Taman Aspirasi Tumaritis

Taman Aspirasi Tumaritis

Calon Walikota Depok 2016-2021 Jalur Independen

Calon Walikota Depok 2016-2021 Jalur Independen

Pukat Harimau dan Kader Jenggot di Kota Depok

Sering kita mendengar keluhan para nelayan terhadap keberadaan kapal-kapal besar yang mempergunakan pukat harimau untuk menangkap ikan di laut, Penggunaan pukat harimau untuk menangkap ikan di laut sangat meresahkan para nelayan tradisional, karena penggunaan pukat harimau dapat mengancam ekosistem laut yang juga berdampak pada perekonomian masyarakat nelayan.

Pukat harimau adalah jaring yang sangat besar dan lebar yang dipergunakan untuk menangkap ikan, penggunaan pukat harimau ini dilakukan dengan cara menjaring dan dibenamkan ke air laut bahkan terkadang sampai kedasar laut, jaring tersebut kemudian memerangkap dan membunuh ikan serta makhluk lainnya termasuk hiu, penyu dan lumba-lumba, bahkan pukat harimau juga dapat merusak telur-telur ikan dan terumbu karang, oleh sebab itu maka penggunaan pukat harimau sangat dilarang keras karena dapat membahayakan ekosistem laut.

Fenomena pukat harimau yang sangat meresahkan para nelayan ini terjadi juga di Kota Depok, loh kenapa pukat harimau bisa ada di Kota Depok, padahal secara geografis kota depok tidak mempunyai wilayah kelautan yang ada hanya danau atau lazim disebut situ, bahkan dari puluhan situ yang ada kondisinya sangat memperihatinkan karena tidak dimanfaatkan dengan baik pengelolaannya oleh pemerintah daerah sehingga wajar saja banyak situ yang sudah kering kerontang bahkan hilang sama sekali dan ironisnya bekas lahannya sudah menjadi kawasan terbangun.

Lalu apa yang dimaksud dengan keberadaan pukat harimau di Kota Depok, padahal wilayah laut tidak ada ? Pukat harimau yang dimaksud adalah sebuah ilustrasi yang terjadi di Kota Depok akibat ulah oknum kader jenggot yang sepak terjangnya seperti pukat harimau.

Kader Jenggot di Gerbang Mutasi

Siapakah oknum kader jenggot tersebut, padahal yang kita tahu bahwa yang namanya kader jenggot ini cukup popular di mata para penggiat politik, istilah kader jenggot sering disebut pada kader partai yang bisanya hanya menempel pada elit partai layaknya jenggot yang menempel di dagu, para kader jenggot ini selalu mendekati elit partai dengan harapan dapat memperoleh dukungan untuk bisa mencalonkan diri sebagai calon legislatif dan dapat urutan pertama.

Namun setelah terjadinya perubahan sistem pemilu yang tidak berdasarkan nomor urut lagi dalam hal penetapan calon terpilih anggota legislatif, keberadaan kader jenggot ini lambat laun mulai menghilang. Tetapi mengapa sekarang fenomena kader jenggot muncul kembali khususnya di Kota Depok, kondisi ini tak lepas akibat terjadinya perubahan politik di Kota Depok yang berpengaruh sangat besar terhadap tingkah laku para oknum kader jenggot.

Oknum kader jenggot ini dengan jaringnya atau jaringannya yang luas dan kuat ternyata mampu membuat para birokrasi dan pelaku ekonomi di Kota Depok menjadi resah, tindak tanduk oknum kader jenggot ini sungguh luar biasa, segala urusan yang kecil dan besar hampir semuanya dilahap layaknya pukat harimau, bahkan kelakuan oknum kader jenggot ini telah merusak tatanan yang sudah terbangun cukup baik terutama terkait dengan pemutasian birokrat di Kota Depok.

Mereka para oknum kader jenggot ini, mendatangi seluruh instansi yang ada di Kota Depok, dengan gayanya yang sangat meyakinkan layaknya seorang koboi jalanan dengan ciri khas dagunya yang berjenggot dan keberadaan jenggotnya itulah maka disebut kader jenggot karena mereka diduga sering menjual nama partai, entah partai apa yang mereka jual masih tanda tanya ?

mereka mendatangi Kantor pemerintah dan meminta secara halus terhadap segala alokasi kegiatan di seluruh instansi pemerintah Kota Depok, bahkan kegiatan yang bersipat elektronik pun mereka garap, alhasil sudah bisa ditebak, perilaku oknum kader jenggot ini bukan hanya meresahkan kalangan birokrat tetapi juga membuat para pelaku ekonomi menjadi mengeluh karena lahannya sudah diambil oleh oknum kader jenggot.

Birokrat yang kedatangan oknum kader jenggot ini tentunya tidak bisa berdaya upaya untuk mengelak apalagi bagi para birokrat yang haus akan karir dan masa depan, para birokrat cukup paham dengan keberadaan mereka, sehingga bila menolak, diduga nasib karirnya akan segera ditentukan dalam pemutasian birokrat, Sungguh aneh padahal pemutasian birokrat itu sebenarnya adalah wewenang Kepala Daerah melalui proses yang di lakukan oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (baperjakat) dan bukannya kewenangan Baperjenggot atau Badan Pertimbangan Kader Jenggot.

Lalu mengapa oknum kader jenggot ini diduga bisa begitu berwenang melakukan proses pemutasian sebagai alat bargain untuk meminta kegiatan pada para birokrat ? apakah oknum kader jenggot ini begitu dekat dengan lingkaran kekuasaan hingga mampu melakukan tekanan ? Ada dugaan para oknum kader jenggot ini mempunyai jaringan yang sangat luas layaknya jaring pukat harimau yang lebar, dengan segala daya upaya, mereka berusaha melakukan apa saja apabila keinginannya tidak tercapai.

Ada dugaan oknum kader jenggot ini melakukan pembusukan terhadap birokrat yang tidak sepaham dengan keinginannya, akibat pembusukan ini maka pintu gerbang mutasi siap terbuka lebar bagi birokrat yang tidak sepaham, Kondisi ini berbanding lurus dengan banyaknya birokrat yang bermasalah tapi tetap di pertahankan, ironisnya justru banyak birokrat yang berprestasi tetapi malah di singkirkan hanya gara-gara tidak sepaham, Akankah Walikota Depok tahu dengan pembusukan yang di lakukan oleh oknum kader jenggot, jawabannya hanya Walikota saja yang tahu ?

Layaknya pukat harimau yang meresahkan kehidupan para nelayan dan dilarang keberadaanya maka tindakan yang dilakukan oleh oknum kader jenggot yang tingkah lakunya sama seperti pukat harimau apakah perlu dilarang dan di lakukan tindakan yang tegas terhadap tingkah laku para oknum kader jenggot yang meresahkan para birokrat dan pelaku ekonomi di Kota Depok ? Jawabannya kalau tidak ada yang mampu melarang dan memberi tindakan tegas terhadap oknum kader jenggot tersebut maka jawaban selanjutnya tinggal menunggu pemilukada ulang atau pemilu tahun 2014 dan pemilukada tahun 2015.

Berita Lainnya : 
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA - BILA ADA PERTANYAAN KLIK : DI SINI
 
Template Modify by
Creating Website

Proudly powered by
Blogger