Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Bupati Garut Sudah Tidak (Ng) Aceng Lagi

Siapa menabur angin akan menuai badai, kata-kata popular ini sepertinya sangat cocok dan sesuai dengan perilaku yang telah dilakukan oleh Bupati Garut Aceng Fikri yang telah menikahi seorang gadis berumur 18 tahun namun pernikahan tersebut hanya berjalan selama 4 hari saja, parahnya perceraian justru dilakukan hanya melalui SMS saja. Konon perceraian ini karena sang gadis dianggap sudah tidak perawan lagi

Atas perbuatan tidak punya etika itu, akhirnya Aceng Fikri banyak mendapat hujatan dari semua kalangan, jangankan Presiden Indonesia, Barak Obama pun memberikan perhatian sangat khusus, ini akibat beberapa media Amerika memberitakan kasus pernikahan siri yang dilakukan oleh Bupati Aceng Fikri.

Hanya demi sebuah nafsu (Ng) Aceng rela mengorbankan harga dirinya sebagai pejabat publik yang seharusnya bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Lihat saja penampilan Aceng terlihat begitu tegang (Ngaceng) di sebuah TV Nasional ketika Aceng memberikan penjelasan terkait kasus yang menghebohkan bagi dunia pernikahan siri di Indonesia.

Maksud hati ingin mengklarifikasi melalui TV Nasional tapi apa daya, bukannya dukungan yang Aceng terima tetapi justru caci maki dan sumpah serapah yang semakin kencang, malah publik sempat berpikir bahwa Aceng sudah dianggap mempunyai kelainan sex. Aceng dianggap telah gagal (meng) Aceng (kan) pendapatnya yang terkesan sangat merendahkan martabat kaum wanita.

Akibat perbuatan yang dilakukannya, terlihat saat ini Aceng semakin Ngaceng (tegang) karena bukan hanya caci maki dari masyarakat, DPRD Kabupaten Garut pun sudah merespon kasus pernikahan siri ini dengan membentuk panitia khusus yang tugasnya untuk mencari bukti, ada atau tidak perbuatan etika yang dilakukan oleh Aceng sebagai syarat untuk melengserkan Aceng sebagai Bupati Garut. Hasil Pansus ini akan disampaikan dalam rapat paripurna dan keputusannya nanti akan diserahkan ke Menteri Dalam negeri untuk  di tindak lanjuti.

Kalau melihat kronologis kisah menghebohkan pernikahan siri Bupati Garut, kemungkinan besar Aceng akan segera dilengserkan. Melihat fakta seperti ini maka Aceng akan semakin ngaceng (tegang) menunggu detik demi detik hari pelengserannya tiba. Maksud hati ingin (meng) Aceng (kan) diri sendiri dengan mencoba menyalurkan hasrat ngacengnya (tegang) pada seorang gadis bernama Fani Oktora tapi apa daya,  akibat perbuatannya, terbukti siapa menabur angin akan menuai badai, bupati garut sudah tidak (ng) Aceng lagi alias si Aceng sudah tidak akan tegang lagi he he he karena semua urusannya sudah selesai walaupun harus mengorbankan jabatannya sebagai Bupati Garut.

Loh kok sudah tidak ngaceng lagi (tegang), padahal pencopotan sebagai Bupati Garut adalah bentuk sanksi moral (etika) yang harus diterima oleh Aceng akibat perbuatan ingin (meng) Aceng (kan) diri sendiri, padahal seharusnya si Aceng ini makin Ngaceng (tegang) karena penyelesaiannya bukan hanya sekedar pencopotan tapi setidaknya skandal pernikahan siri ini harus diselesaikan secara hukum, kasus ini harus dituntaskan segera supaya bisa menjadi efek jera, agar bisa menjadi contoh bagi yang lain.  

Berita Lainnya :