Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Kata Menteri Pertanian Ada Uang Tanda Terima Kasih

Keterlibatan Suswono selaku Menteri Pertanian dalam kasus suap yang menyeret Luthfi Hasan Ishaaq mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera sebagai tersangka tidak bisa dibantahkan lagi, terbukti berdasarkan sumber dari Tempo di KPK menyebutkan keterlibatan Menteri Pertanian Suswono dalam kasus itu. Beberapa jam sebelum penangkapan Ahmad Fathanah, Tim penyidik merekam pembicaraan antara Suswono dan Luthfi. Dalam percakapan itu, Suswono memberitahukan akan ada duit “TANDA TERIMA KASIH” dari PT Indoguna Utama (www.tempo.co)

Nampak jelas dalam pembicaraan telpon antara Suswono dan Luthfi yang telah disadap oleh KPK membuktikan bahwa Suswono sebagai Menteri Pertanian diduga terlibat secara langsung terkait dengan urusan suap menyuap. Sudah tentu penyampaian informasi dari Suswono kepada Luthfi ini telah ada perjanjian sebelumnya antara Suswono dengan PT Indoguna Utama. Tanpa perjanjian bagaimana mungkin Suswono bisa tahu akan adanya kiriman uang tanda ucapan terima kasih.

Atas dasar rekaman ini seharusnya pihak KPK, jangan ragu-ragu lagi untuk menyeret Menteri Pertanian sebagai pihak yang diduga turut serta menjembatani adanya suap menyuap, apalagi dalam rekaman tersebut terucap akan ada duit “tanda terima kasih” dari PT Indoguna Utama.

Dalam kasus suap ini sangat mungkin Menteri Suswono terlibat dalam kasus yang menyeret koleganya di PKS itu. apalagi keduanya berangkat dari gerbang yang sama alias satu partai. Luthfi Hasan Ishaaq Presiden PKS, dan Suswono kader PKS. Walaupun Suswono telah membantah soal percakapan telepon dengan Luthfi dan menyangkal terlibat dalam kasus suap tersebut tetapi bantahan ini pasti akan terbalik seratus delapan puluh derajat apabila KPK terbukti benar telah mempunyai bukti rekaman percakapan antara Suswono dan Luthfi.

Apalagi sebelumnya Suswono pernah mengatakan dan mengakui ada orang partai mencoba mengintervensinya untuk bisa melebihkan kuota impor daging ke Indonesia. Namun, menurut Suswono, dia langsung menolak. Sebab, penentuan kuota impor daging tidak diputuskan oleh satu kementerian saja tetapi lintas kementerian.

Saya sudah jelaskan kepada partai bahwa tidak mungkin bisa mengintervensi di kementerian pertanian karena ini dilakukan lintas kementerian. Mereka sudah tahu, karena kami sudah menyampaikan,” katanya saat ditanya oleh wartawan di kantor pusat PBNU, Kamis (31/1/2013). Ia membantah jika persoalan daging impor sampai harus dirapatkan secara internal partai. Tetapi, ia mengakui permintaan tolong itu pernah terjadi. “Biasa kan, orang misalnya minta tolong. Ada orang partai misalnya. Oh, ini tak bisa, kan begitu. Paling saya jawabnya karena ini sudah lintas kementerian,” katanya menegaskan lagi. (republika.co.id).

Kita lihat saja hari-hari kedepan nanti, apakah KPK dalam mengungkap kasus suap ini hanya berakhir pada Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka ? Atau justru terungkapnya kasus suap ini bisa menjadi pintu bagi KPK untuk mengungkap secara tuntas permainan kotor daging impor di Kementerian Pertanian atau lazim disebut “Impor Renyah Daging Berjanggut”

Berikut Lainnya : 
Caleg PKS Terindikasi Terlibat PKI
Macan Tidur PKS Adalah Sapi Ompong
Presiden PKS dan Aroma Busuk Daging Impor
Akal Bulus Suswono Mempermainkan Kuota Impor
Dana Bansos Jawa Barat Rawan Kampanye Terselubung