Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Jokowi Nekad Melantik Anas Tanpa Ijin SBY

Sosok Jokowi Gubernur Jakarta ini memang super nekad, disamping berani beliau juga tegas dalam bersikap. Jokowi seakan tidak peduli terhadap kondisi yang sedang terjadi di partai demokrat, Hiruk pikuk di Partai Demokrat tetap tidak membuat keputusan Jokowi berubah. 

Pantang bagi jokowi ketika keputusan sudah ditetapkan akan ditarik kembali, itulah prinsip yang mungkin selama ini tertanam pada diri Jokowi sehingga mayarakat solo yang dulu pernah dipimpinnya merasa kehilangan atas kepergian jokowi ketempat tugasnya yang baru sebagai Gubernur Jakarta. 

Kenapa jokowi begitu nekad melakukan semua ini, apakah beliau tidak takut bila keputusannya ini akan membuat SBY menjadi tersinggung, karena walaupun bagaimana juga Anas masih tetap sebagai pengurus Partai Demokrat. seharusnya Jokowi ijin dulu dong pada presiden SBY sebelum mengambil keputusan yang kontroversial ini. 

Apakah jokowi sudah memperhitungkan secara matang atas keputusannya ini walaupun Anas sendiri menyikapi keinginan jokowi tersebut sepertinya terkesan menerima begitu saja, bagi anas kepindahannya ditempat tugas yang baru mungkin terlihat lebih enjoy dan beban dipikirannya sedikit berkurang. 

Kenapa anas seakan begitu pasrah menerima kenyataan ini padahal jabatan anas sebelumnya cukup bergengsi, apakah dia merasa tersisihkan dilingkaran kekuasaan partai demokrat sehingga mengambil jalan pintas dan mau saja ditarik oleh jokowi sebagai pejabat dilingkungan pemerintah DKI Jakarta. 

Maaf ya jangan marah dulu, Anas yang dimaksud disini adalah Anas Effendy dan bukan Anas Urbaningrum ketua umum Partai Demokrat. Anas Effendy memang telah mendapat posisi baru sebagai kepala Badan dan Perpustakaan Arsip Daerah, Jabatan Anas Effendy sebelumnya adalah sebagai Walikota Jakarta Selatan. 

Anas Effendy dilantik oleh Jokowi bersama 20 pejabat eselon II lainnya dilingkungan pemerintah propinsi DKI Jakarta, Pelantikan ini dilakukan di Balai Agung Gedung Balai Kota Jakarta pada kamis 14 Februari 2013, Dalam pelantikan tersebut Jokowi mengatakan : 

"Sebelum saudara diangkat sumpah, masing-masing pejabat tingkat eselon II pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saya ingin bertanya apa siap diangkat sumpah ?" ucap Joko Widodo. "Siap," disambut pernyataan dari 20 pejabat yang diangkat. 

Melihat kenyataan ini tentunya SBY tidak perlu tersinggung dan marah, jadi wajar saja kalau Jokowi tidak meminta ijin SBY karena yang dilantik bukan Anas Urbaningrum yang saat ini memang sedang mengalami masalah di internal partainya.

Berita Terkait :