Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Seperti Diki Chandra, Wakil Walikota Depok Mundur

Suhu politik di Kota Depok semakin memanas, baru kemaren terjadi kehebohan pada sidang paripurna DPRD Kota Depok, Kegaduhan itu terjadi didalam ruangan sidang paripurna yang dilakukan oleh salah satu LSM Kota Depok, dan berteriak keras memprotes kehadiran Nur Mahmudi Ismail selaku Walikota Depok yang dianggap tidak pantas menduduki kursi Walikota Depok karena status hukumnya masih bermasalah, akibat putusan Mahkamah Agung  menerima hasil gugatan Partai Hanura terkait keabsahan dukungan pada salah satu calon Walikota dan Wakil Walikota Depok, Saat ini DPRD Kota Depok juga sudah mengirim surat ke Mendagri untuk segera menetapkan Plt Walikota sambil menunggu proses pemilukada ulang.

Gayung pun bersambut, sehari setelah insiden digedung DPRD yang sangat memalukan bagi Walikota Depok, tiba-tiba muncul pernyataan sikap dari pendukung Wakil Walikota Depok yang tergabung dalam Tim Relawan Idris Abdul Somad (TRIAD) yang mendesak agar Wakil Walikota Depok lebih baik mundur seperti mundurnya Wakil Bupati Garut Diki Chandra.

Alasan yang disampaikan oleh pendukung Wakil Walikota ini adalah, adanya suasana yang tidak sehat lagi dan tidak kondusif dilingkungan Pemerintahan Kota Depok, kami kasihan sama Pak Idris Abdul Somad yang tidak diorangkan lagi oleh Walikota Depok, sejak diangkat menjadi Wakil, Pak Idris tidak pernah dikasih kewenangan tugas yang jelas. Demikian disampaikan oleh Hendi Hidayat selaku Ketua Tim Relawan Idris Abdul Somad (TRIAD).

Lebih jauh dijelaskan, Hendi juga menyesalkan tidak pernah dilibatkannya Wakil Walikota dalam penempatan mutasi pejabat dilingkungan pemerintah Kota Depok, Sangat ironis kalau sampai Wakil Walikota sama sekali tidak tahu adanya penempatan mutasi jabatan dilingkungan kerjanya, dengan tegas hendi mengatakan kalau Walikota Nurmahmudi ismail terlalu arogan, merasa dirinya paling mampu dan tidak memerlukan Wakil walikota untuk mendampinginya dalam pembagian tugas yang jelas dalam tata kelola pemerintahan yang baik di Kota Depok.

Atas dasar pertimbangan itu TRIAD meminta mendesak agar Idris Abdul Somad mundur dari jabatannya sebagai Wakil Walikota Depok, kasus mundurnya Wakil Bupati Garut mungkin bisa menjadi contoh, bagaimana kalau seorang wakil merasa tidak diorangkan sama sekali oleh atasannya.

Mengingat saya sangat dekat dengan beliau, terkadang bila ada waktu luang sering berdiskusi diruangannya, maka ketika membaca Koran lokal hari ini dengan berita headline adanya desakan mundur dari Tim Relawan Idris Abdul Somad, saya hanya bisa mengelus dada. Ternyata isu yang berkembang dilingkungan Kota Depok benar adanya.

Karena faktanya bukan hanya Idris Abdul Somad saja yang tidak di berdayakan, banyak pejabat-pejabat yang lain yang tidak sepaham pasti akan disingkirkan padahal masih banyak posisi di eselon II dan III yang masih kosong di Kota Depok misalkan sampai hari ini jabatan kepala Dinas pendidikan masih kosong padahal kondisi kosong ini sudah berlangsung sejak penerimaan siswa baru tahun 2012 yang lalu dan sempat menghebohkan publik karena mundurnya kepala Dinas Pendidikan Kota Depok ini akibat tekanan yang sangat luar biasa.

Kini publik sedang menunggu, beranikah Idris Abdul Somad mengundurkan diri jadi Wakil Walikota Depok, kalau benar ini terjadi maka semakin panas saja suhu politik di Kota Depok yang memang sudah lama sangat bergejolak terkait adanya putusan Mahkamah Agung yang membatalkan keabsahan salah satu calon Walikota dan Wakil Walikota Depok pada pemilukada yang lalu.

Berita Lainnya :
PKS Tidak Lolos Parlemen Treshold
Pesta Pora Oknum Ustad di Kota Depok
Ahmad Heryawan Tumbang di Kota Depok
Kualitas Hidup Masyarakat Jawa Barat Rendah
Analisa Sederhana Kekalahan Aher di Jawa Barat
Mengapa PKS Syukuran Karena Tidak Jadi Kiamat
Pertarungan Head To Head Antara Dede dan Rieke