Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Pesta Pora Oknum Ustad di Kota Depok

Tanpa sengaja ketika kami sedang menunggu seseorang sambil tiduran didalam mobil disalah satu pelataran parkir kantor Pemerintah Kota Depok, tiba-tiba disamping mobil kami terdengar sebuah keluhan dari seseorang yang kecewa terhadap temannya karena tidak mau koordinasi dulu terkait penawaran harga dalam proses pelaksanaan kegiatan lelang, kami sempat mendengar pembicaraan mereka didalam mobil sambil berpura-pura tidur, kadang sesekali mata kami mengintip, Ooh ternyata orang-orang yang sedang berdiskusi itu adalah orang-orang yang selama ini dikenal sebagai sosok pendakwa dan guru ngaji.

Tiba-tiba dari kejauhan, datang seorang pria yang langsung menanyakan pada kerumunan orang yang sedang mengeluh tersebut, wah Antum gimana sih, kenapa Antum gak koordinasi dulu dengan Ana, kan semua jadi berantakan, gimana kita mau untung, kalau penawaran antum rendah sekali, coba kalau kita koordinasi tentu kita bisa saling memberikan penawaran yang saling menguntungkan.

Kami yang mendengar sempat kaget, wah ternyata para oknum ustad ini sedang diskusi masalah kegiatan lelang, para oknum ustad ini merasa kecewa karena tidak adanya koordinasi diantara mereka dalam hal memberikan penawaran harga. Tak lama kemudian beberapa orang oknum ustad yang kami kenal ini melangkah pergi entah kemana tanpa disadari bahwa percakapan mereka terdengar oleh kami yang secara kebetulan sedang menunggu seseorang dipelataran parkir kantor Pemerintah Kota Depok.

Sungguh Kota Depok sudah berubah sekarang ini, fenomena oknum para ustad yang selama ini kita lihat, kita dengar, kita jadikan panutan tapi kini semua sudah berubah, kalau dulu oknum para ustad ini bila sedang berkumpul dan berdiskusi selalu bicara masalah agama dan agenda-agenda keagamaan namun kondisi itu berubah sekarang ini, seiring dengan perubahan politik yang terjadi di kota yang aku cintai ini.

Mereka para oknum ustad yang seharusnya bisa menjadi contoh yang baik malah melakukan sebuah skenario busuk untuk melakukan persaingan usaha tidak sehat dalam memperoleh kemenangan pada satu kegiatan lelang. Dan bukan hanya kegiatan lelang saja mereka berpartisipasi, kegiatan disektor yang lain pun mereka garap dan mereka manfaatkan dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan ? kalau garapan tersebut mereka lakukan dengan cara yang baik tentu tidak menjadi masalah, namun melihat contoh kecil persaingan usaha tidak sehat dalam kegiatan lelang, sudah barang tentu kegiatan yang lain juga akan dilakukan dengan cara yang sama atau bahkan kemenangan tersebut diraih dengan cara-cara yang terkadang diluar akal sehat kita. Apakah oknum-oknum ustad ini masih pantas menjadi panutan ?

Dampak dari persaingan usaha tidak sehat dan keserakahan yang terus dipertahankan, maka lihat saja apa yang terjadi, sekolah-sekolah yang baru dibangun tetapi dengan kualitas seadanya, akibat ingin mencari keuntungan yang berlebihan, kondisi sekolah tersebut sungguh sangat memprihatinkan, ada yang terbengkalai hingga para siswa menjadi terlantar, bahkan ada juga yang ambruk, diduga semua pembangunan sekolah ini karena dilakukan secara asal-asalan, tanpa memperhitungankan akibat dari semua ini yang menyebabkan terlantarnya para anak didik untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik terutama dalam hal penyediaan sarana dan prasarana untuk kegiatan belajar mengajar.

Mengapa kondisi ini setiap tahun selalu terjadi, tahun 2011 banyak kegiatan pembangunan sekolah yang di cut off dan kondisi bangunan sekolahnya pun sama persis dibuat asal-asalan, konyolnya perusahaan yang melakukan kegiatan tersebut sampai hari ini tetap adem ayem saja tanpa mendapat sanksi yang tegas ? begitu juga pejabat dibidangnya pun tetap dibiarkan dan tidak diberi teguran yang berarti, alasannya karena tidak ada sumber daya manusia ? padahal masih banyak pejabat-pejabat Kota Depok yang punya potensi untuk berbuat yang lebih baik, mereka tersingkirkan hanya karena dianggap tidak sepaham ?

Ada apa dibalik semua ini, apakah mereka masih tetap mempertahankan pejabat yang dianggap sepaham bila faktanya orang-orang yang dianggap sepaham itu bermasalah dan kondisi ini sungguh kontras dengan realita para oknum ustad yang tetap berpesta pora dibalik kesedihan para siswa yang ingin mendapatkan pendidikan yang lebih baik di Kota Depok.

Berita Lainnya :
Potret Buruk Penguasa Dari PKS
* Anis Matta Diduga Terlibat Pencucian Uang
* Bigbos PKS Dulu Terlilit Hutang Kini Penguasa Lembang
* Korupsi PKS Diduga Nilainya Bisa Mencapai Triliunan Rupiah