Kamu memang sudah tidak cantik lagi, tapi aku tetap sayang kamu INDONESIAKU

Antasari Azhar Dibunuh Oleh Perampok

Mantan pendekar Komisi Pemberantasan Korupsi ini adalah sosok yang sangat berani, Antasari Azhar sang mantan Ketua KPK ternyata mampu menyeret Aulia Pohan sebagai tersangka kasus korupsi dana Bank Indonesia, Keberanian Antasari Azhar ini tentu mendapat acungan jempol dan dukungan yang sangat luar biasa dari masyarakat, yang rindu terhadap upaya penegakan hukum tanpa diskriminasi pada setiap warganegara Indonesia.

Siapa yang tidak kenal Aulia Tantowi Pohan, Mantan Deputi Bank Indonesia yang juga sebagai besannya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Penetapan Aulia Pohan sebagai tersangka oleh KPK, beberapa jam setelah majelis hakim pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis 5 tahun penjara terhadap mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanudin Abdullah.

Aulia Pohan memang sudah bebas bersyarat, padahal yang bersangkutan divonis penjara 4 tahun 6 bulan oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) namun saat banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta, majelis hakim mengkorting hukuman Aulia menjadi empat tahun. Di Mahkamah Agung hukuman itu kembali dikurangi satu tahun. Alasan dibebaskan, karena Aulia sudah menjalani dua pertiga masa kurungannya sehingga berhak untuk mendapatkan pembebasan bersyarat.

Kembali dalam konteks sang pendekar KPK Antasari Azhar yang justru saat ini sedang menikmati pahitnya hotel prodeo yang dulu pernah juga dinikmati oleh para maling hasil tangkapannya, kenapa disebut maling. Karena arti koruptor dan maling sebenarnya sama-sama mencuri, hanya beda status saja, namun yang lebih membedakan kalau maling biasanya mencuri hanya sekedar untuk makan karena tekanan ekonomi yang begitu sulit dijalaninya, namun bagi seorang koruptor, yang serba kecukupan hidupnya dengan segala fasilitas yang dimilikinya tetapi masih juga serakah untuk mengambil yang bukan haknya.

Mengapa Antasari Azhar ditangkap dan dipenjarakan, Antasari Azhar dituduh telah membunuh Nasrudin Zulkarnaen Direktur Rajawali Putra Banjaran, Publik pun tersentak, benarkah seorang pendekar KPK ini telah menjadi pembunuh ? banyak masyarakat yang menilai bahwa penangkapan Antasari Azhar sebagai tersangka kasus pembunuhan adalah fitnah kejam dan diduga bagian dari sebuah rekayasa tingkat tinggi yang bermotifkan dendam atau ada dugaan Antasari Azhar akan mengungkap kasus korupsi yang lebih besar.

Dalam proses persidangan pun banyak terjadi kejanggalan yang dipaksakan sebagai alat bukti yang sah, menuduh Antasari Azhar sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap meninggalnya Nasrudin, namun kejanggalan ini tetap tidak membuka mata hati para hakim yang tetap memutuskan dan memvonis Antasari Azhar dengan hukuman 18 tahun penjara.

Tidak ada dalam sejarah pembunuhan, keluarga para korban akan simpati pada pembunuhnya, terbukti Keluarga korban malah menganggap putusan ini salah alamat, malah keluarga korban mengharapkan agar Antasari Azhar dibebaskan, hal ini disampaikan oleh salah satu kerabat korban ketika menghadiri sidang peninjauan kembali (PK) kasus Antasari Azhar.

"Harapan kami mudah-mudahan dengan sidang PK (Peninjauan Kembali) ini kebenaran akan terungkap semua. Dan beberapa kejanggalan kemarin pada waktu sidang awal itu kan sudah mulai tampak. Kami harapkan pada sidang kasus ini, Pak Antasari bisa bebas," kata Dewi Tamburaka, salah satu kerabat Nasrudin yang menghadiri sidang PK perdana Antasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/9/11).

Dewi sendiri mengatakan, dukungan dari keluarga Nasrudin untuk Antasari sangatlah besar. Menurutnya, keluarga sejak awal tidak yakin jika aktor intelektual dari pembunuhan Nasrudin adalah Antasari.

"Dari awal kita dari keluarga juga abu-abu kelihatannya, Abu-abu kalau aktor intelektualnya adalah Antasari. Kami tidak yakin. Tapi ini kan ada prosesnya. Tapi nanti pasti akan terungkap semua," kata Dewi. "Dalam kasus ini, sebenarnya tidak ada ancaman dari Antasari ke Nasrudin," pungkasnya

Pernyataan keluarga korban ternyata sejalan dengan pendapat salah satu Hakim Agung, Surya Jaya yang berpendapat Antasari Azhar harus dibebaskan karena tidak terbukti menjadi otak pembunuhan Nasrudin Zulkarnain. Pendapat di tingkat kasasi ini kalah suara dengan dua hakim agung lainnya, Artidjo Alkostar dan Moegihardjo

"Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan turut serta penganjuran pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud pasal 340 KUHP," kata hakim agung Surya Jaya yang tertulis lengkap dalam salinan kasasi yang dilansir dalam website Mahkamah Agung (MA), Rabu (18/12/2012).

Berikut 5 alasan hakim agung penyandang gelar profesor ini dalam halaman 60 dan 61 :

1. Untuk dapat menentukan apakah Terdakwa Edo dan kawan-kawan melakukan penembakan terhadap korban, Judex Facti (PN Jaksel) harus menggunakan ilmu bantu hukum acara pidana dengan mempertimbangkan keterangan dari ahli balistik dan forensik Abdul Munim Idris. Hal ini untuk menjelaskan apakah peluru atau senapan yang digunakan sama dengan yang bersarang pada tubuh korban.

2. Jika sekiranya memang benar peluru yang bersarang di tubuh korban adalah sama dengan peluru yang di sita penyidik yang menuju pada terdakwa Edo dan kawan-kawan, maka sesuai fakta persidangan niat atau inisiatif membunuh sama sekali bukan dari Antasari, Sigit maupun Wiliardi. Sebab tidak pernah ada sepatah kata pun keluar dari mulut mereka untuk melakukan pembunuhan terhadap korban.

3. Fakta hukum persidangan menunjukkan tidak satu pun alat bukti yang dimaksud dalam Pasal 184 auat 1 KUHAP yang dapat digunakan untuk menyatakan Antasari telah melakukan 'penganjuran atau pembujukan' kepada Sigit maupun kepada Wiliardi, terlebih lagi kepada Edo dan kawan-kawan.

4. Kesalahan Judex Facti adalah menggunakan SMS sebagai dasar pertimbangan yang menentukan padahal dalam perkara ini SMS bukanlah sebagai alat bukti. Apalagi isi SMS tersebut sama sekali tidak menunjukkan adanya petunjuk bahwa Antasari melakukan penganjuran/pembujukan untuk melakukan pembunuhan terhadap korban.

5. Keterangan Sigit yaitu 'Terdakwa bilang harus ada tindakan konkrit untuk menyelesaikan teror, ancaman, tidak dapat dikatakan suatu bentuk penganjuran. Makna kalimat itu agar supaya dilakukan tindakan nyata untuk memberi rasa aman bagi Antasari terlepas dari teror atau ancaman.

Oleh karena itu untuk dapat mempersalahkan Terdakwa kalimat menganjurkan membunuh korban harus secara tegas dan jelas keluar dari mulut terdakwa. Hal ini penting menyangkut niat dan pertanggungjawaban pidana.

Meski demikian, Surya Jaya kalah suara dengan dua hakim agung lainnya sehingga di tingkat kasasi Antasari tetap divonis 18 tahun penjara.

Mengapa kasus ini begitu dipaksakan dengan rekayasa sedemikian rupa, apakah mereka semua yang diduga merekayasa kasus ini tidak percaya adanya TUHAN yang akan mengadili mereka nanti di pengadilan akhir.

Menuduh dan memfitnah orang lain jelas satu perbuatan yang sangat biadab, karena fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka yang diduga para maling ini adalah otak sebenarnya dibalik kasus Antasari Azhar, Jadi mengambil kata Fitnah lebih kejam dari pembunuhan, sebenarnya Antasari Azhar korban dari pembunuhan dan pembunuhnya adalah para maling yang ketakutan, karena kasus malingnya akan diungkap oleh Antasari Azhar, karena diduga malingnya banyak maka disebut perampok jadi Antasari Azhar Dibunuh oleh Perampok

Masyarakat tinggal menanti apa yang akan terjadi dikemudian hari, sama seperti penantian yang diharapkan oleh Antasari Azhar yang tetap berjuang melakukan pembelaan agar dirinya dapat dibebaskan berdasarkan rasa keadilan dan bukan karena sebuah rekayasa dari para perampok yang diduga otak dari kasus Antasari Azhar.

Berita Lainnya :
----------------------------------------------------------------------------------------------------- Terima kasih telah membaca artikel Antasari Azhar Dibunuh Oleh Perampok. Apabila ada pertanyaan dan keluhan silakan menghubungi AGUS SUTONDO melalui kontak di sini 085710090000
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
AGUS SUTONDO MEDIA CENTER
MAS TEMPLATE