Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Predator Itu Bernama Kemenpora

Maraknya kasus korupsi di kementerian pemuda dan olahraga hingga berdampak pada mundurnya Andi Mallarangeng sebagai Menteri Olahraga tentunya membuat kita semua bertanda tanya, mengapa bukan prestasi olahraga yang dicapai, yang terjadi justru banyaknya agenda yang tidak terpuji dari para pejabat yang bertanggung jawab di dalam dunia olahraga. Lebih parah lagi praktek kotor ini, bukan hanya dilakukan di tingkat kementerian saja namun merambah sampai kedaerah, lihat saja kasus korupsi pelaksanaan PON di propinsi riau yang banyak melibatkan pejabat-pejabat propinsi riau menjadi tersangka.

Melihat fakta ini, ternyata peruntukan anggaran olahraga yang sangat besar, alih-alih bertujuan ingin meningkatkan prestasi olahraga di Indonesia justru yang terjadi adalah dana triliunan rupiah itu menguap tak berbekas di pentas olahraga. Sementara dunia olahraga Indonesia menampilkan dua hal yang buruk, korupsi dan konflik.

Lihat saja korupsi dalam proyek SEA Games 2011, di antaranya telah menyeret Nazarudin bendahara Partai Demokrat dan Putri Indonesia 2001, Angelina Sondakh ke hotel prodeo, begitu juga kasus korupsi proyek pembangunan sekolah olahraga nasional hambalang di bogor jawa barat yang telah menetapkan Andi Mallarangeng sebagai tersangka hingga membuat dirinya dengan terpaksa mundur sebagai menteri olahraga.

Selanjutnya bukan hanya ditingkat nasional, sebulan sebelum Pekan Olah Raga nasional (PON) ke XVIII tahun 2012 dibuka, Gubernur Riau yang juga Ketua Penyelenggara PB PON berikut sejumlah pejabat daerah dari provinsi kaya minyak itu, harus bolak balik Pekanbaru-Jakarta-Pekanbaru, karena dipanggil KPK untuk pemeriksaan atas dugaan adanya korupsi dana PON di Riau. Kasus Korupsi Dana PON Riau akhirnya menyeret 13 tersangka dari kalangan legislatif dan eksekutif di Riau.

Apa dan bagaimana sebetulnya yang sudah dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga hingga maraknya kasus korupsi di dunia olahraga ? Bagaimana sebenarnya visi yang sudah dilakukan kementerian olahraga dibawah tanggung jawab langsung Andi Mallarangeng ? Seharusnya Menpora Andi Mallarangeng sebagai seorang intelektual yang dianggap berwawasan luas, Olahraga harus ditangani berdasarkan konsep olahraga dan bukan hanya sekedar kepentingan politik saja terutama kepentingan sahabat-sahabatnya yang sudah meringkuk di hotel prodeo, entah siapa lagi yang akan menyusul ? Publik tentu akan menunggu nyanyian merdu tersangka Andi Mallarangeng ketika nanti disidang pengadilan terkait kasus Hambalang.

Gonjang-ganjing korupsi di kementerian olahraga, membuat mata masyarakat semakin terbuka lebar hingga muncul adanya stigma bahwa lembaga itu telah berubah menjadi Predator Kemenpora padahal kita semua tentu tahu bahwa yang namanya Predator adalah binatang yang hidupnya dari memakan binatang yang lain, misalkan Karnivora adalah jenis binatang yang memakan makanan yang berasal dari tubuh hewan lainnya seperti daging, darah, dan sebagainya tetapi Predator Kemenpora adalah pemakan Dana Wisma Atlet dan Dana proyek Hambalang, padahal Dana tersebut adalah uang rakyat yang seharusnya dipergunakan untuk kepentingan masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Tinggal bagaimana masyarakat menilai, lebih kejam mana Predator Karnivora dengan Predator Kemenpora, Kalau predator Karnivora adalah binatang yang tidak mempunyai akal dan pikiran, yang dia tahu hanya sekedar untuk makan (lirik lagu iwan fals) tetapi kalau Predator Kemenpora selalu menampar kiri dan kanan dengan alasan untuk makan padahal semua sudah tahu bahwa dia serba kecukupan. 

Berita Lainnya :