar !!!!! benar anis jawab luthfi, bagusnya memang lebih baik kita mati daripada harus diperkosa ramai-ramai seperti apa yang telah aku alami ini.

Tak lama kemudian, datanglah beberapa perempuan primitif sambil berteriak-teriak hua, hua, hua, hua, mereka menggiring anis untuk disidang seperti apa yang sudah dialami oleh luthfi.

Tanpa basa-basi lagi, kepala suku langsung bertanya, Saudara anis, karena anda telah mengambil buah kelapa tanpa izin, maka saudara layak dihukum berdasarkan peraturan perundang-undangan dipulau ini dan hukumannya ada dua jenis, yang pertama adalah hukuman mati sedangkan yang kedua adalah hukuman nyo, nyo ? bagaimana saudara Anis, apakah anda ingin memilih hukuman mana yang anda inginkan, tanya kepala suku.

Mungkin karena sudah paham, dengan spontan Anis langsung menjawab, baginda ratu, saya memilih hukuman mati saja !!!!!

Baginda ratu kaget, benarkah anda memilih hukuman mati, kembali baginda ratu bertanya pada anis ? benar baginda ratu, saya akan memilih hukuman mati saja, jawab anis !!!!!

Oke……lah kalau begitu, karena anda sudah memilih hukuman mati, dengan ini saya putuskan bahwa sebelum hukuman mati dilaksanakan, maka anda akan di nyo, nyo dulu beramai-ramai oleh seluruh penghuni pulau ini.

Ketika mendengar putusan sidang, Anis pun akhirnya pingsan he he he he, anis, anis kenapa loh sial banget, tahu gini mah mendingan dihukum nyo, nyo aja daripada mesti dihukum mati tapi harus di nyo, nyo dulu wk wk wk wk

Berita lainnya :
Namanya Luhfi Latukaneda Bukan Luthfi Hasan Isaaq
Potret Buruk Penguasa Dari PKS
Ada Bandar Sapi di Tugu Monas
* Abi dan Umi Tidak Masuk Surga