Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

PKS Gelisah Menunggu Whistle Blower Dari Suswono

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melayangkan surat pemanggilan pada Suswono untuk dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Luthfi Hasan Isaaq mantan presiden PKS dalam kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Suswono akan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi pada hari Senin (18/2)," kata juru bicara KPK Johan Budi SP di Jakarta, Kamis. Dan surat pemanggilan tersebut sudah dikirim kepada yang bersangkutan pada hari Kamis (14/2).

Keterangan Suswono memang sangat diperlukan oleh KPK, mengingat Suswono dianggap pihak yang paling tahu seputar rekomendasi kuota impor daging sapi, Karena perusahaan yang terpilih untuk mengimpor daging sapi sudah barang tentu harus mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian, Sehingga kondisi ini tentunya membuat Suswono secara tidak langsung masuk dalam pusaran kasus dugaan korupsi terkait dengan impor daging sapi apalagi jabatan Suswono sebagai orang nomor satu di Kementerian Pertanian, Selain itu, Suswono juga berasal dari partai politik yang sama dengan Luthfi Hasan Isaaq mantan presiden PKS.

Hubungan sesama kader partai inilah yang diduga dilakukan oleh Luthfi untuk menjual pengaruhnya dengan mengintervensi pihak kementerian pertanian, Walaupun Luthfi bukan anggota komisi IV yang bermitra dengan Kementerian Pertanian namun mengingat posisi Luthfi sebagai presiden PKS tentunya memiliki pengaruh yang sangat besar jika dikaitkan dengan Suswono.

Saat ini detik-detik menjelang pemeriksaan Suswono sebagai saksi dalam kasus suap daging impor sudah barang tentu membuat suasana hati Suswono sangat risau dan gelisah, terutama kegelisahan tentang apa yang harus dikatakan nanti ketika dia diperiksa dan dimintai keterangannya sebagai saksi oleh tim penyidik KPK.

Apakah dia akan berterus terang saja mengatakan kondisi sesungguhnya yang terjadi atau tetap dengan pengakuan awalnya yang tidak pernah tahu dengan segala macam urusan kuota impor daging sapi apalagi bila dikaitkan dengan pertemuan di medan antara suswono dengan luthfi dan petinggi PT Indoguna Utama Elizabeth Liman, Elda Devianne serta Ahmad Fathanah untuk membahas masalah kuota impor daging sapi.

Pertemuan di medan ini memang sangat aneh dan nampak sekali adanya upaya untuk melakukan persekongkolan usaha tidak sehat, bagaimana mungkin pertemuan yang diprakasai oleh asosiasi importir daging itu hanya dihadiri oleh dua pengusaha importir sehingga ada indikasi pertemuan tersebut ada udang dibalik batu. Tentunya ada agenda terselubung yang dibicarakan terutama berkaitan dengan kuota daging impor.

Begitu juga dengan komunikasi yang sudah dilakukan oleh Suswono yang katanya komunikasi yang dilakukan dengan Luthfi hanya bicara masalah hubungan sesama kader PKS, namun pernyataan Suswono ini bertolak belakang dengan informasi dari sumber KPK yang mengatakan adanya penyadapan dan rekaman percakapan antara Suswono dan Luthfi sehingga dari komunikasi ini akhirnya membuat tim KPK menguntit Ahmad Fathanah yang berujung pada penangkapan di Hotel Le Meridien.

Melihat fakta ini, memang sangat sulit bagi Suswono untuk tetap tidak mengakui semua itu, apalagi bukti-bukti kuat sudah dipegang oleh KPK, mulai dari rekaman hasil pembicaraan suswono dengan luthfi yang memang sudah disadap oleh KPK begitu juga dengan pengakuan secara langsung dari luthfi bahwa benar ada pertemuan dengan suswono dimedan.

Suswono sepertinya tidak bakalan bisa membantah lagi, seharusnya Suswono bercermin dari beberapa kasus yang pernah ditangani oleh KPK, awalnya memang semua pernah membantah segala macam tuduhan, tetapi ketika fakta disodorkan oleh KPK, Alhasil mereka semua yang telah membantah itu kini malah menjadi pesakitan semua.

Mungkin cara terbaik yang harus dilakukan oleh Suswono sekarang ini adalah dengan mengatakan yang sejujurnya dan bersikap kooperatif dalam mengungkap siapa-siapa saja yang terlibat dalam kasus impor daging sapi, apakah hanya sebatas pada Luthfi hasan Isaaq atau ada beberapa pihak-pihak terpenting lainnya yang terlibat terutama adanya dugaan oknum elit PKS yang ikut bermain dipusaran impor daging sapi.

Bila suswono mampu berkata jujur pasti akan mendapat penghargaan dari KPK dan kejujuran ini tentunya akan di apresiasi dengan baik oleh publik sehingga melalui kejujuran ini bisa membuka peluang bagi suswono untuk menjadi whistle blower atau peniup pluit. Dan bila Suswono mampu membuka peluang ini dan mengungkap siapa saja yang terlibat dalam pusaran impor daging sapi, tentunya posisi whistle blower atau peniup pluit ini akan menjadi ancaman tersendiri bagi pihak-pihak yang diduga juga terlibat dalam kasus kuota impor daging sapi.

Kemungkinan besar yang diduga paling terancam dan merasa gelisah dengan tiupan seruling suswono adalah oknum elit PKS yang diduga telah menikmati kesejahteraan dari permainan kotor kuota impor daging sapi.

Berita Lainnya :
Vonis Bintang Tujuh Untuk Presiden
Inilah Kendaraan Politik Saya Pemilu 2014
Nasib Menteri Pertanian Tinggal Menghitung Hari
Kata Sandi Fathanah dan Luthfi Akhirnya Terungkap