Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Permohonan Maaf di Hari Natal

"Selamat Hari Natal untuk umat kristiani dimana pun anda berada, salam damai selalu"

Melalui hari raya natal ini, saya sebagai salah satu anak bangsa terucap kata mohon maaf yang sedalam-dalamnya karena tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kondisi gereja-gereja yang dijaga ketat oleh aparat bahkan beberapa diantaranya sempat ditutup.

Saya juga mohon maaf bila tidak bisa menghalangi orang-orang yang tetap ngotot mengatakan bahwa mengucapkan hari natal haram hukumnya, karena saya sendiri pun merasakan hal yang sama, dianggap sebagai seorang muslim yang murtad padahal sampai hari ini saya tetap menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan saya dan tetap percaya pada TUHAN saya.

Saya juga mohon maaf bila tidak bisa menghalau orang-orang yang tetap berupaya agar kerukunan Beragama di tanah air kita ini tercabik-cabik.

Namun saya menolak dengan tegas mengucapkan selamat natal pada orang-orang yang dulu pernah memenjarakan Galileo Galilei sampai akhir hayatnya. Galileo Galilei dipenjara karena pemikirannya bahwa bumi itu bulat, dikhawatirkan dapat menyesatkan umat dan beberapa tahun kemudian ternyata memang terbukti bahwa bumi itu memang bulat.

Karena habis natal adalah tahun baru maka terucap juga selamat tahun baru 2013 pada teman-teman semua, sambutlah pergantian tahun ini dengan sebuah harapan akan masa depan yang lebih baik, terutama masa depan bagi Indonesia Raya yang Bhinneka Tunggal Ika

Sebagai catatan, ketika nun diluar sana jauh dari negeri kita, mereka sedang berlomba-lomba berprestasi dalam segala bidang termasuk pencapaian prestasi yang sangat luarbiasa dengan kemampuan teknologi hingga diperkirakan pada tahun 2023, planet mars sudah bisa dihuni oleh manusia.

Apalagi para ahli astronomi juga telah mencatat bahwa nun jauh diatas sana telah ditemukan 350 milyar galaxy dengan planet-planet yang mengitarinya. Semua ini tentunya menjadi catatan tersendiri bahwa bumi hanyalah sebutir pasir diatas pantai jagat raya yang maha luas ini.

Sedangkan manusianya yang tinggal di bumi, khususnya yang tinggal di tanah air Indonesia, masih saja berkutat, saling tidak menghargai sesama agama akibat politik sektarian yang membuat kita terjebak pada kebodohan akibat pemikiran yang sempit dan dapat menimbulkan kekerasan antar umat beragama.

Berita Lainnya : 
Tabrakan Asteroid AG5 Dengan Bumi Tahun 2040
Kisah Nyata Paling Sedih di Malam Tahun Baru
Selamat Hari Natal Mengapa Mesti Bingung
6 Calon Planet Baru Hunian Manusia
Malam Pembunuhan Para Kafir