Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Komisi III Sok Tahu

Lagi-lagi Komisi III DPR RI bikin ulah dengan menggelar pertemuan tertutup dengan 14 mantan penyidik KPK yang sudah mengundurkan diri yang sudah kembali kepangkuan induk semangnya. Pemanggilan secara tertutup ini adalah perbuatan tidak etis dan sangat tidak pantas dilakukan oleh Komisi III yang memang selama ini dicurigai sebagai biang kerok dari semua permasalahan terkait dengan rencana ingin mengebiri kewenangan KPK.

Pemanggilan secara tertututup ini sudah barang tentu membuat publik semakin curiga apalagi mendapat informasi dari sejumlah anggota DPR, diketahui bahwa pertemuan itu bertujuan untuk mengorek jeroan KPK, mulai dari urusan penyadapan sampai stigma negatif terhadap pimpinan KPK.

Sensasi apa lagi yang ingin dilakukan oleh Komisi III, sepertinya hanya kata-kata sok tahu saja yang pantas diberikan pada wakil rakyat ini, yang memang tidak pernah mendengar atau tidak mau tahu apa yang sebenarnya di inginkan oleh rakyat terhadap perbaikan sistem hukum di negeri ini.

Bagaimana tidak disebut sok tahu, sudah tahu beberapa minggu yang lalu, rakyat menolak keras revisi UU KPK hingga karena desakan rakyatlah revisi itu akhirnya dibatalkan, Namun Komisi III masih saja ngotot ingin mengutak-ngatik KPK kembali, dengan alasan ingin tahu sampai sejauh mana kinerja KPK selama ini ? Lalu apa saja yang telah mereka kerjakan selama ini, sudah hampir tiga tahun loh mereka bertugas sebagai wakil rakyat tapi belum juga tahu kinerja dari KPK, apakah itu bukan orang yang sok tahu.

Sudah sok tahu, mereka malah mengadakan studi banding ke Perancis dan Australia, alasannya ingin mengetahui perbandingan sistim hukum disana terutama terkait dengan pemberantasan korupsi. tapi ternyata tujuan mereka kesana, semua mubazir tak ada artinya sama sekali, kalau mereka pintar dan tahu makna dari pemborosan keuangan Negara yang sudah mereka habiskan, tentunya mereka akan sadar, daripada studi banding yang tidak jelas arahnya itu, alangkah baiknya uang tersebut dipergunakan bagi kepentingan masyarakat yang lebih luas ketimbang, kepentingan pribadi mereka yang memang sudah kenyang dengan gaji besar tapi masih merasa kekurangan dengan mempergunakan uang rakyat untuk jalan-jalan kenegeri orang.

Buat orang sok tahu seperti Komisi III ini, nulis nggak usah panjang-panjang, singkat dan padat tapi menusuk hati yang paling dalam, toh yang penting saat ini rakyat semakin paham bahwa mereka memang layak dianggap sok tahu. Selengkapnya kisah tentang Komisi III yang sok tahu bisa dilihat pada berita terkait dibawah ini :

Berita Lainnya : 
* Maling Teriak Maling
Dana 3 Milyar Untuk Ketua Komisi III