Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Surya Paloh dan Restorasinya Omong Kosong Doang

Komnas HAM dan Komnas perempuan akhirnya memberikan dukungan secara resmi pada kasus yang menimpa luviana akibat pemutusan hubungan kerja secara sepihak yang dilakukan oleh Metro TV. Dalam keputusan resminya, dua institusi ini menyatakan PHK sepihak terhadap Luviana adalah bertentangan dengan hukum dan melakukan pelanggaran HAM.

Dalam putusan suratnya No 2.759A/K/PMT/XI/2012 yang keluar pada 9 November 2012, Komnas HAM menyatakan bahwa Metro TV terindikasi melakukan pelanggaran HAM. Secara faktual Komnas HAM menemukan adanya pelanggaran hak berserikat karena upaya pemecatan yang dilakukan terhadap Luviana bersamaan dengan dirintisnya upaya pembangunan Serikat Pekerja di Metro TV. Upaya ini dilakukan Metro TV secara sengaja atau tidak sengaja untuk menggagalkan upaya Luviana dalam membentuk serikat pekerja dan memperjuangkan kesejahteraan karyawan.

Sebelumnya, Komnas Perempuan juga telah mengeluarkan pernyataaan resmi melalui Surat No 083/KNAKTP/Pemantauan/Surat Dukungan/XI/2012, Komnas Perempuan juga telah menyatakan sikap. Pertama, kebijakan PHK terhadap Luviana tidaklah tepat Keputusan PHK ini merupakan pembungkaman bagi buruh untuk berpendapat serta mempertanyakan dan memperjuangkan hak kesejahteraannya.

Dukungan dari kedua institusi itu menambah daftar panjang dukungan sebelumnya yang telah dilakukan oleh puluhan Serikat Buruh yang tergabung dalam Aliansi Metro atau Aliansi Melawan Topeng Restorasi terhadap kasus pemecatan Luviana salah satu Jurnalis Metro TV, Luviana telah dibebaskan dari tugasnya setelah 10 tahun bekerja sebagai Asisten Produser. Dia dibebaskan dari pekerjaannya oleh manajemen Metro TV akibat aktivitas nya untuk membentuk serikat pekerja.

Setelah dibebaskan dari tugasnya, Luviana berusaha mencoba dengan segala cara untuk melakukan negosiasi dengan manajemen Metro TV, Namun, negosiasi tidak berhasil, karena manajemen dan redaksi Metro TV tetap menyatakan tidak ada masalah dalam kasus ini. lebih buruk lagi, pada tanggal 11 April 2012, pengelolaan Metro TV menginstruksikan Kepada kepala keamanan mereka untuk melarang Luviana serta mengusirnya ketika ingin memasuki gedung kantor, Ketika ditanya mengapa mengusir Luviana, para satpam menjawab disuruh oleh manajemen Metro TV.

Solidaritas terhadap pemecatan Luviana, mendorong puluhan Serikat Buruh bergabung dalam Aliansi Melawan Topeng Restorasi (Aliansi Metro) untuk memberi dukungan moral terhadap Luviana. Disamping mempertanyakan kasus pemecatan Luviana, Aliansi Metro juga mempertanyakan tentang penggunaan frekuensi yang digunakan Metro TV sebagai alat kampanye politik Surya Paloh dan Partai Nasional Demokrat bentukannya. “Ingat, kalian menggunakan frekuensi yang adalah milik publik, digunakan untuk berkoar-koar dengan Jargon Restorasi, tapi nyatanya berbuat sewenang-wenang terhadap karyawannya.

Ketika Surya Paloh yang setiap hari selalu tampil dalam tayangan Iklan di Metro TV dan selalu gencar mengkampanyekan perubahan Indonesia yang lebih baik melalui Gerakan Restorasi, Hingga publik pun akhirnya tahu bahwa Surya Paloh adalah pendiri Partai Nasional Demokrat sekaligus juga sebagai Bos Metro TV, lalu apa saja yang sudah dilakukannya untuk mencapai perubahan yang di inginkannya itu. Jangankan bicara untuk melakukan perubahan, disisi lain disaat bersamaan, praktik penindasan, kriminalisasi dan perlakuan sewenang-wenang tumbuh subur di perusahaannya. Hal ini terkait dengan kasus pemecatan terhadap Luviana salah satu Jurnalis Metro TV.

Kasus Luviana ini setidaknya membuka kacamata publik bahwa Jargon Restorasi yang dikumandangkan oleh Surya Paloh ternyata hanya pepesan kosong belaka, Jangankan bicara perubahan disegala bidang kalau faktanya hanya untuk membentuk Serikat Pekerja yang akan dilakukan oleh salah satu karyawan di perusahaannya Metro TV malah berbuntut pada kasus pemecatan, padahal pembentukan serikat pekerja sudah diatur dalam Konstitusi Negara yang menjamin hak setiap warga negara untuk berserikat dan berkumpul.

Maka kesimpulan dari semua ini ternyata, “Surya Paloh dan Jargon Restorasinya cuma omong kosong doang” seperti tong kosong nyaring bunyinya.

Berita Lainnya :
PKS Juara Tiga Partai Terkorup
Surya Paloh Jago di Iklan Doang
Tommy Soeharto Ingin Jadi Presiden
Kendaraan Politik Foke Seperti Metromini
Partai Politik Paling Layak Dipilih Pemilu 2014
Berita Heboh ini Sudah Dibaca satu Juta Orang
Milyaran Rupiah Praktek Suap Verifikasi Parpol
Sama Kader Partai Saja Menyuap Apalagi Sama Rakyat