Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Macan Tidur PKS Adalah Sapi Ompong

Tepat tanggal 7 Desember 1941, angkatan perang Jepang menyerbu dan mengebom Pearl Harbor di Kepulauan Hawai, serangan diam-diam bala tentara Jepang ini mengakibatkan ribuan tentara Amerika Serikat tewas, serangan ini juga memporak porandakan ratusan peralatan tempur dari Armada Pasifik Amerika di Pearl Harbor.

Sekalipun serangan itu sukses, Panglima Armada Jepang Yamamoto berkata kepada sesama perwira, Kita telah membangunkan macan tidur dan membuatnya marah.

Terbukti sehari setelah serangan Jepang ke Pearl Harbor, Presiden Amerika Serikat Franklin Roosevelt memaklumatkan perang terhadap Jepang, Voting akhirnya dilakukan oleh kongres Amerika Serikat dengan hasil semua anggota kongres menyatakan setuju untuk perang dengan Jepang, begitu juga dukungan dari rakyat Amerika yang mendukung maklumat perang terhadap Jepang.

Dampak selanjutnya sungguh luarbiasa, macan tidur yang marah tersebut akhirnya menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Karena Amerika merasa tidak pernah membuat kesalahan apapun terhadap Jepang, namun mengapa Jepang sampai begitu keji menyerang dan membunuh begitu banyak tentara Amerika. Terbukti kekhawatiran Yamamoto akhirnya terjadi.

Setelah 72 tahun peristiwa tersebut berlalu, nun jauh disana, dinegeri khatulistiwa Indonesia Raya, sebuah kalimat membangunkan macan tidur kembali terucap oleh seorang Anis Matta yang baru saja terpilih menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggantikan Luthfi Hasan Isaaq yang mengundurkan diri akibat terlibat dalam skandal suap daging impor di Kementerian Pertanian, kini mantan Presiden PKS tersebut telah menjadi tersangka, tidak menutup kemungkinan calon tersangka lainnya segera menyusul, karena diduga Menteri Pertanian Suswono yang juga kader PKS diduga terlibat dalam skandal suap ini.

Lalu apa yang dimaksud dengan membangunkan macan tidur versi Anis Matta, bila Panglima Armada Jepang Yamamoto berkata kepada sesama perwira, Kita telah membangunkan macan tidur dan membuatnya marah, tentu pernyataan Yamamoto ini punya dasar alasan yang sangat kuat, bentuk rasa kekhawatiran, akibat balas dendam Amerika Serikat terhadap serangan Jepang ke Pearl Harbor, karena kekhawatiran ini berdasarkan peta kekuatan Armada Perang Amerika yang patut diperhitungkan sehingga tentunya akan berdampak buruk bila kekuatan ini diganggu layaknya membangunkan macan yang sedang tidur.

Tetapi membangunkan macan tidur versi Anis Matta justru bertolak belakang dengan realita yang ada, pernyataan Anis Matta ini jelas bentuk sikap kesombongan, merasa percaya diri dengan kekuatan yang mereka miliki, padahal simbol moral yang selama ini menjadi kekuatan Partai Keadilan Sejahtera justru hancur akibat ulah pimpinan elit partainya yang telah melakukan perbuatan tercela dan tidak bisa lagi menjadi panutan.

Dulu simbol moral ini menjadi kekuatan partai untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakat, melalui simbol moral inilah kekuatan partai akhirnya mampu melakukan gerakan, kalau Anis Matta berpikir partai masih mempunyai kekuatan, lalu kekuatan apa yang masih mereka punya sekarang ini, secara internal mungkin, karena loyalitas dan militansi kader yang mereka miliki tetapi secara eksternal, akibat simbol moralnya sudah hancur sangat sulit buat mereka untuk mendapat dukungan dan simpati dari masyarakat.

Patut menjadi renungan, tidak menutup kemungkinan loyalitas dan militansi kader di internal mereka juga akan goyah karena adanya ketidakpercayaan lagi terhadap pimpinan elit partai akibat tidak bisa memberi contoh yang baik terkait dengan sikap moral, maka melihat kondisi seperti itu, pernyataan membangunkan macan tidur hanyalah sebuah mimpi tanpa bukti, sehingga Macan Tidur yang mereka banggakan tersebut seperti Sapi Ompong yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Sikap sombong merasa punya kekuatan dan dengan kekuatan ini akan melakukan balas dendam, layaknya balas dendam Amerika terhadap Jepang. Tentunya sikap balas dendam ini, tanpa disadari justru akan menjadi blunder buat mereka sendiri. Karena sudah pasti tidak akan mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat malah yang terjadi justru sebaliknya karena simbol moral yang mereka miliki sudah tidak ada lagi. Akibatnya sudah bisa ditebak kalau semboyan Macan Tidur itu kini telah berubah menjadi Sapi Ompong.

Berikut Lainnya : 
Kader PKS Sudah Seperti Sampah
Caleg PKS Terindikasi Terlibat PKI
Nyanyian Merdu Rani Untuk Presiden PKS
Kader PKS Sudah Seperti Klinik Tong Fang
Rahasia Perut Gendut Mantan Presiden PKS
Presiden PKS dan Aroma Busuk Daging Impor
Kata Menteri Pertanian Ada Uang Tanda Terima Kasih
Dana Bansos Jawa Barat Rawan Kampanye Terselubung