Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Ada Bandar Sapi di Tugu Monas

Hari-Hari di bulan Februari 2013 masyarakat Indonesia sepertinya sedang menikmati dua kata paling popular yang sering muncul dalam pemberitaan yaitu Sapi dan Monas, Kalau Sapi terkait dengan kasus yang menimpa Luthfi Hasan Isaaq Mantan Presiden PKS yang telah ditetapkan sebagai tersangka bahkan sudah ditahan oleh KPK akibat skandal suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Sedangkan masalah Monas adalah terkait janji Anas Urbaningrum yang siap digantung di monas apabila terbukti satu rupiah pun telah melakukan perbuatan korupsi, Saat ini Anas Urbaningrum telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dan belum dilakukan penahanan.

Kedua kasus ini begitu menarik perhatian publik karena kasus ini justru melibatkan orang nomor satu di jajaran elit pengurus Partai politik, yakni Luthfi Hasan Isaaq selaku Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Anas Urbaningrum selaku Ketua Umum Partai Demokrat, Uniknya kedua Partai ini justru mempunyai jargon politik yang luar biasa daya magnetnya. PKS dengan jargon bersih dan peduli begitu juga dengan Partai Demokrat dengan jargon Katakan tidak pada korupsi.

Kemasan jargon ini ternyata mampu menjadi daya magnet yang luar biasa, masyarakat seakan terbius oleh propaganda-propaganda yang dipublikasikan secara besar-besaran, baik melalui iklan maupun dalam setiap event kampanye selalu tak pernah lepas dari jargon-jargon semu ini.

Kini jargon kosong tersebut hanya tinggal kenangan manis yang berubah menjadi pahit, masyarakat sudah semakin cerdas menilai bahwa ternyata dibalik jargon mulia tersebut tersembunyi sebuah persekongkolan busuk, mulai dari menjual pengaruh, persaingan usaha tidak sehat dan lain sebagainya. Akibat buruknya masyarakat sekarang sudah antipasti terhadap kedua partai ini, lihat saja ketika baru-baru dilakukan survey lembaga survey, elektabiltas kedua partai ini langsung melorot tajam malah tidak menutup kemungkinan kedua partai ini tidak akan lolos Parliamentary Threshold atau ambang batas parlemen.

Akibat kasus suap impor daging sapi, kini Luthi Hasan Isaaq telah mendapat stigma buruk dimasyarakat dan telah mendapat gelar baru sebagai bandar sapi, lihat saja komentar masyarakat terhadap kasus suap impor daging sapi ini, baik di facebook maupun twitter selalu saja terucap kata plesetan bahwa mantan presiden PKS ini telah berubah menjadi bandar sapi. Kekesalan masyarakat ini karena ada dugaan mahalnya harga daging sapi di pasaran tak lepas dari adanya dugaan permainan kotor yang telah dilakukan di Kementerian Pertanian. Apalagi Menteri Pertanian Suswono adalah satu gerbang pada partai yang sama dengan Luthfi Hasan Isaaq. Kini bandar sapi itu memang telah jadi pesakitan, bahkan saat ini Luthfi telah ditahan dikandang KPK.

Begitu juga dengan kasus yang menimpa Anas Urbaningrum, apakah yang bersangkutan akan konsisten dengan ucapannya bila nanti benar-benar terbukti telah melakukan perbuatan korupsi, beranikah anas memenuhi janjinya itu bila nanti terbukti korupsi dan siap digantung di tugu monas ? Namun yang pasti, kelak orang yang berjanji siap digantung di tugu monas ini justru nantinya akan bertemu dengan bandar sapi dikandang KPK.

Di tugu monas memang tidak ada bandar sapi apalagi sapi-sapi yang berkeliaran di areal tugu monas, kalau para bandar sapi yang berniat ingin mengajak keluarganya berkunjung ke tugu monas sudah pasti ada karena tugu monas sebagai salah satu tempat pariwisata paling favorit di Jakarta yang ada hanya para pengais delman yang siap mengantar para pengunjung untuk berkeliling di areal tugu monas. Para Pengunjung juga bisa melihat binatang rusa bukan binatang sapi yang ditempatkan diareal khusus di tugu monas dan rusa-rusa ini diambil dari istana bogor. Kenapa justru rusa-rusa dan bukannya sapi-sapi yang ditaruh di tugu Monas, tanya saja sama yang punya ide awal yaitu Sutiyoso Mantan Gubernur Jakarta.

Antara bandar sapi dan tugu monas memang lagi ngetren saat ini, publik tentunya masih menunggu kejutan apa saja kira-kira yang akan muncul dibalik kedua kasus yang menimpa kedua pimpinan partai tersebut. Apakah akan ada kejutan-kejutan baru, marilah kita semua dengan sabar menunggu kejutan-kejutan baru tersebut.

Berita lainnya : 
Maafkan Kami Anas Urbaningrum
Beranikah Anas Dengan Uya Kuya
Wasiat Anas Sebelum Meninggal Dunia
Monumen Nasional Bukan Monumen Anas
Presiden PKS dan Aroma Segar Daging Impor
Duet Anas dan Nazar Dibalik Proyek 10 Triliun
Perintah Jokowi Satpol PP Jaga Monas 24 Jam