Taman Aspirasi Tumaritis

Taman Aspirasi Tumaritis

Calon Walikota Depok 2016-2021 Jalur Independen

Calon Walikota Depok 2016-2021 Jalur Independen

Satu Juta Penduduk Jawa Barat Buta Aksara

Menjadi sebuah pertanyaan ketika penghargaan ternyata tidak berkorelasi antara prestasi dan sesuatu yang seharusnya dicapai secara signifikan. Terbukti berdasarkan informasi dari Pusat Data dan Analisa Pembangunan (Pusdalitbang) Jawa Barat tercatat bahwa jumlah angka buta aksara tahun 2012 untuk usia 15 tahun keatas mencapai 1.072.160 jiwa, jika diakumulasikan dari jumlah penduduk secara keseluruhan yang mencapai 43.053.732 jiwa, maka jumlah buta aksara ini masih sangat tinggi.

Padahal tiga tahun sebelumnya tepatnya pada tanggal 8 September 2009, Jawa Barat pernah mendapat penghargaan Anugerah Aksara dan Penghargaan ini diserahkan secara langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo kepada Gubernur Jawa Barat di Cilegon Banten, Atas prestasi dalam memberantas buta aksara di Jawa Barat.

Apalagi Ahmad Heryawan juga pernah mengatakan, menargetkan Jawa Barat bebas buta aksara pada tahun 2012. Dengan fokus masyarakat berusia 30 tahun ke bawah,” kata Heryawan usai perayaan Hari Aksara di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa 8 November 2011.

Saat ini apakah target tersebut sudah tercapai padahal penghargaan sudah diraih tiga tahun sebelumnya, Lalu apa artinya penghargaan tersebut kalau faktanya hampir satu juta lebih penduduk jawa barat masih buta aksara alias buta huruf, sehingga target ingin membebaskan jawa barat dari buta aksara tidak tercapai, begitu juga secara riil yang namanya penghargaan itu ternyata tidak mampu menekan angka buta aksara di jawa barat.

Tingginya angka buta aksara ini menjadi bukti gagalnya pemerintah Jawa barat dalam melakukan orientasi pendidikan yang tidak berpihak pada kepentingan masyarakat, hal ini bisa juga kita lihat dari rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Jawa Barat.

Padahal selama ini orang selalu berpikir bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Wilayah Indonesia Timur sangat rendah, namun sekarang persepsi itu kini sudah berubah, ternyata sekarang ini Jawa Barat menduduki rangking terendah Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan bagi masyarakat untuk mengakses pada semua jenjang pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA), sekolah menengah umum (SMU) sampai jenjang strata satu.

Faktor rendahnya APK Pendidikan di Jawa Barat ini tak lepas dari tingkat kemiskinan penduduk, bahkan, dibandingkan dengan wilayah Indonesia Timur, Wilayah Jawa Barat masih memiliki penduduk miskin lebih banyak yang tidak dapat mengakses pendidikan sehingga APK Pendidikan terendah di Indonesia saat ini justru adanya di Jawa Barat.

Indikasi ini membuktikan bahwa Pemerintahan Daerah Jawa Barat belum berpihak pada pembangunan yang berujung pada kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang pendidikan yang belum nampak menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas. Ironisnya, Gubernur Jawa Barat justru berangkat dari partai yang selama ini mengklaim dengan jargon politiknya cerdas dan peduli.

Berita Lainnya :
Pesta Pora Oknum Ustad di Kota Depok
Pukat Harimau dan Kader Jenggot di Gerbang Mutasi
APK Pendidikan Jawa Barat Terendah di Indonesia
Mempertanyakan Gelar Doktor Ahmad Heryawan
* Kualitas Hidup Masyarakat Jawa Barat Rendah
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA - BILA ADA PERTANYAAN KLIK : DI SINI
 
Template Modify by
Creating Website

Proudly powered by
Blogger