Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Asmara Luthfi dan Rani di Bulakan Sapi Lanang

Dampak kasus suap sapi ternyata menjadi perbincangan hangat dimasyarakat kita, baik dikedai kopi, arisan ibu-ibu bahkan anak-anak sekolah juga tak luput membicarakannya. Terungkapnya kasus suap daging impor ini seakan membuka tabir gelap yang selama ini dirasakan oleh masyarakat, terutama berkaitan dengan mahalnya harga daging dipasaran, sehingga berpengaruh bagi daya beli masyarakat tidak mampu untuk mengkonsumsi daging.

Begitu juga dengan anak-anak sekolah terutama remaja putri yang punya hobby makan bakso, mereka semua mengeluhkan harga seporsi bakso yang juga ikut-ikutan naik akibat harga daging yang sangat mahal.

Alhasil sudah bisa ditebak, ungkapan caci maki dan sumpah serapah masyarakat diarahkan terhadap pelaku suap daging impor, cacian ini seakan membenarkan bahwa biang keladi mahalnya harga daging dipasaran karena telah terjadi permainan kotor yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, orang-orang yang lebih mementingkan perutnya saja dan kelompoknya daripada kepentingan masyarakat luas. Malah diantara caci maki tersebut sempat terucap, sudah korupsi, main perempuan lagi.

Berdasarkan informasi melalui berita di media cetak maupun elektronik tersiar kabar bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Luthfi Hasan Isaaq mantan presiden PKS sebagai tersangka bahkan sudah ditahan, malah sehari sebelumnya sempat beredar adanya seorang perempuan bernama Rani dan Ahmad Fathanah orang kepercayaan Luthfi Hasan Isaaq yang juga ikut ditangkap oleh KPK ketika mereka sedang berduaan dikamar di Hotel Le Meridien Jakarta, namun Rani ternyata dilepaskan kembali oleh KPK karena dianggap tidak ada kaitannya dengan kasus suap daging impor di Kementerian Pertanian.

Diantara hiruk pikuk berita kasus suap daging sapi, Ada sesuatu yang membuat aku sempat merenung sejenak terutama terkait dengan sosok Luthfi dan Rani, Kedua nama ini seakan mengingatkan kembali pada masa-masa indah waktu SMA dulu. Karena sudah lama sekali sejak tamat SMA, aku tidak pernah bertemu lagi dengan Luthfi dan Rani, Kemanakah dua sahabatku itu, apakah mereka masih bersama-sama sekarang ini ataukah mereka sudah berpisah satu sama lain, mengingat dulu waktu SMA kedua sahabatku ini memang dua sejoli yang saling memadu kasih indahnya masa remaja waktu SMA.

Ah….kenangan itu seakan masih terbayang dipikiranku, kadang suka tersenyum sendiri bila mengingat jalinan asmara yang dilakukan oleh Luthfi dan Rani, terutama bila mengingat cerita Luthfi ketika pertama kali jatuh cinta pada Rani.

Bagaimana Luthfi cerita tentang perjuangannya untuk mendapatkan sosok rani yang memang cantik dan sangat dicintainya ini. Maklum Luthfi ini orangnya memang terbuka, sehingga ketika Luthfi menceritakannya secara detail, aku yang mendengarnya sampai tertawa terpingkal-pingkal, saat itu memang tepat pada hari valentine ketika kami berdua sedang makan Mie Bakso Sapi di kantin sekolah.

Berikut ini cerita tentang perjalanan cinta antara Luthfi dan Rani :

Dulu kami bertiga memang bersekolah dikawasan pasar baru Jakarta pusat, tidak jauh dari bekas terminal bis lapangan banteng atau sering disebut sebagai Bulakan Sapi Lanang. Mengapa lapangan Banteng sering disebut Bulakan Sapi Lanang, karena celotehan Bulakan Sapi lanang ini berawal dari Almarhum Cholik Syamarie yang merupakan salah satu pelawak dan personil dari pelita group yang terbentuk pada tahun 1980an. Dengan logat medok khas jawa tengah, Cholik Syamarie sering menyebut dalam setiap aksi lawakannya, istilah Lapangan Banteng menjadi Bulakan Sapi Lanang

Bagi remaja Jakarta tahun 80an, pasti kenal dengan terminal bis lapangan banteng yang lokasinya tepat didepan hotel Borobudur dan masjid istiqal. Dulu terminal ini sangat ramai, maklum Lapangan Banteng merupakan terminal bis satu-satunya di pusat kota Jakarta. di terminal bis Bulakan Sapi Lanang inilah cinta pertama luthfi dan Rani mulai bersemi.

Tahun 80 an memang tidak secanggih zaman sekarang, anak-anak remaja dulu kalau sedang jatuh cinta tidak seperti sekarang ini. Zaman dulu komunikasi yang bisa dilakukan hanyalah melalui surat itupun bagi yang tidak berani menyatakannya secara langsung pada lawan jenis yang dicintainya.

Nah si Luthfi sahabatku ini termasuk orang yang pemalu, dia tidak berani menyatakan cintanya secara langsung pada Rani. Karena tekadnya sudah bulat agar Rani bisa memacari rani menjadi pacarnya, maka cara yang paling baik dilakukan hanyalah dengan melalui surat, namun konyolnya si luthfi ini justru tidak bisa menulis surat.

Mau terus terang ke rani belum punya keberanian, mau kirim surat tidak bisa merangkai kata-kata, namun untungnya ketika Luthfi main-main ke Terminal Bis Lapangan Banteng, di kumpulan pedagang kaki lima eceran Luthfi melihat ada di jual buku-buku surat cinta.

Wah……kebetulan nih batin luthfi, Iseng-iseng luthfi membuka buku perbuku kumpulan surat-surat cinta, eeh…..ternyata ada yang cocok dan pas banget dengan isi hatinya si luthfi, tanpa banyak tanya lagi, Luthfi langsung membeli buku surat cinta tersebut.

Menjelang malam dengan hati ceria, akhirnya Luthfi menyadur isi buku surat cinta yang dibeli tadi siang dilapangan banteng, Luthfi menulisnya pada sebuah kertas berwarna pink, ditulis dengan rapi, lalu dibaca berulang-ulang agar jangan sampai ada yang salah, maka setelah semuanya dianggap beres dan tak ada masalah dengan isi surat cintanya itu, dengan penuh keyakinan Luthfi berencana, besok akan mengirim surat cinta hasil ciplakannya itu ke Kantor Pos Pasar Baru.

Hari demi hari dengan sabar, Luthfi menunggu jawaban balasan surat cinta dari Rani Gadis yang ditaksir, selang beberapa hari kemudian, saat-saat yang dinanti pun tiba. Ketika pulang sekolah, di rumah Luthfi dapat kiriman surat balasan……duuuuh senang benar si Luthfi waktu itu, serasa dapat nilai 10 ulangan Fisika, ga sabaran Luthfi langsung membuka tuh isi surat yang kertas Suratnya sama dengan Kertas surat yang dikirim, sama-sama berwarna pink. Tapi alangkah kaget dan terkejutnya si Luthfi, ketika surat tersebut dibuka. Bagaimana ga kaget masa di surat tersebut hanya tertulis, Lutjfi……jawaban suratmu ada di halaman 25 ?

Luthfi merenung sebentar ? kok halaman 25, spontan Luthfi melihat lagi buku surat cinta yang dibeli di lapangan banteng. Ha ha ha Luthfi ketawa geli ternyata surat cinta yang dikirim ke Rani adanya di halaman 24, memang isi buku surat cinta kalau halaman pertamanya surat dari cowok yang di tujukan ke cewek atau sebaliknya maka halaman keduanya adalah jawaban dari cewek atau sebaliknya !!! Karena Luthfi menulis pada halaman 24 maka……so pasti halaman 25 adalah jawabannya.

Ooh pantesan, Jangan-jangan si rani ini juga tidak bisa menulis surat cinta, dan dia beli buku surat cinta di tempat yang sama yakni di Bulakan Sapi Lanang he he he ? Akhirnya Luthfi mencoba kirim surat lagi, isinya, Rani…..tolong lihat halaman 28 dan ga lama kemudian di balas lagi ? Luthfi…..Jawabannya ada di halaman 29 begitu dan seterusnya he he he.

Benar-Benar pengalaman yang menggelikan perjalanan cinta pertama Luthfi dan Rani yang dimulai dari buku surat cinta Bulakan Sapi Lanang.

Tiba-tiba lamunanku tentang Luthfi dan Rani terhenti karena ada tamu datang kerumah ? Ooh ternyata tamu yang datang ini adalah sobat lamaku, setelah ngobrol kesana kemari dengan sobat lamaku ini, akhirnya obrolan tentang kasus suap daging impor pun sempat kami bicarakan, malah terdengar kabar dari sobat lamaku ini, kalau ternyata Luthfi Hasan Isaaq itu kenal dengan Rani malah mereka berdua tinggal satu RT ? Lebih lengkapnya bisa dilihat dibawah ini.

Berita Lainnya : 
Heboh Anggota PKS Cari Suami di Facebook
Menteri Pertanian Mengusir Anak Tirinya
Nyanyian Merdu Rani Untuk Presiden PKS 
Mantan Presiden PKS Ternyata Kenal Dengan Rani
Luthfi dan Rani Satu RT Tapi Tak Pernah Lapor
Dibalik Kehidupan Pelacur dan Mantan Presiden PKS