Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Kisah Bisnis Mantan Presiden PKS Dengan Olong Ahmad

Beberapa elit Partai Keadilan Sejahtera (PKS) silahkan saja membantah hubungan kedekatan antara mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dengan Ahmad Fathanah yang ditangkap oleh KPK karena diduga menerima suap Rp.1 miliar. Apalagi sampai menganggap kalau Ahmad Fathana hanya sekedar mengaku-ngaku dekat dengan Luthfi Hasan Isaaq dan ujung-ujungnya hanya sekedar meminta proyek.

Namun kini fakta telah menunjukan bahwa Ahmad Fathanah yang ketika ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang bersama wanita muda di dalam kamar Hotel Le Meridien, ternyata merupakan teman lama Luthfi Hasan Isaaq, Bahkan mereka berdua ini sudah lama berkongsi dalam dunia bisnis.

Persahabatan Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah ini memang bukan pertemanan biasa. Mereka bahkan membuat perusahaan bersama, yakni PT Atlas Jaringan Satu yang bergerak di bidang perdagangan. Luthfi menjadi Komisarisnya, sedangkan Olong Achmad Fadli Luran yang diduga adalah Ahmad Fathanah, menjabat sebagai Direktur. Perusahaan ini disebut-sebut sebagai perusahaan Luthfi ketika masih menjadi Bendahara Umum PKS.

Malah akibat persahabatan yang kental ini, jauh sebelum kasus suap daging impor terkuak, Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan Olong Ahmad pernah berurusan dengan hukum karena terlibat kasus penipuan senilai Rp 5,4 miliar. kasus penipuan ini terjadi pada tahun 2005, berawal ketika Olong Achmad Fadli atau yang kini popular bernama Ahmad Fathanah telah membuat perjanjian untuk menyediakan voucher pulsa Mentari dan Simpati sebesar Rp 7,1 miliar pesanan Amalia Murad Husain Direktur PT Osami Multimedia.

Namun perjanjian ini ternyata dilanggar, PT Atlas Jaringan Satu telah melakukan wan prestasi. Saat memasuki bulan keempat, ternyata penyediaan itu tersendat sehingga masih menyisakan voucher senilai Rp 5,4 miliar. Akibatnya kedua orang ini berurusan dengan polisi hingga akhirnya kasus ini digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Pada proses persidangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan Luthfi Hasan Ishaaq. Sampai saat ini khusus untuk Luthfi, belum ada kejelasan soal perkembangan kasusnya.

Kini satu demi satu borok ini semakin terungkap, sehingga wajar saja ketika kasus suap daging impor ini terendus oleh KPK maka secara cepat KPK langsung menetapkan Luthfi Hasan Isaaq sebagai tersangka. Mungkin bagi KPK “silahkan anjing menggongong, Kafilah tetap berlalu”, karena memang bukti sudah cukup bagi KPK untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka.

Borok selanjutnya niscaya pasti terungkap, karena sangat tidak mungkin bila kasus suap ini hanya berakhir pada tersangka Luthfi Hasan Isaaq. Kapasitas Luthfi hanya sebagai orang yang punya pengaruh, maklum beliau adalah orang nomor satu di Partai Keadilan Sejahtera. sehingga dengan pengaruhnya itu, Luthfi bisa melakukan intervensi pada pada pejabat di kementerian pertanian yang berwenang untuk mengatur kuota daging impor. Posisi Luthfi sebagai ketua Partai tentunya memiliki pengaruh besar terutama jika dikaitkan dengan menteri Pertanian Suswono yang juga merupakan Kader PKS.

Dan kini Menteri Pertanian Suswono memang sedang menunggu nasib untuk mendapat giliran, apakah Suswono langsung ditetapkan sebagai tersangka, tentunya publik saat ini tinggal menunggu gebrakan selanjutnya dari KPK ? Apalagi salah satu pimpinan KPK Bambang Widjojanto mengatakan bahwa ada istilah menjual otoritas atau mempunyai pengaruh untuk mempengaruhi dalam kasus suap daging impor dan KPK sudah punya bukti seperti itu.

Berita Lainnya : 
Bocoran Kata Sandi Fathanah dan Luthfi Akhirnya Terungkap
Kata Menteri Pertanian Ada Uang Tanda Terima Kasih
Nasib Menteri Pertanian Tinggal Menghitung Hari
Macan Tidur PKS Adalah Sapi Ompong