Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Mempertanyakan Gelar Doktor Ahmad Heryawan

Bagi masyarakat jawa barat, siapa yang tidak kenal dengan sosok Ahmad Heryawan, seorang Gubernur yang sangat unik karena sempat mendapat predikat sebagai Gubernur yang paling banyak memasang spanduk, baliho maupun banner dan sejenisnya di sepanjang jalanan Kota Bandung dan Jawa Barat, Melalui sosialisasi spanduk dan baliho ini maka wajah dan namanya begitu popular dimata masyarakat Jawa Barat.

Begitu banyak spanduk dan baliho bertebaran di jawa barat, mungkin jumlahnya bisa mencapai ribuan, namun diantara ribuan spanduk dan baliho tersebut ada sesuatu yang menarik perhatian yaitu adanya dua pencantuman gelar didepan namanya. Pencantuman dua gelar Ahmad Heryawan bisa dilihat pada kedua foto di postingan ini 
Gelar Doktor Ahmad Heryawan
Pertama adalah gelar akademik Doktor (DR) dan yang kedua adalah gelar penghormatan Doktor Honoris Causa atau DR (HC), memang sepertinya bagi masyarakat awam tentu persoalan gelar ini tidak menjadi masalah, namun bagi masyarakat yang paham tentang pencantuman gelar, tentunya ini menimbulkan sebuah tanda tanya, apakah Ahmad Heryawan benar mendapat gelar akademik Doktor (DR) atau hanya mendapat gelar penghomatan Doktor Honoris Causa alias DR (HC).

Walaupun terlihat sama namun gelar penghormatan Doktor Honoris Causa (HC) sangat jauh berbeda dengan gelar Doktor dari Akademik, kalau gelar kehormatan Doktor Honoris Causa adalah sebuah gelar kesarjanaan yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi/Univesitas yang memenuhi syarat kepada seseorang tanpa orang tersebut perlu mengikuti pendidikan yang sesuai untuk mendapatkan gelar kesarjanaannya tersebut, Gelar Kehormatan Doktor Honoris Causa dapat diberikan bila seseorang telah dianggap berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia.

Sedangkan Doktor adalah gelar akademik tingkat tertinggi yang diberikan pada seseorang yang telah mengikuti program pendidikan Doktor (S3) pascasarjana, dan untuk mendapatkan gelar ini bukan sesuatu yang mudah, bagi mereka yang pernah melewati proses ini pasti tahu apa artinya pengorbanan yang harus dilakukan untuk memperoleh sebuah gelar Doktor yang pantas, bagaimana mereka harus mempresentasikan karya ilmiah di depan dosen-dosen penguji dan ini merupakan satu contoh kegiatan dalam proses pendidikan yang panjang dan melelahkan yang harus dilalui para penuntut ilmu.

Dari penjelasan diatas setidaknya bisa menjadi gambaran, bagi seseorang yang senang memasang gelar didepan namanya tentu akan lebih memilih pencantuman gelar yang didapat dari gelar Akademik dibanding dengan gelar kehormatan, terkecuali bagi mereka yang memang tidak memperoleh gelar secara Akademik atau bahkan mereka mendapatkan gelar keduanya, baik gelar akademik maupun gelar kehormatan. dan biasanya bagi yang memiliki gelar keduanya tentu akan memilih gelar Akademik dibanding dengan gelar kehormatan untuk mencantumkan didepan namanya. Namun ada juga yang mencoba menghilangkan gelar kehormatan menjadi terlihat seperti gelar akademik. 
Gelar Doktor HC
Maka melihat tampilan gambar spanduk dan baliho pada sosok Ahmad Heryawan yang terlihat ada dua pencantuman gelar yang berbeda tentunya menjadi sebuah pertanyaan, apakah pencantuman gelar Doktor didepan nama Ahmad Heryawan benar adanya dan murni didapat dari gelar akademik atau diduga sengaja menghilangkan gelar kehormatan Doktor (HC) menjadi Doktor tanpa (HC).

Atau mungkin saja Ahmad Heryawan memang mendapat kedua gelar tersebut sehingga menjadi suka-suka buat orang yang mencantumkan gelar didepan namanya dalam spanduk ataupun Baliho. Namun ini akan menjadi masalah bila ternyata Ahmad Heryawan hanya mendapat gelar Doktor (HC) tetapi justru menghilangkan identitas (HC) karena dengan maksud apa identitas gelar kehormatan tersebut dihilangkan, bila ini benar-benar terjadi tentunya perubahan gelar tersebut akan berdampak negatif, Karena penggunaan gelar Akademik dan gelar kehormatan ada dasar hukumnya.

Terdorong rasa penasaran terhadap gelar yang dicantumkan didepan nama Ahmad Heryawan pada spanduk dan baliho, apalagi setelah dicari dari berbagai sumber terutama terkait dengan biografi pendidikan Ahmad Heryawan, Apakah benar Ahmad Heryawan sudah mendapatkan gelar akademik Doktor atau hanya sekedar gelar Kehormatan Doktor (HC) maka saya memberanikan diri mengirim surat secara langsung pada Gubernur Ahmad Heryawan untuk menanyakan tentang pencantuman gelar didepan namanya yang terpasang di ribuan spanduk dan baliho se jawa barat.

Setelah menunggu cukup lama jawaban dari Ahmad Heryawan dan ternyata jawaban surat tersebut sampai hari ini belum dibalas oleh yang bersangkutan, tetapi yang membuat saya cukup terkejut, bukan surat yang didapat namun justru seluruh spanduk dan baliho yang mencantumkan gelar didepan nama Ahmad Heryawan ternyata seluruh spanduk dan baliho tersebut dihilangkan alias dicabut dari tempat pemasangannya, loh kenapa spanduk dan baliho tersebut mesti dicabut padahal spanduk dan baliho tersebut terpasang dengan tujuan untuk sosialisasi program Ahmad Heryawan selaku Gubernur Jawa Barat. Sangat disayangkan spanduk dan baliho yang dipasang oleh Instansi/Dinas propinsi Jawa Barat ternyata tidak berusia lama, apalagi pemasangan spanduk dan baliho sosialisasi tersebut sudah tentu mempergunakan dana APBD.

Pencabutan dan ditariknya peredaran spanduk dan baliho ini tentunya menimbulkan tanda tanya besar, kadang terpikir apakah ini karena saya mengirim surat meminta klarifikasi tentang pencantuman gelar didepan namanya atau pencabutan spanduk dan baliho ini karena ada unsur lainnya, sampai hari ini saya masih tetap bertanda tanya ? jangan-jangan apa yang saya klarifikasi terhadap beliau benar adanya sehingga dugaan ada pencantuman gelar yang salah ini tentunya berakibat pada ditariknya peredaran spanduk dan baliho se jawa barat ?

Kalau itu benar adanya tentu akan berakibat sangat buruk, karena dampak dari pencantuman gelar yang tidak semestinya tentu akan berakibat negatif. Karena Jika Ahmad Heryawan gelarnya hanya Doktor Honoris Causa, mengapa tidak dicantumkan gelar HC pada gelar Doktornya. Pencantuman HC adalah Wajib karena untuk mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa yang jelas gelar ini merupakan penghargaan dan bukan melalui jenjang pendidikan S3. Pertanyaannya apakah benar Ahmad Heryawan telah mendapatkan gelar Doktor, karena saya sudah mencari dari berbagai sumber di pencarian google tetap saja tidak ditemukan dimana Ahmad Heryawan mendapatkan gelar Doktor dan tahun berapa mendapatkannya. Karena saya hanya mengenal beliau dengan nama H. Ahmad Heryawan, Lc dan penambahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC)

Mungkinkah teman-teman ada yang mengetahuinya, mohon komentarnya disini, semoga jawaban dari teman-teman bisa mengusik rasa penasaran saya. trims berbagi infonya.

Berita lainnya :
Potret Buruk Penguasa dari PKS
* Mantan Presiden PKS Diduga Terlibat PKI
Kata Suswono, Sapi Kami Sejahtera Sekali
Korupsi PKS Diduga Nilainya Triliunan Rupiah
Kualitas Hidup Masyarakat Jawa Barat Rendah
Oknum Kader PKS Sudah Seperti Klinik Tong Fang
Benang Merah Kasus suap Daging Impor dan Bank BJB