Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Malam Pembunuhan Para Kafir

Hari-Hari di bulan Desember 2012 masyarakat Indonesia sepertinya sedang menikmati dua kata paling popular yang sering muncul dalam pemberitaan yaitu Kawin Siri dan Kafir, Kalau kawin Siri terkait dengan kasus yang menimpa bupati garut Aceng fikri yang telah menikahi seorang gadis dibawah umur dan pernikahannya hanya berusia 4 hari saja. Sedangkan masalah kafir adalah terkait denga pro dan kontra ucapan selamat hari natal umat Kristiani.

Kawin siri ala aceng sudah hampir selesai dengan dilengserkannya bupati garut tersebut dalam sidang DPRD Kabupaten Garut walaupun sambil menunggu proses selanjutnya, sedangkan masalah kafir walaupun sudah ada penjelasan dari beberapa tokoh masyarakat yang tetap mengatakan kalau hanya mengucapkan Selamat Natal tidak menjadi masalah namun disisi yang lain justru Majelis Ulama Indonesia membuat pernyataan bahwa mengucapkan selamat Natal tidak di perbolehkan.

Mengapa masalah ucapan selamat natal ini selalu muncul setiap tahun, lalu apa artinya Bhinneka Tunggal Ika yang selama ini menjadi landasan berpikir masyarakat Indonesia yakni kerukunan, toleransi dan persatuan dalam kemajemukan berdasarkan Pancasila.

Padahal sejak didirikan Negera Kesatuan Republik Indonesia, para pendirinya telah menyadari kemajemukan bangsa Indonesia ini serta ancaman terhadap kerukunan dan persatuan untuk membangun kehidupan bersama, berbangsa dan bernegara, bermasyarakat dan beragama, dengan rukun dan damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bahkan jauh sebelum kemerdekaan para pencetus Sumpah Pemuda juga telah menyadari ciri kemajemukan bangsa kita dan kebutuhan akan persatuan dan perdamaian. Karena itu untuk mencegah adanya perselisihan dan perpecahan disusunlah falsafah bangsa dan dasar negara sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Dengan harapan agar dapat memelihara kerukunan, toleransi dan persatuan sesama anak bangsa

Mengapa setiap berbeda sedikit selalu dibilang sekuler, selalu dibilang liberal, selanjutnya lama-lama di vonis kafir, lihat saja yang dilakukan oleh sebagian masyarakat yang kontra terhadap ucapan selamat natal, Jokowi dibilang kafir, Prabowo kafir, Jusuf kalla kafir, Ketua NU Said Agil Kafir, Surya Darma Ali kafir, penulis kafir, wah banyak banget nih di Indonesia yang sudah jadi kafir hanya gara-gara ngucapin Selamat hari natal, padahal tetangga disebelah kita sudah pada maju dengan teknologi dan kemakmuran rakyatnya tapi Indonesia masih berkutat saja dengan persoalan politik sektarian. lucunya negeri palestina yang dianggap kalangan garis keras indonesia sebagai negeri sejuta syuhada malah pemimpin negeri tersebut ikut misa natal juga.

Mengapa ucapan kata kafir ini sangat mudah diucapkan, jangankan masalah ucapan hari natal, sampai urusan esek-esek juga ucapan kafir ini selalu muncul, misalkan tentang kata-kata popular yang sering dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia ketika ingin melakukan hubungan intim dimalam wajib yaitu malam jumat dan malam senen,

Entar malam gue mau bunuh kafir nih atau wah asik dong nih lagi bunuh kafir, kata-kata ini sangat popular dimasyarakat yang konon katanya kalau kita berhubungan intim dimalam tersebut seperti membunuh 40 orang kafir. Malah sampai ada ungkapan kalau malam tersebut adalah malam pembunuhan para kafir.

Berikut ini adalah dialog sepasang suami istri yang baru saja menikah, nama suami sebut saja Aceng dan istrinya bernama Fenny

Fenny istriku sayang, malam ini adalah malam pertama kita, kamu tidak usah khawatir karena hubungan suami istri itu termasuk ibadah kalau didasari dengan niat yang baik dan dilakukan dengan penuh keikhlasan, kata aceng pada istrinya fenny.

Dipanggil dengan sebutan sayang tentu fenny sangat senang sekali hatinya terasa berbunga-bunga dan semakin bangga pada suaminya ini, terucap juga sebuah kata bahwa fenny siap menjadi istri yang baik buat akang dan siap melayani akang kapanpun akang minta dengan sepenuh hati dan keikhlasan.

Jawab Aceng, benar istriku sayang, kalau seorang istri mengajak suaminya untuk berhubungan badan, itu pahalanya sangat besar sekali, seperti kita Berperang dan membunuh 40 orang kafir, Kata aceng sambil mendekati istrinya.

Oooh gitu ya kang, tapi kalau istri yang ngajak duluan kan malu kang kata fenny ?Justru itu masalahnya sayang, terkadang kita sebagai manusia, lebih mementingkan rasa malu dari pada pahala dan itulah usaha setan untuk mempengaruhinya, padahal tanpa kita sadari sebenarnya itu adalah salah satu sumber pahala bagi kaum wanita, jawab Aceng.

Ooh…..ya ampun semoga tuhan mengampuniku, ok kalau begitu, ayo akangku kita berperang dan membunuh 40 kafir, kata fenny malu-malu. Lalu dengan sangat bergairah aceng berkata dengan senang hati istriku sayang (mendadak mati lampu)


Selanjutnya malam kedua dan ketiga diantara mereka berdua sudah tidak  merasa malu dan canggung lagi, setiap menjelang tidur sang istri selalu bilang : Ayo kang kita bunuh 40 kafir lagi , dan  Aceng selalu menjawab, Dengan senang hati istriku sayang (kembali mati lampu).

Namun pada hari kempat atau malam keempat seperti biasa seperti biasa fenny istri aceng selalu menyemprotkan wewangian di kamar tidurnya dan bersiap-siap untuk mencari pahala seperti malam-malam sebelumnya, dengan penuh gairah dia juga berkata : “Ayo kang  kita bunuh 40 kafir lagi“

aduh istriku sayang kafirnya cuma tinggal 120 orang dan telah habis kita bunuh pada 3 malam yang lalu, besok malam atau lusa saja ya semoga kafirnya pada hidup lagi, jawab Aceng pada istrinya.

Ooh sayang sekali ya, coba ada seribu kafir, kan kita bisa setiap malam dapat pahala “ jawabfenny.

Tak lama mereka berdua pun tertidur pulas setelah sebelumnya istri aceng sempat berdoa agar nanti ada kafir-kafir lain yang akan dibunuh lagi.

Besoknya ternyata bukan malam yang indah lagi buat Fenny, entah kenapa tiba-tiba, aceng mengirim kabar melalui sms yang menegaskan bahwa Aceng ingin menceraikan istrinya.

Berita Lainnya :
Batas Maksimal Making Love
Bersetubuh Di Malam Takbiran
Permohonan Maaf di Hari Natal
Rhoma Irama Diduga Nyoblos Dua Kali
Bupati Garut Sudah Tidak (NG) Aceng Lagi
* Saya dan Tamara Blezinski Putus Karena Beda Keyakinan