Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Biaya Pemilukada Jawa Barat Satu Triliun Rupiah

Ongkos pesta demokrasi pemilihan langsung kepala daerah memang sangat mahal, padahal seharusnya uang yang sangat berarti itu bisa dipergunakan untuk keperluan yang lain terutama untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas misalkan untuk pembangunan sekolah, biaya pendidikan, perbaikan jalan maupun jembatan atau keperluan-keperluan lain yang lebih bermanfaat.

Dari semua ongkos penyelenggaraan pemilukada secara langsung ternyata Propinsi Jawa Barat menempati rangking pertama sebagai propinsi penyelenggara pemilukada dengan biaya yang sangat spektakuler yaitu 1.047 trliun rupiah, rincian dana tersebut diperuntukan bagi KPU Jawa Barat sebanyak 759.9 Milyar rupiah, 151 Milyar Rupiah untuk keperluan Panitia Pengawas serta 136.4 Milyar Rupiah diperuntukan bagi biaya keamanan.

Ironisnya dana sebesar itu ternyata baru 57 % saja masyarakat Jawa barat yang mengetahuti bahwa tanggal 24 Februari 2013 adalah hari pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, lalu untuk untuk apa saja uang sebanyak itu ?

Sungguh sangat luar biasa, biaya yang sangat besar itu hanya dipergunakan untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru, padahal biaya yang sangat besar ini sebanding dengan biaya pembangunan sebanyak 15.314 ruang kelas baru atau dana sebesar itu bisa disetarakan dengan pembangunan jalan baru sepanjang 3.573 kilometer, mungkin kalau dibelikan krupuk dana tersebut bisa sebesar gunung salak.

Biaya yang sangat besar itu belum termasuk biaya untuk mengantisipasi adanya pemilukada ulang, berapa ratusan milyar lagi yang harus dibutuhkan hanya untuk hajatan pemilukada, padahal masih banyak rakyat miskin yang butuh jaminan kesehatan, pendidikan dan sebagainya, dan ini yang seharusnya lebih diutamakan, sungguh menjadi fakta yang sangat bertolak belakang dengan gemerlapnya pesta huru-hara pemilukada Jawa Barat yang menghabiskan biaya 1.047 Triliun Rupiah.

Berita Lainnya:  
Janji Pendidikan Gratis Ahmad Heryawan Diragukan