Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Akal Bulus PKS Mendukung PDS

Taktik dan strategi memang harus dilakukan oleh Partai Politik agar target politik yang ingin dicapai dapat berjalan sesuai dengan skenario yang di inginkan, walaupun dalam pelaksanaannya terkadang harus membungkus dan mengkemas sedemikian rupa seolah-olah apa yang dilakukannya bagian dari perjuangan partai.

Publik tentu masih ingat bagaimana ketika Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ketika mengusung Hidayat Nur Wahid sebagai kandidat salah satu calon Gubernur Jakarta pada tahun 2012, Dengan penuh keyakinan mengacu pada hasil pemilukada Jakarta tahun 2007 yang menghasilkan kemenangan secara politis walaupun calon dari partainya kalah tipis akibat pertarungan head to head antara calon tunggal dari PKS Adang Dorojatun-Dany Anwar melawan pasangan Fauzi Bowo-Priyanto yang didukung oleh seluruh partai.

Namun keyakinan mereka tidak berlangsung lama terbukti Hidayat Nur Wahid tidak berdaya untuk maju pada putaran kedua pemilukada Jakarta, konyolnya dengan kekalahan ini mereka malah memberi dukungan pada pasangan Fauzi-Nahrowi padahal Fauzi Bowo adalah seteru mereka dan yang selalu dipublikasikan buruk dalam hal kinerjanya sebagai Gubernur Jakarta, Aneh, kinerja buruk kok malah didukung, ada kesan dukungan ini bersipat Pragmatis Transaksional walaupun mereka sendiri mengatakan dukungan terhadap Fauzi Bowo karena ada kesamaan platform ?

Contoh diatas adalah gambaran nyata bagaimana sebuah partai politik mengkemas sedemikian rupa arti dari sebuah dukungan dan seolah-olah apa yang dilakukannya bagian dari perjuangan partai atau adanya kesamaan platform partai.

Saat ini ketika menjelang pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan pemilu tahun 2014, Komisi pemilihan Umum telah mengumumkan hasil verifikasinya dan telah menetapkan hanya ada 10 Partai Politik yang lolos sebagai peserta pemilu tahun 2014. Penetapan ini cukup mengejutkan publik karena banyak partai yang sebenarnya cukup banyak basis massa penggemar fanatiknya tetapi malah tidak lolos verifikasi sebagai peserta pemilu, diantaranya Partai Bulan Bintang dan Partai Damai Sejahtera.

Gagalnya Partai Damai Sejahtera sebagai peserta pemilu telah membuat PKS bersimpati dengan memberi dukungan dan mendorong Partai Damai Sejahtera melakukan banding ke Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) dan Mahkamah Agung agar bisa tampil kembali sebagai peserta pemilu tahun 2014. Dukungan ini diberikan dengan alasan sebagai saluran politik umat nasrani karena tanpa keikutsertaan PDS, maka ada satu golongan yang belum terwakili.

Mengapa PKS begitu bersimpati dan semangat memberi dukungan pada Partai Damai Sejahtera padahal kalau bicara ideologi partai sudah jelas sangat berbeda, diduga dukungan ini ada udang dibalik batu atau hanya sebuah akal bulus untuk kepentingan pertarungan partai politik pada pemilu tahun 2014. Dugaan ini menjadi begitu kuat ketika simpati PKS justru tidak diberikan pada Partai Bulan Bintang yang kebetulan mempunyai garis perjuangan yang sama sebagai partai yang bernuansa agama, sungguh aneh melihat sikap yang berbeda ini.

Namun bila kita menganalisa lebih jauh terkait dengan dukungan dan simpati yang kuat dari PKS terhadap PDS agar bisa lolos sebagai peserta pemilu 2014 tentunya ini akibat ketakutan PKS terhadap suara umat kristiani yang pasti akan beralih ke Partai Nasionalis, karena itu PKS berharap PDS bisa lolos sebagai peserta pemilu agar suara Umat Kristiani ini tidak menyebar pada beberapa Partai Nasionalis.

PKS tentunya sudah berhitung dengan jumlah suara dari umat kristiani yang cukup besar, hal ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2010 terhitung jumlah penduduk Indonesia sebanyak 237.556.363 Jiwa dan statistik jumlah penduduk menurut agama terlihat jumlah penduduk yang beragama Kristen kurang lebih 13 persen dari 237.556.363 jiwa penduduk Indonesia, sehingga bila dihitung secara kasar diperkirakan jumlah umat kristiani yang akan mempergunakan hak pilihnya bisa mencapai angka lebih dari 20 jutaan. Sudah barang tentu jumlah suara yang besar ini adalah suara potensial yang sangat menggiurkan bagi Partai Politik, terutama partai politik yang berhaluan nasionalis.

Terjadinya eksodus besar-besaran suara umat kristiani pada partai nasionalis tentunya bisa menghambat PKS untuk mencapai target tiga besar pada pemilu tahun 2014, makanya PKS begitu bersemangat memberi dukungan dan simpatinya yang sangat luar biasa pada PDS agar bisa lolos sebagai peserta pemilu 2014, dukungan ini tentunya bagian dari taktik dan strategi PKS, walaupun dukungan ini dikemas serta dibungkus rapi tetap saja menimbulkan sebuah pertanyaan, apalagi dukungan dan simpatik itu hanya diberikan pada PDS padahal disana ada Partai Bulan Bintang yang juga sedang berjuang untuk bisa lolos sebagai peserta pemilu 2014.

Sebuah taktik dan strategi yang sangat bagus tetapi mudah terbaca, kondisi ini sama seperti apa yang pernah disampaikan oleh Sun Tzu seorang Jenderal China yang ahli strategi perang yang mengatakan bahwa mereka yang terampil dalam ilmu perang selalu akan membawa musuh ketempat di mana mereka akan bertempur.

Berita Lainnya :
Kerja Politik PKS Membahayakan NKRI
Mempertanyakan Gelar Doktor Ahmad Heryawan
* Nasib Nur Mahmudi Ismail Akan Seperti Aceng Fikri
Partai Pengusung Mendukung Wakil Walikota Depok Mundur