Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Uang APBN Pindah Ke Kantong Pribadi

Semua orang yang pernah menikmati pendidikan sekolah dasar pasti mengetahui bahwa yang namanya perpindahan penduduk dari Desa ke Kota namanya Urbanisasi, tapi bagi masyarakat Indonesia sekarang ini sudah ada pelajaran baru yaitu perpindahan uang APBN ke Kantong pribadi namanya Urbaningrum.

Pelajaran baru ini bukan tanpa sebab, mungkin saja ungkapan perpindahan uang APBN ke kantong pribadi disebabkan oleh maraknya kasus korupsi yang melibatkan elit-elit kekuasaan yang telah menggerogoti uang APBN yang seharusnya dipergunakan bagi kepentingan masyarakat tapi justru dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

Tetapi mengapa perpindahan ini dinamakan Urbaningrum, lalu apa hubungannya ? apakah kata-kata ini sebagai bentuk plesetan dari kata Urbanisasi yang juga mempunyai arti yang hampir sama dalam bentuk kata perpindahan atau mungkin lebih pas diucapkan karena sama-sama ada Urbanya.

Memang kalau untuk urusan memplesetkan kata-kata, masyarakat Indonesia ini paling jagonya, misalkan kalau karnivora adalah binatang pemakan daging, sedangkan Herbivora adalah binatang pemakan tumbuh-tumbuhan, tetapi binatang pemakan segalanya justru diplesetkan menjadi kemenvora atau kemenpora alias kementerian pemuda dan olahraga yang memang beberapa tahun terakhir ini, kementerian tersebut banyak dilanda masalah, mulai dari kasus wisma atlet maupun kasus korupsi hambalang yang banyak melibatkan elit-elit kekuasaan.

Plesetan kemenpora ini juga bukan tanpa sebab mengingat begitu besar dana olahraga yang mencapai angka triliunan rupiah ternyata dana sebesar itu menguap tak berbekas dipentas olahraga, alih-alih ingin meningkatkan prestasi olahraga di Indonesia tetapi yang terjadi justru menampilkan dua hal buruk, “Korupsi dan Konflik”. Keserakahan para koruptor ini mengilhami masyarakat untuk memplesetkan kata-kata kemenpora sebagai pemakan segalanya.

Saat ini, mantan menteri pemuda dan olahraga telah menjadi pesakitan karena telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi sehingga yang bersangkutan lebih memilih untuk mengundurkan diri sebagai Menteri dengan alasan biar fokus menghadapi kasus yang sedang dihadapinya.

Menteri yang satu ini memang diduga tahu banyak tentang praktek korupsi yang terjadi di kementeriannya, secara logika dan sesuai dengan kapasitasnya sebagai pengguna anggaran, sangat tidak mungkin yang bersangkutan tidak mengetahui duduk persoalannya. Sehingga dengan kapasitasnya itu, publik masih tetap menunggu dan menunggu apakah akan ada nyanyian merdu lagi seperti nyanyian yang pernah di lagukan oleh mantan koleganya dulu yaitu nazarudin yang kini telah menikmati manisnya hotel prodeo dengan segala kemewahan didalamnya.

Mungkinkah Menteri ini akan bernyanyi merdu dan seirama dengan kata plesetan yang diucapkan oleh masyarakat, bahwa benar kalau arti dari Urbaningrum itu adalah perpindahan Uang APBN ke Kantong Pribadi. Ditunggu nyanyian merdunya.

Berita Lainnya : 
Perselingkuhan Anas Urbaningrum Dengan Model Iklan
Mantan Hulubalang Istana Merampok Hambalang
Skandal Besar Narkoba Dilingkaran Kekuasaan
Duet Anas dan Nazar Dibalik Proyek 10 Triliun
Dibalik Orgasme Kejujuran Angelina Sondakh
Predator Itu Bernama Kemenpora
Maafkan Kami Anas Urbaningrum