Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Nekad Berdagang Di Orchard Road Singapura

Sambungan dari : Perjalanan Keliling Dunia Melalui Singapura

Cerita ini adalah bagian dari kisah pengalaman pribadiku keliling dunia melalui singapura. Setelah bekerja seharian, badanku terasa lemas, maklum tidak pernah kerja keras, ternyata pengalaman pertama kerja di negeri orang ini sungguh sangat berkesan buatku, bagaimana tidak, teman-teman dari Indonesia begitu kompak dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat, sama-sama senasib dinegeri orang dengan jalan menjadi pekerja lepas tanpa mesti terikat dengan peraturan yang sangat menyakitkan seperti para TKI dan TKW yang sering diperas oleh para penyalurnya.

Ketika hari sudah mendekati malam, Tibalah kami kembali ditempat penginapan di Sultan Gate. Suasana begitu ramai, bukan hanya rombongan kami saja yang baru tiba, beberapa rombongan yang sama pun sepertinya sama dengan kami, sama-sama kelelahan setelah seharian menguras tenaga untuk mendapatkan puluhan dollar dari hasil bekerja.

Tak terasa malam begitu cepat berjalan, menjelang tidur di malam hari, sempat merenung dan berpikir, kemanakah besok harus melangkah sesuai dengan tujuan awalku datang ke singapura ini, pokoknya harus dapat tempat untuk bisa berniaga batinku, akhirnya pilihan pertama jatuh pada pusat kawasan perdagangan terkenal dan teramai di Orchard Road. Itu pun setelah sempat bertanya-tanya dengan beberapa teman sepenginapan.

Karena tekadku sudah bulat untuk mencari tempat berniaga, keesokan paginya ketika teman-teman mengajakku kembali untuk berangkat kerja, dengan alasan ingin istirahat karena lagi tidak enak badan, akhirnya aku di tinggal sendirian ditempat penginapan.

Setelah semua teman-teman berangkat kerja, suasana di penginapan terlihat begitu sunyi, maklum semua penghuni penginapan ini adalah para pendatang dari Indonesia yang saat ini sedang berjuang dan pergi mencari kerja di kawasan Kampong Kapoor.

Satu jam kemudian, setelah mempersiapkan alat-alat untuk berdagang, melangkahlah aku dengan pasti meninggalkan penginapan menuju ke Orchard Road sebuah kawasan perdagangan yang sangat ramai dan terkenal di Singapura. Untungnya kawasan Sultan Gate ini tidak begitu jauh dari terminal MRT Bugis, karena dari stasiun MRT inilah perjalanan yang paling cepat untuk bisa segera sampai di Orchard Road.

Ketika tiba di kawasan Orchard Road, aku terkejut melihat suasana disana tidak seperti yang aku bayangkan, tidak ada pedagang kaki lima berkumpul layaknya sebuah tempat keramaian di Indonesia, sempat bingung, kemana harus berdagang, padahal lapak daganganku sangat sederhana, hanya dengan menggelar koran, sudah bisa berdagang.

Tak ingin putus asa, setelah mondar-mandir kesana kemari, akhirnya kutemukan juga tempat yang layak untuk berdagang, apalagi tempat ini terlihat begitu ramai karena banyak lalu lintas manusia hilir mudik disini, memang ini bukan kawasan perdagangan untuk kaki lima. Ah pikirku masa bodoh, toh aku punya paspor dan bila nanti ada masalah, aku tinggal bilang saja kalau aku kehabisan uang di singapura.

Layaknya pedagang sulap dijalanan, tanpa ragu-ragu lagi, aku langsung menggelar dagangan dengan menghamparkan selembar koran yang memang sudah dipersiapkan sebelumnya. Dalam hitungan menit selesai sudah merapikan tempat daganganku ini. maka mulailah aku berdemontrasi membuat gelang tanpa peduli terhadap orang-orang yang memperhatikan apa yang sedang aku lakukan.

Tapi sungguh diluar dugaan, orang-orang yang hilir mudik dikawasan orchard road, tiba-tiba serentak mereka melihat cara aku merangkai gulungan demi gulungan benang sehingga membentuk sebuah kerajinan tangan dalam bentuk gelang. Salah satu dari para pengunjung bertanya dalam bahasa inggris, Karena aku pernah jadi anak pantai di pulau dewata hingga cukup paham apa yang mereka katakan, maka pertanyaan pengunjung itu langsung aku jawab.

Yah, ini adalah gelang, saya bisa buat nama kamu dalam bentuk tulisan digelang ini tanyaku pada orang yang bertanya tadi. Kembali dia bertanya berapa harganya dan berapa lama selesainya ? aku jawab, satu gelang harganya 5 Dollar dan hanya dalam waktu 10 menit sudah selesai.

Setelah memberi penjelasan, orang-orang yang tadinya hanya sekedar melihat, ternyata mereka semua sangat antusias untuk memesan gelang buatanku, ada yang memesan 2, 3, 4 bahkan ada yang memesan 10 buah gelang, kelihatannya mereka sangat senang, karena harga tawaranku senilai 5 dollar pergelang tidak mereka tawar kembali, Dalam hati  sempat kaget juga, mereka tidak menawar lagi, berarti termasuk bagus juga nih nilai jual harga gelangku, tadinya kupikir harga 5 Dollar sangat kemahalan.

Tanpa menunggu lama, aku sodorkan secarik kertas kosong agar mereka dapat menulis nama-nama pesanannya !! dengan semangat para pembeli baruku ini mencatat nama demi nama pesanan gelangnya, hingga setelah semua selesai tercatat, mulailah aku dengan penuh semangat merangkai gulung demi gulung untaian benang dengan sedikit pikiran yang riang gembira ? siapa akan menyangka kalau kenekatanku berdagang di Singapura ternyata membuahkan hasil sesuai dengan harapan,  terbayang dihati, wah jadi juga nih aku keliling dunia melalui Singapura, minimal cari perbekalan dulu yang banyak buat modal  perjalanan nanti

Ketika melamun sambil asik-asiknya merangkai gelang, tanpa sadar ditempat aku berdagang sudah di kelilingi oleh beberapa petugas kepolisian Singapura, hingga saat aku mendongakkan kepala, rasa terkejut, takut, tiba-tiba menghantui pikiranku ? bagaimana tidak terkejut kalau tiba-tiba didepanku sudah berdiri beberapa polisi mengelilingku, petugas kepolisian Singapura langsung bertanya, kamu dari Malaysia ya ? tidak pak, saya dari Indonesia jawabku sambil sedikit bingung karena ada sedikit rasa kuatir bakalan ditangkap, maklum ini pengalaman pertama di interogasi kepolisian Singapura ? petugas pun kembali bertanya, kamu tahu tidak di singapura tidak boleh berniaga sembarang tempat, apakah kamu punya punya paspor ? (Bersambung - Pacaran Dengan Gadis Cantik Singapura)

Cerita diatas adalah rangkaian cerita bersambung dibawah ini :