Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Pesta Partai Demokrat Pasti Berakhir

Pesta Partai Demokrat sebagai Partai Penguasa sangat luarbiasa, berawal dari pesta Demokrasi Pemilihan Umum 2009, Partai Demokrat dengan menampilkan figur tunggal yang mempesona, akhirnya mampu mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat luas. Kepercayaan ini membuka jalan bagi Partai Demokrat untuk menjadi partai Penguasa di Republik ini.

Setelah mereka berpesta pora merayakan kemenangan, kembali mereka berpesta pora melakukan praktek-praktek kotor dengan melakukan berbagai tindakan korupsi. maka akhirnya tercipta lah kemudian pesta pora yang baru di ladang-ladang Korupsi yang subur. Indonesia kini telah menjadi surga baru bagi para koruptor-koruptor yang berpesta pora di atas penderitaan rakyat.

Bagaimana kita mesti menjelaskan kepada rakyat terhadap berbagai kasus tindakan korupsi yang marak belakangan ini, siapakah dalang sesungguhnya dibalik maraknya kasus korupsi ini, apakah ini bentuk sistematis yang sengaja diciptakan untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya atau ada pihak-pihak lain yang berusaha untuk menjerumuskan Partai Penguasa ini, rakyat pun sempat bertanda tanya ? tapi apa pun motifasi dibalik semua ini, rakyat tetap berpikir dan mengatakan bahwa faktanya memang korupsi merajalela dan kehidupan yang lebih baik buat rakyat semakin susah untuk dicapai.

Berbagai kasus Korupsi akhirnya mulai terungkap, namun ironisnya justru kehidupan rakyat pun semakin menderita, ternyata kepercayaan yang telah diberikan rakyat kepada Partai Demokrat tidak dijalankan dengan sebaik-baiknya. Mengapa mereka begitu tega mengkhianati amanah rakyat, mengapa mereka justru mempergunakan kepercayaan ini untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya ? apakah rakyat yang bodoh atau memang rakyat yang tadinya punya pengharapan besar terhadap perubahan. Kalau tahu semua akan terjadi seperti ini, sesal kemudian tak berguna, Nasi memang sudah menjadi bubur dan rakyat tinggal menikmati sambil berkata “Maaf kami tidak akan melanjutkan kepercayaan ini”

Selanjutnya Pesta Pora pasti akan berakhir, satu demi satu peserta pesta tersebut sedang menanti pertanggungjawaban. Mereka di tangkap, di periksa, di sidang, lalu di jebloskan kedalam penjara, karena segala apapun yang telah mereka perbuat dengan melakukan tindakan yang merugikan Negara dan Rakyat Indonesia, baik kejahatan yang sudah terbukti maupun, kesalahan atau kekeliruan yang di pertahankan tentunya semua nanti harus di pertanggungjawabkan di pengadilan umum maupun pengadilan rakyat.

kini semakin nyata di depan mata siapakah yang benar-benar bercita-cita keras dalam mengangkat nasib rakyat ketarap hidup yang lebih baik, kini waktu pula yang menghakimi mereka, siapakah yang layak di sebut pembela rakyat dan siapakah yang pantas di sebut pengkhianat rakyat ? dan layak kah mereka yang berpesta pora diatas penderitaan rakyat menjadi seorang “Pembela Rakyat”, waktu pula lah nanti yang akan membuktikan bahwa mereka memang tidak layak “Memegang Amanah Rakyat”

Berita Lainnya:
Kambing Kami Demokrat Sejati
Partai Demokrat Ibarat Bis Metromini
Duet Anas dan Nazar Dibalik Proyek 10 Triliun
Partai Demokrat Tidak Lolos Parlemen Treshold
Partai Demokrat Lokomotif Penggembosan KPK