Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Aku dan Wanda Hamidah Akhirnya Putus

Ketika pertama kali mendengar kabar adanya penggerebekan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dirumah artis beken Rafi Ahmad dan menangkap semua orang yang ada disana, aku mendengarnya biasa-biasa saja tidak ada yang mesti dihebohkan, toh yang namanya berita artis tertangkap basah mengkonsumsi narkoba, sudah bukan berita aneh lagi dinegeri ini, jangankan artis, hakim, jaksa, polisi dan para pejabat juga sering tertangkap basah mengkonsumsi Narkoba.

Namun dari berita penggerebekan dirumah artis Rafi Ahmad, ada yang membuat aku sedikit terkejut ketika diumumkan ada salah satu artis bernama Wanda Hamidah ikut dalam rombongan yang diangkut kekantor Badan Narkotika Nasional.

Terasa lemas dengkul ini ketika tahu Wanda Hamidah ikut terjerat dalam pesta narkoba dirumah Rafi Ahmad. Berita simpang siur pun akhirnya terdengar kalau Wanda Hamidah hanya kebetulan sedang bertamu di pagi hari kerumah Rafi Ahmad, terbersit kabar, setelah cerai dengan suaminya, Wanda kepincut dengan Rafi Ahmad, maklum disamping Rafi Ahmad Ganteng, status Artis, juga kaya raya.

Lemasnya dengkulku untung ternyata hanya sebentar, tidak sampai menunggu terlalu lama, akhirnya Wanda Hamidah dibebaskan karena hasil Tes Urine Terbukti Negatif serta berdasarkan bukti-bukti yang ada, ternyata Wanda tidak terlibat dalam penyalahgunaan Narkoba. Mendengar Wanda dibebaskan terasa lega tenggorokan ini layaknya sebuah dahaga yang telah tersiram sebotol minuman dingin.

Tanpa sadar pikiranku melayang kembali ke masa silam, sebuah kenangan lama yang tak akan mungkin bisa aku lupakan, Sesuatu yang pernah terjadi memang sepatutnya tidak perlu disesali, dibalik semua itu tentu ada hikmahnya, begitulah perjalanan hidup yang pernah aku alami ketika pernah berhubungan dengan seorang gadis bernama Wanda Hamidah yang namanya memang mirip dengan Wandah Hamidah artis he he he

Wanda memang cinta pertamaku di masa lalu, semoga tulisan ini bisa membuat dia tersenyum dan selalu tersenyum untuk mengingat masa-masa indah di waktu sekolah dulu. Masa Remaja adalah masa yang paling indah, setiap insan pasti punya kenangan di masa remaja, begitu pula denganku, sampai sekarang bila mengingat peristiwa tersebut terkadang suka tersenyum sendiri. Kisah ini terjadi ketika aku Kelas 3 SMA, Aku naksir anak kelas 1 tapi aku tidak berani untuk menyampaikan isi hatiku kepada seorang gadis bernama Wanda Hamidah atau biasa kupanggil Wanda.

Tidak seperti zaman sekarang semua serba canggih dan banyak tempat untuk berkomunikasi, baik lewat Handphone, Email atau Jejaring Sosial Facebook. Zaman dulu komunikasi yang bisa dilakukan hanya melalui Surat. Bisa di kirim secara langsung atau di kirim via kantor pos. Parahnya saat itu aku kurang begitu pandai membuat Surat Cinta, mau minta di bikinin teman cowok takut di ledekin atau kadang kuatir terbuka rahasianya.

Mau terus terang ke Wanda belum punya keberanian, Maklum si Wanda juga walaupun cantik tapi masih malu-malu kucing. Untung ketika aku main-main ke bekas Terminal Bis Lapangan Banteng yang dulu lokasinya persis di depan Hotel Borobudur, di kumpulan pedagang kaki lima eceran aku melihat ada di jual buku-buku Surat Cinta. Iseng-iseng aku buka, buku perbuku, eeh…..ternyata ada yang cocok dan pas dengan isi hatiku, tanpa banyak tanya lagi langsung kubeli tuh buku Surat Cinta. Malamnya dengan hati ceria ku sadur isi Buku Surat Cinta yang kubeli tadi siang dilapangan banteng dan kutulis di sebuah kertas berwarna pink, Ku tulis dengan rapi, ku baca berulang-ulang maka dengan penuh keyakinan besoknya aku kirim Surat Cinta hasil ciplakanku ke Kantor Pos Pasar Baru.

Dengan sabar, aku menunggu jawaban dari Wanda Gadis yang kutaksir, selang beberapa hari kemudian, saat-saat yang ku nanti pun akhirnya tiba. Ketika pulang sekolah, di rumah aku dapat sebuah kiriman surat balasan……duuuuh senang benar aku waktu itu, serasa dapat nilai 10 ulangan Fisika, ga sabaran aku langsung buka tuh isi surat yang kertas Suratnya sama dengan Kertas Surat yang ku kirim, sama-sama berwarna pink. Tapi alangkah kaget dan terkejutnya, ketika kubuka surat tersebut. Bagaimana ga kaget masa di surat tersebut hanya tertulis, Agus……jawaban suratmu ada di halaman 19 ?

Aku merenung sebentar ? kok halaman 19, spontan ku lihat lagi Buku Surat Cinta yang ku beli di lapangan banteng. Ha ha ha aku ketawa geli ternyata yang aku tulis Surat Cinta kepada Wanda adanya di halaman 18, memang isi buku Surat Cinta kalau halaman pertamanya Surat dari Cowok yang di tujukan ke Cewek atau sebaliknya maka halaman keduanya adalah jawaban dari Cewek atau sebaliknya !!! Karena yang ku tulis halaman 18 maka……so pasti halaman 19 adalah jawabannya.

Ooh pantesan, Jangan-jangan si Wanda ini juga tidak bisa menulis Surat Cinta, dan dia beli buku Surat Cinta di tempat yang sama kubeli he he he ? Akhirnya kucoba balas lagi surat dari dia, isinya, Wanda…..tolong lihat halaman 28 dan ga lama kemudian di balas lagi ? Gus…..Jawabannya ada di halaman 29 begitu dan seterusnya he he he. Benar-Benar pengalaman yang menggelikan bersama cinta pertamaku Wanda Hamidah he he he

Putus Karena Beda Keyakinan

Dampak dari surat cinta ini memang luar biasa, aku dan wanda akhirnya semakin akrab, namun sangat disayangkan keakraban itu tidak berlangsung lama, Kami berpisah hanya karena masing-masing tetap kekeuh dengan keyakinannya ? Perpisahan Ini memang sangat mengejutkan, bahkan teman-temanku tidak menyangka kalau hubungan aku dengan Wanda Hamidah hanya seumur jagung, aku hanya bisa diam walaupun batin ini tetap tidak bisa menerima kenyataan pahit itu.

Peristiwa memilukan itu memang sudah lama berlalu, namun seiring dengan perjalanan waktu, hati ini sepertinya terusik kembali, mungkinkah ini saat yang tepat buat aku untuk berkata jujur tentang peristiwa masa lalu itu, terdorong desakan hati yang sangat kuat, juga desakan dari teman-teman, akhirnya aku putuskan untuk berterus terang menjelaskan apa adanya.

Dengan hati yang berat, terpaksa aku mengatakan mengapa aku bisa putus hubungan dengan Wanda Hamidah ? Waktu itu memang benar, saya putus karena kita berdua beda keyakinan, aku tetap berkeyakinan kalau aku sangat ganteng sekali, tapi Wanda Hamidah tetap kekeuh dengan keyakinannya kalau aku adalah cowok yang paling jelek dari semua cowok yang dia kenal, karena masing-masing ngotot dengan keyakinannya, maka putuslah hubungan kami berdua. Itulah ceritanya mengapa aku putus hubungan dengan Wanda Hamidah he he he, jadi sekarang ini wajar saja kalau Wanda Hamidah jatuh cinta sama Rafi Ahmad, karena Rafi Ahmad disamping kaya juga ganteng, sangat beda dengan diriku yang jelek dan miskin ini he he he

Mudah-mudahan Wanda Hamidah membaca tulisan ini yang sengaja aku buat di blog Taman Aspirasi Tumaritis, dengan harapan semoga dia tidak muntah-muntah membacanya he he he

Sorry Wanda Hamidah sampai hari ini kita berdua memang tetap beda keyakinan wk wk wk wk wk wk wk wk wk wk wk wk

Berita Lainnya :
Perkebunan Sri Mulyani Luasnya 500.000 Meter
Gigolo Muda dan Wanita Malam Pulau Batam
Putri Bunuh Diri Dituduh Melanggar Perda
Miranda Gultom Marah Sama Brondong
Menikah Dengan Pelacur Atau Koruptor
Tante Nakal Dibalik Meja Pimpinan KPK
Hartati Murdayu Ternyata Vegetarian
Wanita Makan Dana Haram