Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Doa TKI dan TKW Akhirnya Terkabul

Cerita tentang TKI dan TKW memang tidak akan pernah ada habis-habisnya, baik cerita tentang perjuangan hidup mereka yang harus berpisah dari kampung halamannya dan sanak saudara yang mereka cintai, juga cerita tentang Kesuksesan maupun cerita yang terkadang membuat kita geram terhadap nasib para TKI dan TKW yang sering mendapat perlakuan tidak manusiawi, baik oleh para calo TKI/TKW ataupun PJTKI dan lebih parah lagi adalah perlakuan para majikan mereka di negeri orang. Namun Apapun cerita tersebut, TKI dan TKW tetap menjadi penyumbang terbesar devisa bagi Negara, sehingga ada julukan buat mereka sebagai Pahlawan devisa.

Beberapa bulan yang lalu, ada satu peritiwa yang sempat membuat publik marah, karena pernyataan seorang wakil rakyat yang katanya terhormat tetapi jauh dari rasa hormat rakyat terhadap dirinya, Siapa lagi wakil rakyat tersebut kalau bukan Ruhut Sitompul. Pernyataanya sangat menusuk hati para penyumbang devisa yang direndahkan martabatnya bagaikan seseorang yang harus dikasihani.

Pernyataan ini berkaitan dengan kemenangan Jokowi-Ahok pada Pemilukada Jakarta 2012, Menurut Ruhut, kemenangan Jokowi-Ahok lantaran pencitraan dari keduanya yang kuat. Padahal, sambung Ruhut, berdasarkan segi pengalaman, Fauzi Bowo dinilai lebih berpengalaman. “Karena pencitraan kok. Dia kaya TKI dikasihani,” tutur anggota Komisi III DPR ini. Pernyataan Ruhut itu disampaikan ketika diwawancara oleh Okezone.com

Sepertinya tidak ada hubungannya antara orang yang harus dikasihani dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), apa dia tidak sadar bahwa TKI adalah salah satu penyumbang devisa bagi Negara, dan TKI lebih terhormat berjuang mencari rejeki di negara lain dibandingkan seorang Ruhut anggota DPR yang konon katanya mewakili rakyat tapi justru menyakiti rakyat dengan pernyataannya itu.

Kalau Ruhut hanya menilai dari sisi banyaknya TKI yang disiksa dan dianiaya oleh majikannya atau TKI yang terancam hukuman mati karena korban fitnah, lalu apa saja yang sudah dilakukan pemerintah terhadap nasib mereka, bukankah itu seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah yang tidak bisa melindungi warganya yang mencari rejeki dinegara lain.

Pernyataan Ruhut ini hampir mirip dengan pernyataan rok mini yang dilontarkan oleh Foke ketika sedang marak terjadinya kasus pemerkosaan di Jakarta, Foke menuding rok mini menjadi salah satu penyebabnya walaupun akhirnya Foke meralat kembali ucapannya dan minta maaf setelah mendapat kritikan sangat tajam dari Publik. pernyataan Foke memang ngawur seakan-akan terdengar bahwa korban juga bersalah karena mengenakan rok mini.

Selanjutnya Ruhut mengatakan bahwa pasangan Jokowi-Ahok memenangkan pertarungan pemilihan Gubernur Jakarta, lantaran pencitraan dari keduanya yang kuat, Padahal, sambung Ruhut, berdasarkan segi pengalaman, Fauzi Bowo dinilai lebih berpengalaman. pernyataan ini membuktikan seorang Ruhut tidak pernah berkaca, bahwa Bosnya Presiden SBY juga terpilih karena faktor pencitraan apalagi sebelumnya SBY juga tidak mempunyai pengalaman jadi Presiden.

Akibat pernyataan tersebut, banyak kritikan pedas dan hujatan diarahkan pada Ruhut Sitompul, Bagi para tKI dan TKW, jelas pernyataan ini sangat melukai hati mereka, katakan walaupun mereka nun jauh disana dinegeri orang tidak bisa bersuara namun tidak bisa dipungkiri bahwa didalam hati sanubari mereka yang paling dalam terucap sebuah kata Doa, Semoga orang yang melecehkan martabat mereka mendapat teguran dari TUHAN.

Doa mereka akhirnya terkabul, Ruhut Sitompul saat ini sedang mendapat masalah, dipecat sebagai pengurus Partai Demokrat karena sering dianggap bicara ngawur terutama bicara ngawur terhadap sepak terjang Anas Urbaningrum Big Bosnya di Partai Demokrat. Saat ini terlihat bagaimana seorang Ruhut yang merasa sakit hati akhirnya akan mengadukan nasibnya ini sama SBY yang sudah dianggap sebagai bapaknya, ha ha ha Ruhut, Ruhut, kayak anak kecil aja mesti ngadu sama bapaknya, sedangkan TKI dan TKW yang pernah anda lecehkan nggak pakai acara ngadu-ngaduan tuh he he he

Si Ruhut ini memang nggak pernah berhenti ngomong ngawur, biasanya orang yang banyak bicara seperti ini justru bermental tempe dan pengecut. Nggak layak anggota DPR seperti ini di hormati dan di hargai, TKI yang berjuang mencari rejeki di negara lain itulah yang patut kita hormati dan menghargai perjuangan hidupnya.

Berita Lainnya :
Office Boy Paling Keren di Indonesia
Cerita Sedih Seribu Kapal Presiden SBY
TKI Lebih Terhormat Daripada Ruhut Sitompul