Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Sekda Jakarta Tidak Mau Dipanggil Jokowi

Hari pertama kerja sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berencana akan segera memanggil seluruh Organisasi Perangkat Daerah. Pemanggilan ini dalam rangka untuk meminta laporan terkait program kerja dari masing-masing OPD tersebut, namun lebih dari itu, jokowi memanfaatkan pemanggilan ini untuk lebih mengakrabkan diri antara hubungan pimpinan dan anak buah, sebagaimana pernah diucapkannya tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta.

Niat baik dari seorang jokowi selaku pimpinan yang ingin dekat dengan anak buahnya tentu harus di apresiasi dengan baik, namun sangat disayangkan ketika hari pertama kerja, terdengar isu atau desas-desus kurang sedap di lingkungan balaikota DKI Jakarta dimana tempat Jokowi berkantor.

Beredar desas-desus kalau Fadjar Panjaitan selaku Sekretaris Daerah Propinsi DKI Jakarta tidak mau dipanggil Jokowi ? ada apakah gerangan, Apakah telah terjadi keretakan diantara keduanya padahal baru sehari Jokowi dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta Periode 2012-2017. Dan kalau desas-desus ini benar terjadi, bisa berbahaya dan akan mengganggu Kinerja Birokrasi yang lain.

Karena Jabatan Sekda atau Sekretaris Daerah adalah motor penggerak Organisasi Perangkat Daerah. Sekda juga adalah jabatan tertinggi dalam struktur Organisasi di Pemerintahan Daerah, beda dengan Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur yang merupakan Jabatan Politis.

Sebelum keadaan menjadi runyam dan akan berdampak lebih buruk lagi bagi jalannya roda pembangunan di DKI Jakarta, maka untuk mengusik rasa penasaran dengan adanya desas-desus tersebut, saya mencoba memberanikan diri untuk melakukan investigasi secara langsung dengan mendatangi kantor balaikota tempat Fadjar Panjaitan berdinas. Sesampainya disana saya menungggu diruang tunggu tamu sambil berharap Fadjar Panjaitan keluar dari ruangannya.

Tidak mau kehilangan kesempatan, saya dengan sabar menanti namun belum lama saya menunggu tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan terlihat Fadjar Panjaitan keluar dari ruangan, seakan mendapat durian runtuh, saya mengejar dan mencoba bertanya pada Fadjar Panjaitan untungnya suasana waktu itu lagi sepi sehingga membuat saya lebih leluasa untuk mewawancarainya.

Pak Fadjar, apa kabar ? “saya mau konfirmasi pak”, “Tanggapan soal penolakan bapak Fadjar tidak mau dipanggil Gubernur baru Pak Jokowi ? Maaf, mas dari media mana ? saya agus pak, dari Taman Aspirasi Tumaritis blogspot.com ? oke lah kalau dari Taman Aspirasi Tumaritis blogspot.com, saya akan jawab mengapa saya menolak di panggil Gubernur baru Pak Jokowi ? kembali saya bertanya, benarkan Bapak menolak ? Benar mas agus, jawab Pak Fadjar ? Loh, memang kenapa pak menolak dipanggil, kembali saya bertanya ? ya, jelas lah mas agus, saya tidak mau di panggil Gubernur Jokowi.

Sebab pertama, saya adalah Sekretaris Daerah bukan Gubernur, Kedua bahwasanya nama saya Fadjar Panjaitan bukan Jokowi, jadi saya maunya dipanggil Fadjar Panjaitan atau panggil saja Pak Sekda bukan dipanggil Jokowi atau Gubernur. setelah mengucap kalimat terakhir, Fadjar Panjaitan langsung pamit pergi, tak lupa beliau berpesan agar saya dapat mengklarifikasinya melalui Taman Aspirasi Tumaritis dan Saya yang mendengar penjelasan Fadjar Panjaitan hanya bisa bengong saja ? benar juga ya kalau Sekda Fadjar Panjaitan tidak mau di panggil Gubernur Jokowi. memang iseng aja tuh orang yang bikin desas-desus dalam hatiku ?

Setelah pulang dan sampai kerumah saya berjanji akan mengklarifikasi desas-desus ini di postingan blog saya yaitu Taman Aspirasi Tumaritis. biar masyarakat umum tahu, bahwa ternyata itu hanya isu yang di buat oleh orang-orang yang kurang kerjaan he he he.

Berita Lainnya :