Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Sutan Batugana atau Sutan Kena Batunya

Sebagai salah satu anak bangsa yang suka dengan pemikiran Gus Dur, saya sempat terkejut ketika mantan Presiden Gus Dur, dilecehkan martabatnya oleh Sutan Batugana yang sekarang menjadi Sutan kena batunya, bagaimana Sutan kena batunya telah mengatakan bahwa Gus Dur dilengserkan jabatannya sebagai Presiden karena terlibat kasus korupsi Buloggate dan Bruneigate.

Pernyataan Sutan kena batunya ini tentu saja membuat publik pecinta Gus Dur marah besar, tidak pantas dan tidak punya etika seorang Sutan kena batunya mengatakan hal seperti itu, sebuah komentar yang terlontar dari seorang priyagung dari Partai Demokrat yang juga sebagai anggota DPR RI yang terhormat.

Kalau merenungkan apa yang disampaikan oleh Sutan kena batunya ini, tuduhan terhadap Gus Dur, sangat jelas motivasi dan sangat mudah ditebak arah tujuannya, Sutan kena batunya ingin mengalihkan perhatian tentang apa yang dialami oleh Partainya saat ini yang tergoncang hebat karena para petinggi partainya banyak terlibat skandal kasus korupsi, sebuah pengalihan isu yang sangat luar biasa namun berdampak luar biasa juga bagi Sutan yang sudah kena batunya.

Wajar saja kalau sekarang Sutan jadi kena batunya karena salah satu tuntutan warga pecinta Gus Dur, meminta agar Sutan kena batunya meminta maaf secara terbuka dan mencabut pernyataannya dengan batas waktu dua kali 24 jam. Dan bila ini tidak dilakukan, maka massa pecinta Gus Dur akan melakukan aksi besar-besaran serta akan melaporkan ke jalur hukum terhadap Sutan kena batunya dengan tuduhan pencemaran nama baik karena telah menghina Bapak Pluralisme Indonesia Gus Dur.

Mengenang Pemikiran Gus Dur

Semua rakyat Indonesia sudah tentu kenal dengan sosok Gus Dur, seorang ulama besar kebanggaan kaum nahdliyin yang pernah duduk di singgasanah kursi kepresidenan. Sangat jarang sekali kita memiliki tokoh Agama seperti Gus Dur, orangnya berani, nyeleneh dalam ucapannya namun bila kita renungkan dalam-dalam semua ucapannya mengandung makna yang sangat berarti.

Publik tentu masih ingat bagaimana Gus Dur ketika menjadi Presiden Republik Indonesia ke 4 pernah mengatakan kalau anggota DPR itu seperti taman kanak-kanak, pernyataan nyeleneh gus Dur ini tentu membuat anggota DPR marah besar dan tersinggung. Tapi Gus Dur tetap saja Gus Dur, beliau tidak bergeming dengan ucapannya dan ternyata memang terbukti saat ini kalau lembaga yang terhormat itu memang layak disebut taman kanak-kanak.

Berdasarkan pengamatan penulis yang suka dengan pemikiran Gus Dur, ada sembilan pokok pemikiran dan prinsip kebangsaan serta keberagamaan Gus Dur yang toleran. Sembilan pokok pikiran tersebut adalah ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, kesatriaan, persaudaraan, dan kearifan lokal. Apapun konteksnya, Gus Dur tidak pernah menanggalkan prinsip-prinsip itu. Oleh karena itulah, Gus Dur memiliki keberpihakan yang tinggi terhadap kelompok minoritas maupun mereka yang tertindas.

Berita Lainnya :
Office Boy Paling Keren di Indonesia
Cerita Sedih Seribu Kapal Presiden SBY