Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Presiden PKS dan Aroma Segar Daging Impor

Berita mengejutkan datang dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Menurut juru bicara KPK Johan Budi, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan status tersangka berdasarkan dua alat bukti yang sudah didapat dan Alat bukti ini merupakan hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK dalam operasi pada selasa malam, 29 Januari 2013 di hotel Le Meridien jakarta, KPK menangkap tiga laki-laki dan seorang perempuan saat melakukan transaksi suap, Mereka kemudian digelandang ke gedung KPK bersama barang bukti sejumlah uang yang disimpan dalam dua tas kresek, buku tabungan Mandiri, dan tas hitam.

Dalam pernyataannya Johan Budi mengatakan bahwa salah satu tersangka berinisial LHI. penetapan LHI sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan dari penangkapan Tim KPK terhadap AF dan dua pengusaha dari PT Indoguna Utama terkait dengan kasus penyuapan impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

Selain LHI, tersangka lainnya adalah AF (diduga Ahmad Fathonah), JE (diduga Juard Effendi, Direktur Utama Indoguna) dan AAE (salah satu direktur Indoguna). JE dan AAE menyerahkan uang senilai Rp 1 miliar pada AF di kantor Indoguna di kawasan Pondok Bambu Jakarta Timur. Dari tempat tersebut, AF membawah uang tersebut ke hotel Le Meridien sebelum kemudian diserahkan kepada LHI.

Siapakah inisial LHI ini, Siapa lagi kalau bukan Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden Partai Keadilan Sejahtera dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dengan telah ditetapkannya Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka oleh KPK, maka terjawab sudah teka-teki yang sempat dianggap fitnah ini dan ternyata benar adanya.

Kini semakin nampak didepan mata bahwa Partai Keadilan Sejahtera yang selama ini mengklaim sebagai partai yang bersih dari urusan korupsi. Ibarat bangkai lambat laun pasti akan tercium juga, ironisnya bangkai tersebut justru tercium pada dugaan suap aroma segar daging impor.

Terciumnya aroma segar daging impor ini terkait dengan penetapan status tersangka pada dua Direksi badan usaha PT Indoguna Utama yang memang bergerak dalam bidang impor daging. Kedua direksi berinisial JE dan AAE itu tertangkap tangan oleh KPK yang diduga akan melakukan penyuapan dan uang suap ini diduga akan diberikan kepada politikus Dewan Perwakilan Rakyat berinisial LHI terkait dengan proyek di Kementerian Pertanian.

Ada apa dibalik kasus penyuapan ini padahal PT Indoguna Utama pernah masuk dalam daftar hitam Kementerian Pertanian tahun 2011 akibat terkait pengurusan dokumen impor daging yang dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sehingga ada dugaan, kasus penyuapan ini dalam rangka mencabut status daftar hitam perusahaan tersebut, tidak tangung-tanggung yang mau disuap justru adalah Luthfi Hasan Ishaaq yang menjabat sebagai ketua Partai Keadilan Sejahtera ?

Bagaimana mungkin perusahaan yang sudah mendapat sanksi daftar hitam dari kementerian pertanian bisa mendapat izin impor daging sapi, tentunya kasus penyuapan ini ada udang dibalik batu apalagi Menteri Pertanian berangkat dari gerbang yang sama dengan Luthfi Hasan Ishaaq.

Karena itu diharapkan Komisi Pemberantasan Korupsi dapat mengungkap secara tuntas kasus penyuapan ini sehingga bau bangkai yang selama ini tertutup akan tercium juga aromanya melalui bau sedap daging impor.

Berita Lainnya
Akal Bulus PKS Mendukung PDS 
Pesta Pora Oknum Ustad di Kota Depok 
Nyanyian Merdu Rani Untuk Presiden PKS