Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Nasib Menteri Pertanian Tinggal Menghitung Hari

Sebuah jeruk adalah sebuah jeruk adalah sebuah jeruk, kecuali bila ia sudah menjadi Sunkist, sebuah nama yang di kenal dan di percaya oleh konsumen jeruk.

Namun untuk menjadi Sunkist tentu membutuhkan proses agar jeruk bisa tampil dalam kemasan yang lebih cantik tanpa menghilangkan identitas dan fakta aslinya sebagai jeruk.

Begitu juga orang jujur, adalah orang jujur, bila dia menjalankan kejujurannya tidak sesuai dengan identitas dan fakta yang sebenarnya maka sudah pasti kejujurannya tersebut akan terlihat seperti pembohong, karena kejujurannya tidak di proses layaknya jeruk menjadi Sunkist.

Dalam konteks kejujuran, mampukah seorang Suswono Menteri Pertanian mempertahankan kejujurannya terutama terkait dengan tidak terlibatnya Kementerian Pertanian dalam kasus suap daging impor padahal dalam soal mengatur daging impor, kewenangan Kementerian Pertanian sangat besar sebagai pihak yang merekomendasikan pembagian kuota daging impor untuk perusahaan-perusahaan.

Terciumnya aroma segar daging impor ini bermula dari penetapan status tersangka pada Ahmad Fathanah dan dua Direksi badan usaha PT Indoguna Utama yang memang bergerak dalam bidang impor daging. Ketiga orang ini tertangkap tangan oleh KPK ketika akan melakukan penyuapan di hotel Le Meridien Jakarta dan uang suap ini diduga akan diberikan melalui Ahmad Fathanah orang kepercayaan Luthfi Hasan Isaaq mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait dengan proyek di Kementerian Pertanian. Akibat skandal suap ini akhirnya KPK juga menetapkan Luthfi Hasan Isaaq sebagai tersangka.

Luthfi Hasan Isaaq diduga menjual pengaruhnya untuk mengintervensi pejabat kementerian pertanian yang berwenang untuk mengatur pembagian kuota impor daging, Posisi Luthfi sebagai ketua Partai tentunya memiliki pengaruh besar terutama jika dikaitkan dengan menteri Pertanian Suswono yang juga merupakan Kader PKS.

Informasi dari KPK menyebutkan kalau PT Indoguna Utama selaku perusahaan impor daging menjanjikan komitmen fee sebesar Rp 40 miliar untuk mendapat jatah kuota impor 8.000 ton daging tahun ini. Dari nilai tersebut, diduga baru Rp 1 miliar yang diberikan melalui Ahmad Fathanah. Nilai komitmen fee Rp 40 miliar itu dihitung dari 8.000 ton daging dikalikan dengan Rp 5.000 per kilogram sesuai dengan yang dijanjikan.

Suswono Menteri Pertanian boleh berdalih bahwa dia tidak terlibat dalam kasus suap ini ? Jujurkah pernyataan Suswono, kalau faktanya Keterlibatan Suswono selaku Menteri Pertanian dalam kasus suap yang menyeret Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka tidak bisa dibantahkan lagi, terbukti berdasarkan sumber dari Tempo di KPK menyebutkan keterlibatan Menteri Pertanian Suswono dalam kasus itu. Beberapa jam sebelum penangkapan Ahmad Fathanah, Tim penyidik merekam pembicaraan antara Suswono dan Luthfi. Dalam percakapan itu, Suswono memberitahukan akan ada duit “TANDA TERIMA KASIH” dari PT Indoguna Utama (www.tempo.co)

Nampak jelas dalam pembicaraan telpon antara Suswono dan Luthfi yang telah disadap oleh KPK membuktikan bahwa Suswono sebagai Menteri Pertanian diduga terlibat secara langsung terkait dengan urusan suap menyuap. Sudah tentu penyampaian informasi dari Suswono kepada Luthfi ini telah ada perjanjian sebelumnya antara Suswono dengan PT Indoguna Utama. Tanpa perjanjian bagaimana mungkin Suswono bisa tahu akan adanya kiriman uang tanda ucapan terima kasih.

Bukti rekaman ini setidaknya bisa menjawab bantahan Suswono, bahwa dia tidak terlibat dalam kasus suap daging impor, Sungguh aneh memang, tidak terlibat tetapi tahu akan ada pemberian uang dari PT Indoguna Utama pada Luthfi Hasan Isaaq.

Maka berdasarkan fakta diatas setidaknya bisa menjadi pintu bagi KPK untuk segera memeriksa Suswono dan bila ini benar-benar dilakukan oleh KPK maka nasib Suswono tinggal menghitung hari.

Benarkah Suswono jujur dengan perkataannya dan bila dia menjalankan kejujurannya tidak sesuai dengan identitas dan fakta yang sebenarnya maka sudah pasti kejujurannya tersebut akan terlihat seperti pembohong, karena kejujurannya tidak di proses layaknya jeruk menjadi Sunkist.

Dan kini Menteri Pertanian Suswono memang sedang menunggu nasib untuk mendapat giliran, apakah Suswono langsung ditetapkan sebagai tersangka, tentunya publik saat ini tinggal menunggu gebrakan selanjutnya dari KPK ? Apalagi salah satu pimpinan KPK Bambang Widjojanto mengatakan bahwa ada istilah menjual otoritas atau mempunyai pengaruh untuk mempengaruhi dalam kasus suap daging impor dan KPK sudah punya bukti seperti itu.

Berita Lainnya : 
Bocoran Kata Sandi Fathanah dan Luthfi Akhirnya Terungkap
Antara Zionis, Presiden PKS Dan Peran Miss Amerika
Kata Menteri Pertanian Ada Uang Tanda Terima Kasih 
Akal Bulus Suswono Mempermainkan Kuota Impor
Presiden PKS dan Aroma Busuk Daging Impor
Nyanyian Merdu Rani Untuk Presiden PKS
Macan Tidur PKS Adalah Sapi Ompong
Caleg PKS Terindikasi Terlibat PKI