Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Surat Nazarudin Buat Panik Rutan Cipinang

Publik tentu masih ingat bagaimana ketika Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana memergoki Nazaruddin dan adiknya M Nasir, serta pengacara Rosa, Djufri Taufiq, tengah bertemu di Rutan Cipinang. Ketiganya tengah berdiskusi serius. Padahal waktu sudah menunjukkan tengah malam. Diduga mereka membicarakan skenario kasus ? Akibat kejadian tersebut maka sekarang Nazarudin mendapat pengawasan super ketat dari pihak rutan cipinang yang tidak mau kecolongan untuk yang kedua kalinya. Apalagi terungkapnya kasus ini telah membawa korban dengan di copotnya Kepala Rutan Cipinang dan beberapa pejabat yang lainnya.

Siapapun yang akan berhubungan dengan Nazarudin akan di periksa ketat tanpa terkecuali. Namun seketat-ketatnya petugas melakukan pengawasan, ternyata masih bisa di siasati oleh seorang Nazarudin. Kembali Nazarudin bikin ulah sehingga membuat kasus ini semakin heboh dan lebih heboh dari sidaknya Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana.

Terungkapnya kasus kedua ini berawal dari adanya sebuah surat yang di tulis oleh orang yang sudah tua mengaku bernama Bapak Andi dan orang tua bernama Andi ini mengaku sebagai orang yang selama ini mendapat bantuan finansial dari Nazarudin…..ini lah isi surat tersebut :

Bunyinya : Bapak nazarudin yang saya hormati, saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas bantuan bapak kepada keluarga saya. Namun sejak Bapak di penjara. Kami sekeluarga sudah tidak menerima lagi bantuan rutin tiap bulan dari Bapak. Sehingga sejak bapak masuk penjara, kehidupan ekonomi keluarga saya menjadi semakin sulit. Apalagi anak lelaki satu-satunya di keluarga saya juga sudah meninggal dunia.

Maka melalui surat ini, saya memohon ijin kepada bapak nazarudin, agar kiranya saya dapat memanfaatkan sebidang tanah yang telah bapak berikan kepada saya untuk bisa saya pergunakan buat menanam tanaman-tanaman yang bermanfaat. Walaupun saya agak kesulitan untuk mencangkul tanah bapak di karenakan usia saya yang sudah tua.

Demikian surat ini saya sampaikan, hal ini mengingat bapak pernah berpesan agar tanah yang bapak berikan jangan di pergunakan untuk menanam tanaman-tanaman, saya masih ingat bapak pernah berpesan agar tanah ini di pergunakan untuk membangun rumah buat keluarga saya yang memang sampai hari ini keluarga saya masih mengontrak rumah. Maka bersama surat ini saya mohon ijin kepada bapak. Akhir kata semoga bapak Nazarudin sehat-sehat selalu dan diberi ketabahan menjalani kehidupan ini, serta teriring doa dari keluarga saya agar bapak cepat bebas dari hukuman, karena saya dan keluarga sangat yakin bapak yang baik hati ini tidak bersalah.

Beberapa hari kemudian, Nazarudin yang telah membaca surat dari orang tua itu benar-benar sangat terharu, sehingga dia berniat untuk membalasnya, ini lah isi surat nazarudin kepada orangtua yang bernama Andi tersebut :

Bapak Andi yang saya hormati dan sayangi, terima kasih atas perhatian bapak sekeluarga yang telah mendoakan saya, namun Demi Tuhan….tolong jangan Bapak menanam dan mencangkul tanah yang sudah saya berikan kepada bapak. Karena saya telah menanam sejumlah dokumen barang bukti terkait dengan kasus yang telah menimpa saya. Sesudahnya sekali lagi saya berharap bapak tidak menanam atau mencangkul tanah tersebut. teriring salam dari nazarudin yang masih tetap menyayangi keluarga bapak Andi. Salam buat keluarga dirumah.

Rupanya surat nazarudin tersebut di sensor pihak rumah tahanan Cipinang, akhirnya pihak Rutan Cipinang melaporkan surat yang bermanfaat ini untuk proses penyelidikan kepada kementerian Hukum dan HAM. Setelah negoisasi dengan pihak penyidik KPK maka keesokan harinya setelah Bapak Andi menerima surat dari Nazarudin, di kirim pula puluhan penyelidik untuk memeriksa tanah yang di duga di tanam barang bukti kasus –kasus Nazarudin yang belum terungkap.

Tanpa banyak bicara……mereka segera ke lokasi tanah yang dimaksud dan sibuk seharian mencangkul tanah tersebut namun ternyata tiada hasil yang di dapat, akhirnya setelah mereka pergi……..kembali bapak andi menulis surat kepada Nazarudin karena sangat panik dan ketakutan.. ini lah isi surat tersebut :

Bapak nazarudin yang saya hormati…..setelah saya menerima balasan surat dari Bapak, tiba-tiba datang puluhan orang dari KemenkumHAM dan KPK mencari Dokumen di tanah bapak yang sudah diberikan kepada saya….namun mereka semua tanpa hasil, lalu apa yang harus saya lakukan sekarang ?

Kembali Nazarudin membalas surat dari bapak Andi tersebut, kepada bapak andi sekeluarga yang saya sayangi, sekarang Bapak Andi boleh mulai menanam tanaman……kan tanah Bapak Andi sudah di cangkul oleh puluhan Tim Penyidik KPK dan jangan lupa Bapak Andi mengucapkan terima kasih pada mereka semua.

Pihak Rumah Tahanan Cipinang yang kembali menyensor surat ini……langsung pingsan setelah membacanya he he he benar-benar pintar Nazarudin ini.

Berita Terkait :