Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Kehidupan Pelacur Dan Mantan Presiden PKS

Banyak orang mengatakan bahwa pelacur itu identik dengan wanita nakal dan wanita tidak baik atau lazim disebut juga dengan wanita hina, sehingga terkadang seorang pelacur sering dianggap bagaikan sampah masyarakat yang harus dibuang jauh-jauh karena dianggap kehidupannya penuh dengan kenistaan.

Padahal kalau kita cermati lebih jauh, pelacur itu belum tentu hina, belum tentu berpenyakitan, belum tentu jahat dan kejam serta belum tentu bodoh. Mereka juga manusia, mereka juga punya Agama dan punya Tuhan. yang harus dan perlu di bangkitkan adalah kepedulian kita untuk membantu mereka agar sadar dan bisa berubah”, Karena pada dasarnya tidak ada seorang pun yang bercita-cita ingin menjadi seorang pelacur, keadaan lah yang membuat mereka harus menjadi Pelacur, salah satu sebab yang paling dominan mengapa mereka terjerumus menjadi seorang pelacur adalah karena faktor ekonomi.

Biasanya setelah terkumpul cukup banyak uang, mereka akan sadar dan berubah untuk menuju kehidupan yang lebih baik, salah kah mereka melakukan semua itu, Mereka butuh makan, butuh biaya sekolah anak-anaknya, biaya rumah dan biaya-biaya yang lain, siapa yang akan tanggung jawab bila mereka tidak melakukan itu.

Mengapa kita tidak pernah mengerti seseorang itu seperti apa tetapi kita bahkan sudah menghakimi seseorang dari penilaian sebuah status. Padahal belum tentu yang mereka anggap berstatus baik ternyata malah tidak baik, ya contohnya Koruptor itu ? Siapa yang tidak kenal Koruptor, semua orang pasti kenal Koruptor, kenal latar belakang dari koruptor, ada yang dari Menteri, Kepala Daerah, Anggota Legislatif, Eksekutif, Yudikatif dan lain sebagainya.

Apakah mereka bukan orang-orang terhormat ? Punya gaji, punya status, punya fasiltas dan punya kesempatan untuk mencari yang lebih dan lebih ? lalu apa yang mereka lakukan, status sudah mereka dapat kalau faktanya justru mereka lebih banyak menumpuk kekayaan dengan jalan pintas, tanpa peduli bahwa yang mereka lakukan berdampak pada merosotnya sendi-sendi perekonomian rakyat dan dapat mengganggu pembangunan serta merusak kualitas hidup masyarakat, Koruptor juga dapat merusak aturan hukum, merusak demokrasi, merusak pasar dan dapat melanggar Hak Asasi Manusia.

Dampak lain akibat keserakahan seorang koruptor, maka banyak rakyat menjadi miskin dan karena kemiskinannya, banyak rakyat yang akhirnya menjadi pelacur ? Apakah masih pantas mereka disebut orang terhormat ?

Misalkan seorang Luthfi Hasan Isaaq yang mempunyai jabatan sebagai anggota legislatif plus mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tentunya kita semua bisa membayangkan bagaimana kehidupan seorang Luthfi Hasan Isaaq yang punya gaji besar, punya status dan juga punya pengaruh yang sangat besar, tentunya seorang Luthfi bisa dikategorikan hidup serba berkecukupan.

Lalu mengapa ketika semua kebutuhan hidupnya sudah terpenuhi, namun seorang Luthfi Hasan Isaaq, masih mau melakukan perbuatan korupsi dan kolusi dengan memanfaatkan pengaruhnya untuk mencari keuntungan pribadi atau adanya dugaan untuk kepentingan kelompoknya saja, sehingga akibat perbuatannya tersebut berdampak pada mahalnya harga daging sapi dipasaran yang sudah barang tentu berdampak pula pada daya beli masyarakat kecil yang tidak akan mampu untuk membeli dan mengkonsumsi daging ?

Apakah orang seperti ini masih layak disebut terhormat, jawabannya jelas sangat tidak layak malah kalau mau berkata jujur ternyata lebih baik seorang pelacur yang mencari nafkah karena sebuah keterpaksaan saja daripada seorang Luthfi Hasan Isaaq mantan presiden PKS yang justru mencari nafkah karena keserakahan.

Berita lainnya :
Kamar Misterius ini Membuat Kader PKS Menjerit Histeris
Kader PKS Tampil Memukau di Situs Bokep Spanyol
Kisah 8 Istri Eyang Subur dan 8 Cowok Usia Subur
Putri Bunuh Diri karena Dituduh Sebagai Pelacur
Nasib Wanita Apakah Diperkosa Atau Dipenjara
Heboh Anggota PKS Cari Suami di Facebook
Demi Perselingkuhan Memalsukan Orgasme
Mantan Presiden PKS Diduga Terlibat PKI
Menteri Pertanian Mengusir Anak Tirinya
Menikah Dengan Pelacur Atau Koruptor