Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Kekayaan Angelina Sondakh Naik 10 Kali lipat.

Jika anda ingin kaya jadilah politikus, Ungkapan yang menghebohkan masyarakat Jawa Timur ini terucap oleh seorang Politikus bernama Mochamad Basuki, mantan Ketua DPRD Kota Surabaya periode 1999-2004, karena pernyataannya itu dapat merusak partai di mata masyarakat, tidak lama setelah pernyataannya itu Basuki di pecat oleh Partainya dan jabatannya sebagai ketua DPRD pun akhirnya melayang.

Tapi musibah yang menimpa Basuki belum selesai. Dia akhirnya terjerat perkara korupsi, karena saat menjadi Ketua DPRD, basuki bersama seorang wakilnya di duga menggunakan dana sebesar Rp 2,7 miliar dari pos eksekutif di anggaran pendapatan dan belanja daerah. Basuki menyangkal. Katanya, dana itu dibagi-bagikan ke anggota DPRD Surabaya sebagai dana keselamatan kerja dan tunjangan hari tua.

Toh, dia sulit lepas dari dakwaan. Sebagai politikus muda, kehidupan Basuki sendiri terbilang makmur. Menurut data Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN), jumlah uang yang di miliki alumni Universitas Jember ini mencapai Rp 2 miliar lebih. Padahal gajinya sebagai Ketua Dewan hanya Rp 7 juta. Kalaupun ada tambahan, itu datangnya dari tunjangan yang jumlahnya cuma recehan, belum lagi harus di pangkas berbagai iuran.

Fenomena Basuki ini ternyata menjadi ilham bagi para politisi yang ingin mencari kekayaan dengan cara mudah. diantara Salah satu politisi muda itu adalah seorang Angelina Sondhak, Politisi muda dari Partai Demokrat yang terjerat kasus suap Wisma Atlet dan sudah di jadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Angelina menyusul koleganya Nazarudin mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang sudah terlebih dahulu di tahan.

Benarkah Angelina Sondhak Korupsi ? tapi bila melihat daftar kekayaannya sungguh Luar biasa, dalam kurun waktu hanya tujuh tahun, kekayaan Angelina Sondhak mengalami peningkatan yang sangat drastis. jika jumlah hartanya dalam LHKPN pada 23 Desember 2003 berjumlah Rp. 618.263.000 ( Rp 600 juta ) dan US$ 7.500, kemudian, jumlah kekayaannya mencapai Rp 6,15 miliar. Artinya, terjadi kenaikan sekitar 10 kali lipat.

Berdasarkan LHKPN per 28 juli 2010 yang di lansir KPK, dia memiliki kekayaan Rp 6.155.441 dan US$ 9.628. Itu terdiri dari harta bergerak, tak bergerak, batu mulia, surat berharga serta giro dan setara kas. Harta bergerak meliputi tanah seluas 1000 meter persegi di Kabupaten Bandung jawa Barat yang di beli setelah tahun 2003. Ia juga memiliki tanah dan bangunan 316 meter persegi dan 1760 meter persegi di Jakarta Timur. Ia juga menjual tanah dan bangunan seluas 144 meter persegi dan 85 meter persegi di Kabupaten Tangerang Banten.

Besaran harta kekayaan tak bergerak pada 23 Desember 2003 hanya Rp 151.663.000. Harta tak bergeraknya melonjak tajam nilainya hingga Juli 2010. Terhitung 21 Juli 2010, harta tak bergerak Angelina mencapai Rp 2.825.824.000,-. Sedang harta bergerak meliputi mobil BMW X5, Honda CR-V, Kijang Innova, motor BMW, dan alat transportasi lain bermerek Bombardier. Semua harta bergerak yang disebutkan itu baru di miliki Angelina selepas tahun 2003.

Sementara harta bergerak yang di miliki hingga 2003 adalah mobil Hyundai Trajet dan Toyoto Vios. Keduanya sudah dijual selepas 2003. Harta bergerak yang milik Angie juga melonjak tajam. Jika hingga 23 Desember 2003 hanya Rp 377.900.000,-, maka per 21 Juli 2010 menjadi Rp 1.184.000.000,-. Sedangkan batu mulia, barang seni, dan antik yang dimiliki hingga 21 Juli 2010 nilainya mencapai Rp 165.000.000,-. Harta berupa surat berharga mencapai Rp 1.210.000.000.

Untuk giro dan setara kas mencapai Rp 770.617.388 dan US$ 9.479 hingga 21 Juli 2010. Besaran ini meningkat tajam dari jumlah giro dan setara kas hingga 23 Desember 2003 yang hanya Rp 50 juta dan US$ 7.500. Menurut pengakuannya, semuanya diperoleh dari warisan mendiang suami yang juga politisi separtai.

Ternyata ungkapan seorang Basuki telah menjadi magnet bagi para politisi kita yang ingin cepat-cepat menjadi kaya, masih banyak sebenarnya basuki-basuki lain yang belum terungkap, apalagi kalau seandainya kita sudah memiliki undang-undang pembuktian terbalik atas harta kekayaan yang di miliki pejabat negara yang bukan atas korupsi yang di lakukan. Bila Undang-Undang pembuktian terbalik ini terwujud niscaya akan semakin banyak politisi-politisi korup yang bakal menjadi tersangka.

Ironisnya keinginan terbentuknya undang-undang pembuktian terbalik selama ini hanya menjadi wacana saja, realisasinya masih jauh dari harapan ? padahal di sebuah jejaring sosial facebook pernah ada sebuah group facebook dengan judul “100 Juta Dukungan di buatnya Undang-Undang Pembuktian Terbalik“.

Berita Lainnya : 
Tangisan Angelina Ketika Jadi Pengantin
Kado Valentine Untuk Angelina Sondakh
Angelina Sondakh Bebas Dari Begituan
Surat Cinta Pertama Untuk Angelina
Apel Malang dan Apel Washington
Angelina Sondakh Mencari Suami
Dibalik Usia Pernikahan Angelina
Angelina Hamil Sebelum Nikah