Kamu memang sudah tidak cantik lagi, tapi aku tetap sayang kamu INDONESIAKU

Bakal Calon Walikota Depok 2016-2021

Bakal Calon Walikota Depok 2016-2021

Sungai Ciliwung Tercemar Limbah B3

Meningkatnya pencemaran Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di aliran sungai Ciliwung yang melewati wilayah Kota Depok tentunya sangat berbahaya bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai ciliwung, terutama warga yang mempergunakan air sungai ciliwung untuk konsumsi kebutuhan rumah tangga, misalkan untuk minum, masak dan mandi. Hal ini dikatakan oleh Stap Khusus Badan lingkungan hidup Kota Depok Sario Sabani, ketika mengawasi pembersihan bantaran Sungai Ciliwung dibawah Jembatan Panus Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja kota Depok tersebut menegaskan, pihaknya telah berulang kali mengingatkan warga agar tidak membuang sampah di sungai ciliwung namun tetap saja terjadi. Limbah B3 yang ditemukan misalnya adalah lampu dan bekas kaleng oli dan juga yang memiliki kandungan kimia berbahaya dan berdampak buruk terhadap lingkungan. Lebih jauh Sario mengatakan, Aparat Pemkot Depok setiap sebulan sekali rutin membersihkan sampah dibantaran sungai ciliwung tetapi setiap kali pula Limbah B3 tetap banyak ditemui, bahwa sampah yang berhasil diangkut setiap kali pembersihan mencapai satu truk kemudian diangkut petugas kebersihan dan pertamanan untuk dibuang ketempat pembuangan akhir di cipayung.

Menurut pengamatan penulis di lapangan, bahwa produksi sampah di Kota Depok setiap harinya kurang lebih mencapai 4.250 M3 perhari padahal kemampuan dari Dinas terkait dalam ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok hanya mampu mengangkut 38 persen atau hanya sekitar 1.615 kubik perharinya sehingga sisa sampah yang tidak terangkut ini tentunya akan menjadi problematika terhadap kondisi lingkungan yang ada, ditambah tingkat kesadaran masyarakat juga sangat rendah dengan membuang sampah sembarangan terutama membuang sampah kekali ciliwung.

hampir setiap hari terutama di pagi hari ketika jalanan masih sepi selalu terpantau banyak warga yang mengendarai mobil maupun sepeda motor terlihat membuang sampah dan melemparnya ke sungai ciliwung, entah apa yang ada dipikiran mereka itu ? Tanpa merasa bersalah dengan seenaknya membuang sampah sembarangan, jelas perbuatan yang tidak bertanggung jawab ini berakibat buruk bagi pencemaran sungai ciliwung, tak jarang justru sampah yang dibuang oleh warga yang tidak bertanggung jawab tersebut mengandung unsur limbah B3.

Namun mengingat aliran sungai ini juga mengalir ke Jakarta tentu dampak buruknya bukan hanya menimpa masyarakat di sekitar bantaran sungai ciliwung di wilayah Kota Depok saja tapi juga seluruh masyarakat yang tinggal disekitar bantaran sungai ciliwung sampai pintu air terakhir yaitu di wilayah Manggarai Jakarta Selatan akan terkena dampak dari pencemaran Limbah B3.

Apalagi sekarang ini kalau kita melihat kondisi sepanjang aliran sungai ciliwung setelah keluar dari perbatasan wilayah Kota Depok hingga sampai pintu air terakhir di Manggarai, kondisi lingkungannya benar-benar sudah sangat memprihatinkan, sampah menumpuk dimana-mana disepanjang aliran sungai. Langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Depok dengan melakukan tindakan setiap sebulan sekali rutin membersihkan sampah dibantaran sungai ciliwung tentu harus di apresiasi semua pihak hingga tidak menjadi persoalan dikemudian hari.

Kondisi seperti ini tentunya juga harus mendapat perhatian dari Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, mengingat Kota Depok dengan Sumber Daya Manusia dan Sumber Penghasilan Daerah yang sangat kecil tentu tidak akan mampu melaksanakannya sendirian, tentunya diharapkan adanya kepedulian dari Pemerintah Propinsi DKI Jakarta untuk bisa memberikan bantuan agar dapat mengatasi permasalahan Limbah B3 itu secara bersama-sama. Karena bila ini tidak dilakukan, bukan hanya masalah pencemaran Limbah B3 saja yang akan terjadi namun dampak lain yang lebih mengkhawatirkan adalah masalah banjir akibat banyaknya sampah-sampah yang mengalir di sungai Ciliwung yang dapat mengakibatkan bertumpuknya sampah pada saluran air, hingga terjadi penyumbatan pada saluran air, apalagi penyumbatan sampah ini juga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.

Kota Depok memang secara Administratif bagian dari Wilayah Propinsi Jawa Barat namun secara Geografis Kota Depok adalah sebagai Pintu gerbang perbatasan antara Propinsi Jawa Barat dan Propinsi DKI Jakarta. Apalagi dari 1.7 Juta jiwa penduduk kota Depok hampir 70 persennya justru lebih banyak bekerja di DKI Jakarta.

Berita lainnya :
Wanita Penyebab Banjir di Jakarta
Persamaan Pemerintah dan Celana Dalam
Demi Perselingkuhan Memalsukan Orgasme
Dibalik Orgasme Kejujuran Angelina Sondakh
Dibalik Goyangan Wanita
Ibukota Jakarta Tidak Jadi Pindah
Satu Lagi Kader PKS Tertangkap Lihat Situs Porno
----------------------------------------------------------------------------------------------------- Terima kasih atas kunjungannya. Bila ada pertanyaan klik : DI SINI - 085710090000
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
AGUS SUTONDO MEDIA CENTER
MAS TEMPLATE