Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

APK Pendidikan Jawa Barat Terendah di Indonesia

Selama ini orang selalu berpikir bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Wilayah Indonesia Timur sangat rendah, namun sekarang persepsi itu kini sudah berubah, ternyata sekarang ini Jawa Barat menduduki rangking terendah Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan bagi masyarakat untuk mengakses pada semua jenjang pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA), sekolah menengah umum (SMU) sampai jenjang strata satu.

Faktor rendahnya APK Pendidikan di Jawa Barat ini tak lepas dari tingkat kemiskinan penduduk, bahkan, dibandingkan dengan wilayah Indonesia Timur, Wilayah Jawa Barat masih memiliki penduduk miskin lebih banyak yang tidak dapat mengakses pendidikan sehingga APK Pendidikan terendah di Indonesia saat ini justru adanya di Jawa Barat.

Indikasi ini membuktikan bahwa Pemerintahan Daerah Jawa Barat belum berpihak pada pembangunan yang berujung pada kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang pendidikan yang belum nampak menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas. Ironisnya, Gubernur Jawa Barat justru berangkat dari partai yang selama ini mengklaim dengan jargon politiknya cerdas dan peduli.

Apa sih yang dimaksud dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan, Untuk sekedar diketahui bahwa definisi dari APK adalah perbandingan antara jumlah murid pada jenjang pendidikan tertentu (SD, SLTP, SLTA dan sebagainya) dengan penduduk kelompok usia sekolah yang sesuai dan dinyatakan dalam persentase. Hasil perhitungan APK ini digunakan untuk mengetahui banyaknya anak yang bersekolah di suatu jenjang pendidikan tertentu pada wilayah tertentu. Karena semakin tinggi APK berarti semakin banyak anak usia sekolah yang bersekolah di suatu jenjang pendidikan pada suatu wilayah. Sehingga APK merupakan indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan.

Mengapa Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Jawa Barat bisa begitu rendah, semua ini tak lepas dari kondisi kemiskinan penduduk yang masih menjadi problematika utama masyarakat di Jawa Barat, Sehingga dampak dari kemiskinan ini tentunya sangat berpengaruh besar bagi masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan, Lalu apa saja yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Jawa Barat selama ini, Apakah mereka cukup bangga dengan perolehan puluhan penghargaan kalau faktanya yang namanya penghargaan itu secara riil ternyata belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih dari itu rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan ternyata sejalan dengan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Barat, Apalagi Indek Pembangunan Manusia atau yang lebih dikenal dengan singkatan IPM adalah salah satu tolak ukur keberhasilan pemerintah dalam melaksanakan roda pembangunan di wilayahnya, dimana tujuan akhir dalam pembangunan suatu daerah adalah manusia, Karena suatu daerah akan dinilai maju atau berkembang apabila kebijakan ekonominya berpengaruh terhadap kualitas hidup manusia dan dapat menciptakan lingkungan yang memungkinkan rakyat menikmati Pendidikan, Kesehatan, dan menjalankan kehidupan yang produktif. Sehingga melalui IPM akhirnya dapat diketahui sampai sejauh mana keberhasilan yang sudah dicapai oleh suatu daerah.

Saat ini hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Barat berada di urutan ke 15 secara nasional maka dengan IPM rendah ini membuktikan bahwa tingkat kualitas pendidikan, kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat masih rendah. Jadi wajar saja kalau IPM rendah APK juga rendah, Sehingga dengan Angka Partisipasi Kasar yang rendah ini dapat menyebabkan kualitas manusia di Jawa Barat pun ikut-ikutan rendah.

Berita Lainnya :
Tukang Obat Jadi Cagub dan Cawagub Jawa Barat
Ribuan Istri Tertular Virus HIV/Aids di Jawa Barat
Biaya Pemilukada Jawa Barat Satu Triliun Rupiah
Kualitas Hidup Masyarakat Jawa Barat Rendah
Gelar Doktor Ahmad Heryawan Diduga Palsu
Satu Juta Penduduk Jawa Barat Buta Aksara