Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Selamat Hari Natal, Mengapa Mesti Bingung

Sungguh indah yang namanya keberagaman dalam menjalankan keyakinannya masing-masing, tanpa harus merasa dirinya yang paling benar, kenapa Indonesia yang majemuk ini masih tetap ada pemikiran tidak saling bertoleransi sesama pemeluk agama, apalagi hanya sekedar mengucapkan selamat.

Baru beberapa hari yang lalu Ketua Umum PBNU, Said Agil Siradj memberi jaminan bahwa mengucapkan selamat hari natal tidak masalah dan diperbolehkan, tiba-tiba muncul lagi pernyataan dari Majelis Ulama Indonesia kalau mengucapkan selamat hari natal tidak diperbolehkan karena hukumnya masih belum jelas dan karena belum jelas baiknya tidak usah dijalankan.

Penulis sebagai seorang muslim yang mempunyai dua saudara kandung sebagai pendeta tentu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala terkait adanya pelarangan ini, padahal ada atau tidak ada pelarangan tersebut, harmonisasi antara saya dengan kedua saudara kandung tersebut tetap berjalan baik. Kalau hari natal saya tetap mengucapkan selamat hari natal, dan kalau hari raya idul fitri, mereka juga mengucapkan hal yang sama, sungguh hubungan harmonis yang sangat indah bila hal ini juga dilakukan oleh umat beragama lainnya.

Walaupun kami semua berbeda keyakinan, tetapi kami sangat yakin bahwa TUHAN itu Maha Adil, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, sekarang mari kita lihat berapa jumlah manusia saat ini di muka bumi, kurang lebih sudah mencapai 7 milyar manusia, belum lagi manusia-manusia di zaman sebelumnya.

Apakah dari milyaran manusia sebanyak itu, hanya seperempatnya saja yang akan masuk surga berdasarkan keyakinannya, padahal semua manusia itu adalah ciptaan TUHAN dan percaya adanya TUHAN serta mereka beribadah kepada TUHAN. Lalu apakah sisanya yang tidak sesuai dengan keyakinannya akan masuk neraka, kalau itu yang terjadi berarti TUHAN tidak adil, tidak maha pengasih dan tidak maha penyayang. Wah kalau itu yang terjadi, tentu sebelum kita lahir dan kalau kita diperbolehkan memilih sebelum lahir kedunia tentu akan meminta pada TUHAN agar dilahirkan dirahim seorang ibu yang mempunyai keyakinan bahwa keyakinannya itu bakalan masuk surga.

Tetapi kami semua sangat yakin bahwa TUHAN itu tahu apa yang akan dilakukannya, karena itu kami juga tetap yakin bahwa TUHAN Maha Adil, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Lalu mengapa kita mesti ribut dan memperdebatkan segala sesuatu yang merasa dirinya paling benar, padahal yang namanya kebenaran itu hanyalah milik TUHAN sang maha segalanya sebagai pencipta langit dan bumi beserta segala macam isinya.

Kalau ada yang bilang saya adalah kafir, silahkan saja, itu hak mereka untuk mengatakannya, toh sampai detik ini saya tetap menjalankan ibadah berdasarkan keyakinan yang saya jalanin.

Berita Lainnya :