Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Inilah Kendaraan Politik Saya Pemilu 2014

Nggak terasa sebentar lagi rakyat Indonesia akan menyambut datangnya pesta demokrasi lima tahunan pemilihan umum pada tahun 2014.

Hasil verifikasi yang sudah dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menghasilkan keputusan menetapkan hanya ada 10 parati politik yang berhak iktu pemilu 2014 walaupun saat ini masih ada satu partai yang masih berjuang yakni Partai Keadialan Dan Persatuan Indonesia (PKPI). padahal sebelumnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah merekomendasikan agar PKPI dapat diikutsertakan sebagai peserta pemilu namun rekomendasi Bawaslu tersebut ditolak oleh KPU.

Bila melihat realita yang ada sekarang ini, nampaknya pemilu 2014 akan lebih ramping dari pemilu sebelumnya terutama dari sisi jumlah peserta pemilu sehingga diprediksi persaingan akan semakin ketat apalagi ada ketentuan bagi partai politik yang tidak mencapai 3.5 persen maka tidak akan lolos parlementary threshold atau ambang batas parlemen.

Saat ini tentunya partai politik yang sudah dinyatakan lolos sebagai peserta pemilu sedang sibuk mempersiapkan diri untuk menjaring calon anggota legislatif baik untuk DPR maupun DPRD, begitu juga dengan para kader partai terlihat sibuk kasak kusuk agar dapat terpilih sebagai salah satu calon legislatif.

Banyak cara yang dilakukan oleh kader partai agar bisa terpilih, mulai dari melobby pimpinan partai atau melakukan pendekatan pada basis partai dilevel bawah dengan harapan bisa dijadikan alat rekomendasi seolah-olah mendapat dukungam dari arus bawah.

Konyolnya bukan hanya sekedar melakukan pendekatan pada pengurus partai tetapi ada juga yang mempergunakan cara-cara diluar akal sehat yang terkadang tidak masuk akal, misalkan pergi kedukun atau orang pintar, dengan harapan melalui dukun ini dapat diketahui peluangnya untuk menjadi anggota legislatif. Aneh memang, masih ada saja zaman sekarang orang yang percaya dengan cara-cara seperti itu.

Melihat hiruk pikuknya orang-orang yang ingin menjadi calon legislatif, saya mah tenang saja, karena saya sudah punya kendaran politik, jadi gak usah perlu repot-repot lagi mesti lobby sana, lobby sini apalagi mesti pergi kedukun segala…..amit-amit deh he he he.

Cuma sayangnya kendaraan politik saya ini lagi menjadi perhatian banyak orang, harap maklum kendaraan politik saya ini sudah punya target masuk urutan teratas pada pemilu 2014. Tetapi sayangnya kendaraan politik saya ini tidak bisa dipergunakan lagi karena sudah dijadikan maskot oleh salah satu kementerian, seperti terlihat pada gambar dibawah ini : 
Kendaraan Politik
Kendaraan Politik Saya
Nah karena kendaraan politik saya sedang dipakai oleh kementerian pertanian, maka mau tidak mau saya harus mencari kendaraan politik baru sebagaimana gambar diatas ini, Yakni Seekor JERAPAH dan terlihat lebih tinggi dan keren tampilannya daripada seekor SAPI yang sudah jadi korban para mafia daging impor he he he

Berita lainnya :
Macan Tidur PKS Seperti Sapi Ompong
Nafsu Birahi Kader PKS di Dalam Penjara
Kasus Daging Impor Bukan Percobaan Penyuapan
Terbongkar Cara Luthfi Hasan Isaaq Mencuci Uang
Dibalik Kehidupan Pelacur dan Mantan Presiden PKS
Milyaran Rupiah Dugaan Praktek Suap Verifikasi Parpol