Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Berita Duka Dari Masalembo

Tepat hari ini tanggal 27 Januari jam 12.45 siang 32 tahun lalu, detik-detik paling mengerikan dalam sejarah pelayaran Indonesia, Kapal tampomas II tenggelam di perairan MASALEMBO, Dalam peristiwa tersebut korban meninggal sebanyak 431 orang, dengan rincian 143 orang ditemukan jasadnya, 288 orang tenggelam bersama kapalnya dan 753 orang berhasil diselamatkan. sumber lain menyebutkan angka korban yang tewas di perkirakan jauh lebih besar hingga 666 Orang.

Tenggelamnya Kapal Tampomas II yang sampai hari ini masih menjadi misteri, siapa sebenarnya yang paling bertanggung jawab akibat tragedi tersebut karena Aksi cuci tangan besar-besaran pemerintah pada saat itu sangat melukai perasaan banyak orang, terlebih keluarga para korban.

Untuk mereka semua yang telah tiada akibat tenggelamnya kapal Tampomas II, marilah kita tundukkan kepala, semoga arwahnya di terima di sisi TUHAN Yang Maha Esa........Amin

Setahun setelah peristiwa tersebut berlalu, tepatnya tahun 1982, Sebuah lagu tercipta dan dinyanyikan oleh Ebit G Ade, persembahan lagu ini didedikasikan pada sang Nakhoda Kapal Tampomas II, Kapten Abdul Rivai, dengan judul “Sebuah Tragedi 1981” 

Dia nampak tegah berdiri, gagah perkasa
Berteriak tegas dan lantang, ia nakhoda
Sebentar gelap hendak turun
Asap tebal rapat mengurung
Jeritan yang panjang, rintihan yang dalam,
derak yang terbakar, dia tak diam
du du du du du du du du du du du du

Dia nampak sigap bergerak di balik api
Seperti ada yang berbisik, ia tersenyum
Bila bersandar kepadaNya
terasa ada tangan yang terulur
Bibirnya yang kering serentak membasah
Tangannya yang jantan tak kenal diam 

Bertanya kepadaNya, “Mesti apalagi?”
Semua telah dikerjakan tak ada yang tertinggal
Geladak makin terbenam, ho harapan belum pudar
Masih ada yang ditunggu mukjizat dariNya
Atau bila segalanya harus selesai
Pasrah terserah kepadaNya

Dia nampak duduk terpekur tengah berdoa
Ia hadirkan semua putranya, ia pamitan
Tanggung jawab yang ia junjung dan rasa kemanusiaan
ia telah bersumpah selamatkan semua
ia rela berkorban jiwa dan raga
du du du du du du du du du du du du

Di tengah badai pusaran air tegak bendera
Ia t’lah gugur begitu jantan, ia pahlawan
Pengorbanannya patut dikenang, jasa-jasanya pantas dicatat
Taburkanlah kembang di atas kuburnya
Berbelasungkawa bagi pahlawan

Sumber : 
Dibalik Kematian Soeharto dan Tragedi Tampomas II