Taman Aspirasi Tumaritis

Taman Aspirasi Tumaritis

Calon Walikota Depok 2016-2021 Jalur Independen

Calon Walikota Depok 2016-2021 Jalur Independen

Mantan Presiden PKS Akhirnya Bernyanyi

Dalam menangani kasus suap daging impor di kementerian pertanian sepertinya Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) tidak setengah-setengah. 4 orang tersangka dalam kasus suap daging impor yang telah ditahan oleh KPK, terus menerus secara marathon diperiksa. Tak lupa penggeledahan terhadap beberapa tempat dilakukan dalam rangka lebih memperkuat bukti atau dapat ditemukan bukti baru yang tidak menutup kemungkinan melalui bukti baru ini akan ada calon-calon tersangka baru.

Beberapa nama pun sudah dicekal keluar negeri bahkan diantara nama yang dicekal tersebut ada terselip nama Ridwan Hakim anak ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminudin, namun sangat disayangkan sehari sebelum dicekal Ridwan Hakim sudah tidak ada lagi di Indonesia, Ridwan Hakim ke luar Indonesia dengan pesawat Turkies Air TK67 pada Kamis 7 Februari 2013 pukul 18.49 melalui Bandara Soekarno Hatta," kata Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, saat dikonfirmasi oleh media, Jumat (15/2/2013).

Dengan banyaknya orang yang dicekal oleh KPK dalam kasus suap daging impor, indikasi ini membuktikan kalau kasus ini tidak akan berhenti pada 4 orang saja yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, nyanyian para tersangka ini dan barang bukti yang sudah didapat oleh KPK tentunya bisa menjadi petunjuk bagi pengembangan kasus ini selanjutnya, sehingga tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada calon tersangka baru yang diduga terlibat dalam pusaran daging impor yang membuat sejahtera bagi para pemainnya.

Semakin banyak yang dicekal dan semakin banyak yang dijadikan saksi maka semakin merdu nyanyian yang akan terdengar. Lihat saja nyanyian suswono menteri Pertanian ketika ditanya tentang komunikasinya dengan luthfi, Suswono menjawab bahwa komunikasi yang dilakukan dengan Luthfi hanya bicara masalah hubungan sesama kader PKS, namun nyanyian Suswono ini bertolak belakang dengan informasi darii sumber KPK yang mengatakan adanya penyadapan dan rekaman percakapan antara Suswono dan Luthfi sehingga dari komunikasi ini akhirnya membuat tim KPK menguntit Ahmad Fathanah yang berujung pada penangkapan di Hotel Le Meridien.

Ada lagi nyanyian Suswono yang membantah pernah rapat bersama Ketua Asosiasi Perbenihan yang juga pengusaha importir daging, Elda Devianne, di Medan, pada Januari lalu. Rapat ini diduga membahas soal impor daging sapi.namun nyanyian Suswono ini ternyata bertolak belakang dengan nyanyian Luthfi Hasan Isaaq ketika diperiksa oleh penyidik KPK, melalui kuasa hukumnya M.Assegaf mengatakan bahwa Lithfi sempat membahas soal daging sapi dengan Suswono dan petinggi PT Indoguna Utama Elizabeth Liman, Elda Devianne serta Ahmad Fathanah.

Pertemuan itu, menurut Assegaf, terjadi di Hotel Arya Duta Medan pada 10-11 Januari 2013. Saat itu, Luthfi sedang melakukan safari dakwah PKS di Sumatera. “Pertemuan itu saat sedang sarapan pagi,” katanya. Pertemuan yang diprakarsai oleh asosiasi importir daging itu, menurut pengakuan Luthfi, hanya berlangsung sekitar 15 menit saja.

Melihat fakta ini semakin terlihat bahwa nyanyian Suswono ternyata banyak bohongnya, lalu apakah Suswono berani membantah kalau seandainya bukti-bukti yang ada di KPK ditunjukan ke Suswono ketika nanti diperiksa sebagai saksi. Apakah Suswono masih tetap membantah apalagi nyanyian tersebut justru datang dari mantan presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq yang memang sudah mengakui adanya pertemuan di medan.

Pertemuan di medan ini memang sangat aneh dan nampak sekali adanya upaya untuk melakukan persekongkolan usaha tidak sehat, bagaimana mungkin pertemuan yang diprakasai oleh asosiasi importir daging itu hanya dihadiri oleh dua pengusaha importir sehingga ada indikasi pertemuan tersebut ada udang dibalik batu. Tentunya ada agenda terselubung yang dibicarakan terutama berkaitan dengan kuota daging impor.

Nyanyian Luthfi ini sudah barang tentu bisa menjadi pintu awal untuk menetapkan Menteri Pertanian Suswono menjadi tersangka apalagi ditambah dengan bukti-bukti yang dimiliki oleh KPK. Begitu juga dengan nyanyian-nyanyian baru yang akan segera dikumandangkan oleh para tercekal dan pasti mereka juga akan dimintai keterangannya oleh KPK.

Tinggallah Luthfi seorang diri merenung didalam sel tahanan menyesali perbuatannya, nasi memang sudah jadi bubur, namun alangkah nikmatnya bila bubur yang ada disantap saja sambil menyanyikan lagu dibawah ini :

Pak Hakim dan Pak Jaksa
Kapan saya akan disidang
Sudah lama saya mendekam
Belum juga ada panggilan

Saya ingin cepat pulang
Tiap malam kedinginan
Tidur di ubin tak bertikar
Nyamuk-nyamuk menjengkelkan
Saya ingin cepat pulang

Reff :
Gara-gara daging sapi
Aku menjadi napi
Gara-gara daging sapi
Hidupku menjadi sepi

Dalam tembok derita
Aku menebus dosa
Dalam tembok derita
Menjadi narapidana

Tobat tujuh turunan
Semoga takkan terulang
Kalau bebas ingin sadar
Kembali ke jalan yang benar

Berita Lainnya :
Nyanyian Merdu Rani Untuk Presiden PKS
Asmara Luthfi dan Rani di Bulakan Sapi Lanang
Nasib Menteri Pertanian Tinggal Menghitung Hari
Kata Sandi Fathanah dan Luthfi Akhirnya Terungkap
Namanya Luthfi Latukaneda Bukan Luthfi Hasan Isaaq
 
Template Modify by
Creating Website

Proudly powered by
Blogger