Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Bahaya Laten Bakso Babi dan Tempe Bongkrek

Mahalnya harga daging dipasaran yang melonjak tajam dikisaran 100 ribu perkilogram tentunya sangat memberatkan masyarakat terutama kebutuhan konsumsi daging bagi masyarakat kalangan bawah, lebih terpukul lagi adalah para pedagang bakso dan warung makan. Konyolnya mahalnya harga daging di tanah air ini yang sudah masuk kategori harga daging termahal di dunia tetapi Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian malah mengatakan bahwa harga daging ini masih dianggap wajar.

Pernyataan ngawur pejabat di Kementerian Pertanian tersebut jelas mengindikasikan adanya upaya melegalkan kartel daging dengan membiarkan ketidakefisien harga sehingga menguntungkan segelintir impor daging, akibat tidak efisien dan membiarkan tumbuh suburnya kartel daging tentu saja berdampak pada mahalnya harga daging sapi di Indonesia.

Karena harga daging mahal pengaruhnya sungguh luarbiasa, salah satunya adalah maraknya penyimpangan yang dilakukan oleh oknum pedagang bakso dengan menggantikan daging sapi dengan daging babi celeng sebagai. Kondisi ini tidak bisa dipungkiri karena harga daging sapi kan lebih mahal dari daging babi celeng sehingga ketika daging sapi naik tentunya dalam rangka untuk tetap bertahan dalam berjualan bakso maka salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan menggantikan daging sapi menjadi daging babi celeng.

Maraknya peredaran bakso dari daging babi ini tentunya mencemaskan para penggemar bakso terutama dari kalangan muslim, mengingat daging babi itu haram hukumnya untuk di konsumsi sehingga layak kalau bakso daging babi ini sudah menjadi bahaya laten yang harus disikapi dengan bijak oleh pemerintah.

Belum juga reda naiknya harga daging sapi tiba-tiba kembali marak pemberitaan media massa terkait naiknya harga kedelai sehingga kenaikan ini tentu akan berdampak pada produksi tempe didalam negeri. Kenaikan harga kedelai ini banyak dikeluhkan oleh para produsen tempe, mengingat sumber bahan baku utama tempe adalah kedelai, sehingga kenaikan harga kedelai ini bila tidak segera diatasi tentu akan membuat banyak pengusaha tempe gulung tikar. Sejumlah pengusaha tempe diberbagai daerah bahkan sudah memutuskan hubungan kerja (PHK) sebagian karyawannya.

Perlu langkah bijak yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini, agar tidak terjadi hal-hal negatif dikemudian hari. Karena prinsip tak ada rotan akar pun jadi tentunya harus diwaspadai oleh semua pihak. Kalau mahalnya harga daging sapi membuat oknum pedagang bakso nakal merubah daging sapi menjadi daging babi, Maka diduga hal ini tentunya akan berdampak yang sama terhadap kenaikan harga kedelai dan tentunya banyak cara akan dilakukan oleh para produsen tempe nakal dengan mengganti bahan baku utama tempe dengan bahan baku selain kedelai.

Masih ingatkah anda dengan fenomena bahaya laten tempe bongkrek yang dilarang beredar oleh pemerintah karena mengandung zat beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Tempe bongkrek adalah tempe yang dibuat dari bungkil kelapa atau kelapa parut. Tempe bongkrek mengandung asam bongkrek yang dapat berubah jadi racun kalau masuk kedalam tubuh manusia. Tempe bongkrek yang beracun ini ditumbuhi sejenis cendawa yang disebut rhyzopus oryzne. Orang yang termakan racun ini bisa mabuk bahkan banyak yang tewas. Kematian 34 orang warga Kecamatan Lumbir, Banyumas, Propinsi Jawa Tengah, akibat keracunan tempe bongkrek tahun 1988 menjadi cerita kelam yang terus terkenang. Sejak peristiwa itu, banyak papan larangan memproduksi, mengonsumsi, dan menjual tempe bongkrek terpasang di berbagai pasar.

Atas alasan pengendalian keamanan, pembuatan tempe bongkrek sekarang dilarang di Indonesia, meskipun di beberapa tempat di Jawa orang masih membuatnya secara sembunyi-sembunyi. Kasus kematian karena asam bongkrek ini setiap tahun masih terus dilaporkan.

Fenomena bahaya laten bakso babi dan tempe bongkrek tentunya harus disikapi secara bijak oleh Kementerian Pertanian terutama langkah bijak mengatasi mahalnya harga daging sapi dan kedelai dipasaran sehingga maraknya peredaran bakso babi dan tempe bongkrek diharapkan tidak terulang kembali apalagi kalau bicara tempe bongkrek yang dikuatirkan akan menimbulkan banyaknya korban jiwa akibat keracunan tempe bongkrek.

Semoga bakso dan tempe tetap menjadi makanan rakyat yang paling popular di Indonesia. Khusus untuk tempe, karena tempe itu makanan khas rakyat Indonesia apalagi harga tempe sangat murah, enak dan sehat ! Murah (itu dulu) karena emang bahan dasarnya murah, Enak karena rasanya mirip-mirip daging gurih, dan yang utama adalah sehat. Gimana nggak sehat, makanan kaya protein yang telah mengalami proses penjamuran ini mengandung banyak zat-zat yang dibutuhkan tubuh, baik berasal dari dalam bahan dasarnya yaitu kedelai juga dari proses peragiannya. 

Salam dari masyarakat penggemar bakso daging sapi dan tempe kedelai
Berita lainnya :
Dibalik Kehidupan Pelacur dan Mantan Presiden PKS
Ada Bandar Sapi di Tugu Monas
Sembilan Produk Mie Dilarang Beredar
Kasus Daging Impor Bukan Percobaan Penyuapan
Kedelai Naik Berdampak Pada Proses Pembuatan Tahu
Asmara Luthfi dan Rani di Bulakan Sapi Lanang
Banyak Cinta di KRL Antara Stasiun Depok-Kota