Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Kasus Daging Impor Bukan Percobaan Penyuapan

Banyaknya informasi miring yang beredar pasca penahanan mantan presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq atas dugaan keterlibatannya dalam kasus suap daging impor di Kementerian Pertanian, mulai dari isu miring Politisasi, Diskriminasi sampai opini yang mengarahkan pada percobaan suap.

Hendaknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jangan terpengaruh dengan semua isu tersebut maupun pernyataan politik yang dilontarkan oleh orang-orang partai yang merasa keberatan jenggot dengan penangkapan Luthfi Hasan Isaaq terkait kasus suap daging impor ini, marilah kita beri kepercayaan kepada KPK untuk bisa mengungkapkan secara tuntas, toh pembuktian benar atau tidaknya tindakan KPK nanti bisa dilihat pada proses persidangan yang tentunya terbuka bagi umum untuk menyaksikannya.

Saat ini yang sedang dilakukan oleh KPK adalah suatu proses penegakan hukum, sedangkan yang dilakukan oleh orang-orang partai yang merasa kebakaran jenggot adalah statement atau proses politik, seharusnya orang-orang yang kebakaran jenggot ini dapat menempatkan proses tersebut pada dua sisi yang berbeda, terlebih pada penggiringan opini yang menyatakan bahwa perbuatan itu sebagai percobaan penyuapan.

Dalam konteks kasus suap daging sapi yang telah menetapkan Luthfi Hasan Isaaq dan 3 orang lainnya sebagai tersangka dan Penetapan status tersangka ini kata juru bicara KPK Johan Budi, karena KPK telah mempunyai dua alat bukti yang cukup, namun lebih dari itu KPK juga telah memiliki data mengenai peristiwa-peristiwa sebelumnya, jadi jangan dilihat pada penerimaan hari selasa saja ketika KPK melakukan penggerebekan di hotel Le Meridien dan menangkap 3 orang pria dan 1 wanita, mereka berempat tertangkap tangan karena melakukan percobaan penyuapan terkait kuota daging impor di Kementerian Pertanian.

Walaupun uang satu milyar dari PT Indoguna Utama belum sampai ke tangan Luthfi, bukan berarti perbuatan itu dikategorikan sebagai percobaan penyuapan. KPK tentunya tidak akan gegabah melakukan tindakan menetapkan seseorang menjadi tersangka dan melakukan penahanan tanpa memiliki bukti-bukti yang kuat sehingga kuat dugaan bukti-bukti yang dimiliki KPK adalah terkait dengan adanya janji yang diberikan dan diterima Luthfi Hasan Isaaq, sehingga mantan Presiden PKS itu ditetapkan sebagai tersangka dan sekarang ditahan.

Apalagi melalui juru bicaranya Johan Budi, KPK sempat menyampaikan rentetan peristiwa sebelum operasi tangkap tangan terhadap dua perwakilan PT Indoguna dan Ahmad Fathanah, termasuk adanya dugaan komunikasi telpon sebelumnya antara Luthfi dengan Menteri Pertanian seperti yang pernah dikatakan KPK, begitu juga dalam proses sebelumnya, KPK juga telah menyadap pembicaraan telpon antara Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Isaaq, mereka berdua terlibat pembicaraan sebelum terjadinya serah terima uang, dan ternyata keduanya mempergunakan bahasa arab dalam pembicaraan itu.

Penggunaan bahasa arab itu memang sempat menimbulkan masalah bagi Tim KPK yang menyadap telpon Luthfi dan Fathanah, tetapi kendala itu bukan masalah besar bagi KPK, intinya mereka sudah mengantongi data mengenai keterlibatan Luthfi dan Fathanah sebelum terjadinya penerimaan uang panas tersebut. mereka berdua menjalin komunikasi intensif untuk membahas agar PT Indoguna Utama bisa mendapatkan kuota daging impor, ujung-ujungnya akan ada uang tanda terima kasih sebesar 40 milyar rupiah, dimana 1 milyar akan diserahkan terlebih dahulu, kalau uang tersebut belum sampai ketangan Luthfi Hasan Isaaq bukan karena pengantar membatalkannya, tetapi karena keduluan ketangkap oleh KPK.

Sehingga melalui Peristiwa-peristiwa itu sebelum terjadinya penangkapan dua perwakilan PT Indoguna dan Fathanah, maka tindak pidana yang dilakukan oleh mereka sudah termasuk kategori penyuapan dan bukan lagi percobaan penyuapan. Sehingga pasal sangkaan yang dikenakan terhadap Luthfi dan ketiga tersangka lainnya oleh KPK memang sudah tepat.

Berita Lainnya : 
Terbongkar Cara Luthfi Hasan Isaaq Mencuci Uang
Daging Sapi Goreng Ala KPK Untuk PKS
Bocoran Pertanyaan Penyidik Keterlibatan Mentan Suswono
Bocoran Kata Sandi Fathanah dan Luthfi Akhirnya Terungkap
Ada Sertifikat Anis Matta di Tas Ahmad Fathanah
Pembuktian Terbalik dan Pemiskinan Koruptor