Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Kualitas Hidup Masyarakat Jawa Barat Rendah

Pemerintah Daerah sekarang ini terlihat senang sekali saling berlomba-lomba memamerkan diri tentang penghargaan yang sudah dicapai oleh daerahnya, lihat saja tingkah pola para kepala daerah seperti Jawa Barat yang mengatakan sangat bersyukur kalau Jawa Barat mendapat begitu banyak penghargaan atas prestasi yang sudah dicapai oleh Kepala Daerahnya, ada kurang lebih 71 penghargaan yang sudah diraih oleh Jawa Barat, begitu juga dengan Jawa Tengah yang merasa bangga akan prestasi yang diraih oleh Kepala Daerahnya dengan menyabet 96 penghargaan, termasuk juga Sulawesi Selatan malah lebih fantastis dengan 117 penghargaan yang sudah diraih oleh kepala daerahnya.

Namun sangat disayangkan bahwa penghargaan yang sudah diraih oleh daerah-daerah tersebut ternyata tidak berkorelasi dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hal ini tentunya membuktikan bahwa puluhan penghargaan itu ternyata tidak mampu mendongkrak peringkat IPM yang diakui secara internasional karena sifatnya riil. Mengapa hal ini bisa terjadi, karena yang namanya penghargaan itu sifatnya hanya administratif yang bisa di peroleh, baik melalui prestasi maupun rekayasa, sedangkan IPM adalah riil kualitas dengan indikator yang jelas dan standarnya mendunia, sehingga wajar saja bila ada pertanyaan dari masyarakat cerdas yang mempertanyakan adanya kontradiksi, tidak berkorelasi antara prestasi dan sesuatu yang harusnya diraih secara signifikan seperti IPM tersebut hingga ada dugaan penghargaan itu diraih apakah murni berdasarkan prestasi atau rekayasa administrasi alias pembodohan pada publik.

Lucunya Kepala Daerah ini malah memanfaatkan perolehan penghargaannya itu untuk komoditas pencitraan saja melalui sosialisasi dalam rangka kepentingan politik, apakah mereka menganggap rakyat itu bodoh sehingga dengan bangganya penghargaan ini dipublikasikan sedemikian hebohnya, apalagi bagi Kepala Daerah yang ingin atau sedang melaksanakan kegiatan Pemilukada dan ingin tampil kembali sebagai kepala daerah di periode kedua, wah dengan bangganya mereka memamerkan keberhasilan penghargaan semu ini pada publik yang mereka anggap bodoh.

Supaya kita tidak terbuai dengan pameran penghargaan ini, baiknya kita ketahui dulu mengapa perolehan penghargaan ini tidak sesuai dengan realita yang ada, karena yang namanya tolak ukur keberhasilan Pemerintah Daerah dalam menjalankan kebijakan pembangunan di wilayahnya, salah satunya diukur dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan saat ini IPM Jawa Barat tidak beranjak dari posisi menengah dan masih menduduki peringkat ke 15 di tingkat nasional, kondisi ini tentunya sangat kontras dengan penghargaan yang diraih oleh jawa barat sebanyak 71 Penghargaan di tingkat nasional, dan kondisi ini juga hampir sama dengan penghargaan terhadap Gubernur Jawa Tengah yang mendapat penghargaan 96 penghargaan tingkat nasional namun IPM Jawa Tengah masih menduduki peringkat ke 16.

Begitu juga dengan Sulawesi Selatan dengan 117 penghargaan tapi menduduki peringkat ke 19 secara nasional, nah loh kok bisa begitu, ternyata yang namanya penghargaan itu secara riil belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, wajar saja kalau IPM nya rendah yang sudah barang tentu akan berdampak pada kualitas hidup Rakyat.

Indek Pembangunan Manusia atau yang lebih dikenal dengan singkatan IPM adalah salah satu tolak ukur keberhasilan pemerintah dalam melaksanakan roda pembangunan di wilayahnya, dimana tujuan akhir dalam pembangunan suatu daerah adalah manusia, Karena suatu daerah akan dinilai maju atau berkembang apabila kebijakan ekonominya berpengaruh terhadap kualitas hidup manusia dan dapat menciptakan lingkungan yang memungkinkan rakyat menikmati Pendidikan, Kesehatan, dan menjalankan kehidupan yang produktif. Sehingga melalui IPM akhirnya dapat diketahui sampai sejauh mana keberhasilan yang sudah dicapai oleh suatu daerah.

Dalam konteks Jawa Barat yang saat ini sedang melaksanakan pesta lima tahunan pemilukada tahun 2013, terlihat sangat menarik sekali untuk membahas tentang fenomena penghargaan, mengingat salah satu calon gubernur (petahana) Ahmad Heryawan dalam setiap orasinya selalu menyinggung tentang prestasi penghargaan yang sudah dicapai oleh Jawa Barat, namanya juga lagi kampanye ya sah-sah saja, toh tidak ada yang melarang.

Namun faktanya ketika Ahmad Heryawan menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Barat tahun 2011 di gedung DPRD Propinsi Jawa barat, ternyata dalam laporan tersebut Pemerintah Porpinsi Jawa barat kembali gagal mencapai target Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Gubernur di nilai telah gagal merealisasikan target pemerintahanya dalam rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Kebijakan Umum APBD (KUA perubahan tahun 2011, IPM Jabar di targetkan mencapai 73,24-73,39 poin. Namun, pencapaiannya berdasarkan data Badan Pusat Statistik hanya 72,82 poin. Dalam LKPJ itu juga tertulis bahwa indikator pendidikan mencapai 82,55 poin (target 82,92-83,29) dan indikator kesehatan mencapai 72,34 (target 73,33-73,40).

Saat ini hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Barat berada di urutan ke 15 secara nasional maka dengan IPM rendah ini membuktikan bahwa tingkat kualitas pendidikan, kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat masih rendah.

Sekedar contoh kecil, menurut General Manager PLN Distribusi Jawa Barat (DJBB), Denny Pranoto, Elektrifikasi di Jawa Barat masih rendah yaitu 73 persen dan sisanya 27 persen wilayah belum teraliri listrik. Penduduk Jabar yang belum terelektrifikasi itu banyak terdapat di pelosok-pelosok, Misalnya Cianjur, Garut, Tasikmalaya, bahkan, ada beberapa penduduk di Kota Cimahi yang belum terelektrifikasi," ujar Denny di Bandung. Dikatakan Denny, Jabar, menjadi provinsi yang tingkat elektrifikasinya paling rendah di antara provinsi lainnya.

Sekarang tinggal masyarakat Jawa Barat yang menilai, apakah banyaknya penghargaan yang diraih benar-benar murni prestasi atau rekayasa administrasi.

Berita Lainnya :
Pesta Pora Oknum Ustad di Kota Depok
Mempertanyakan Gelar Doktor Ahmad Heryawan
Satu Juta Penduduk Jawa Barat Buta Aksara
Janji Pendidikan Gratis Ahmad Heryawan Diragukan