Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Meniru Jokowi, Bibit Anggarkan CCTV 125 Milyar

Sangat menarik ide dari Jokowi selaku Gubernur DKI Jakarta yang mengusulkan akan memasang CCTV diseluruh halaman kantor kelurahan, Kecamatan hingga dinas terkait dilingkungan Pemerintah Daerah propinsi DKI Jakarta.

Tujuan dari pemasangan CCTV ini agar bisa terpantau pegawai-pegawai yang sering bolos atau tidak masuk kerja, Rencana tahap awal pemasangan CCTV ini akan dilakukan dikepulauan seribu, karena terdengar informasi bahwa dikepulauan seribu beberapa lurahnya bila datang kekantor tidak pernah memakai baju dinas dan banyak informasi yang beredar pegawainya jarang masuk.

Rencana Jokowi yang akan memasang CCTV diseluruh kantor dinas pemerintahan Propinsi DKI Jakarta patut kita apresiasi dengan baik, semua tak lepas dari bagian program kerja jangka pendek tentang tata kelola pemerintahan yang pernah disampaikan oleh Jokowi ketika debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ditayangkan secara langsung di Metro TV.

Sebuah ide atau gagasan yang baik tentu bisa menjadi contoh yang positif, begitu juga dengan ide seorang Jokowi yang ingin memasang CCTV. Namun tanpa ada hujan dan petir tiba-tiba Bibit Waluyo Gubernur Jawa Tengah diam-diam mencoba mengikuti ide dari Jokowi, harap maklum mungkin Bibit menganggap ide ini sangat bagus dengan harapan reputasi bibit akan terangkat dimata publik. Apalagi selama ini publik sudah tahu tentang sikap Bibit yang tidak pernah bersahabat dengan mantan Walikota Solo Jokowi.

Lebih dari itu, bibit berharap bila program pemasangan CCTV ini lebih dulu dilaksanakan di Pemerintah Daerah propinsi Jawa tengah maka bibit bisa mengklaim bahwa ide pemasangan CCTV ini sebenarnya berangkat dari pemikiran beliau. Diduga bibit ingin menciptakan opini seakan-akan Jokowi meniru program kerja Bibit sehingga berharap publik akan menjadi simpatik pada Bibit Waluyo.

Malah rencana Bibit bukan hanya sekedar memasang CCTV diseluruh lingkungan Dinas Pemerintah Daerah Propinsi Jawa tengah, lebih dari itu Bibit berencana memasang CCTV ini ditempat-tempat yang rawan terhadap aksi kejahatan. tidak tanggung-tanggung Bibit langsung menganggarkan pemasangan CCTV ini senilai 125 Milyar Rupiah.

Saat ini pembahasan anggaran proyek spektakuler pengadaan CCTV senilai 125 Milyar tahun anggaran 2013 sedang dibahas bersama oleh tim anggaran eksekutif dan tim anggaran legislatif propinsi Jawa Tengah.

Proyek yang memakan biaya sangat besar ini bertujuan bukan hanya memasang CCTV dilingkup kedinasan tapi juga untuk meredam berbagai aksi kejahatan terutama aksi kejahatan pencopetan dan penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda diseluruh Jawa tengah.

Misalkan beberapa tempat yang diduga sering digunakan sebagai tempat aksi kejahatan adalah, terminal bis terboyo dan stasiun kereta api tawang dan poncol yang kebetulan berada di ibukota propinsi jawa tengah Semarang, Pemasangan CCTV juga akan dilakukan pada tempat-tempat yang sering ramai dikunjungi oleh masyarakat.

Rencananya CCTV ini akan dipasang di beberapa titik rawan tersebut, CCTV diharapkan mampu untuk merekam dan langsung mengirimkan hasil rekamannya ke instansi terkait yaitu polisi setempat. sehingga dengan adanya CCTV ini diharapkan tingkat kriminalitas di kota semarang dan beberapa kota lain di jawa tengah dapat berkurang. Langkah awal uji coba pemasangan CCTV ini memang akan dilakukan terlebih dahulu di Kota semarang.

Seperti biasa, sebelum anggaran pengadaan CCTV ini disahkan oleh DPRD, maka perlu dilakukan studi kelayakan untuk dapat diketahui fungsi dan manfaatnya agar anggaran yang disediakan tidak menjadi sia-sia karenanya, maklum anggaran yang dialokasikan untuk pemasangan CCTV ini sangat besar.

Maka berangkatlah perwakilan dari tim anggaran eksekutif dan legislatif Propinsi Jawa tengah untuk melakukan studi kelayakan ke negara jepang sebagai tempat pembuatan CCTV tersebut.

Setelah sampai di jepang Tim anggaran eksekutif dan legislatif akhirnya dapat melihat praktek secara langsung pemasangan CCTV akan dilakukan oleh pabrikan CCTV dari jepang. CCTV pertama kali di uji cobakan pada beberapa pusat keramaian di kota metropolitan Tokyo. Pada saat di uji cobakan di salah satu sudut kota Tokyo, Jepang, CCTV tersebut mampu merekam dan menangkap enam puluh (80) aksi pencopetan dalam waktu 2 jam. Begitu juga Ketika CCTV tersebut diujicobakan di pusat perdagangan ramai didaerah Tokyo, ternyata dalam waktu 30 menit telah merekam kejadian pencopetan sebanyak 38 kasus.

Melihat praktek nyata terhadap kemampuan CCTV yang terbukti mampu mendeteksi aksi kejahatan melalui rekaman video, maka tim anggaran eksekutif dan legislatif begitu antusias untuk bisa segera mempraktekkan uji coba ini di kota semarang sehingga nantinya anggaran pengadaan CCTV ini bisa segera disahkan oleh DPRD. Akhirnya tim anggaran Propinsi Jawa Tengah mengundang ahli CCTV dari jepang untuk melakukan praktek uji coba ulang secara langsung di Kota Semarang.

Beberapa hari kemudian tim ahli CCTV dari pabrikan jepang berkunjung ke Kota Semarang untuk memenuhi undangan terkait dengan rencana melakukan praktek uji coba pemasangan CCTV dibeberapa titik keramaian di Kota Semarang. rencananya CCTV pertama dipasang di terminal Terboyo, begitu juga CCTV kedua dipasang di stasiun Tawang.

Namun ternyata hasil praktek uji coba pemasangan CCTV ini diluar dugaan semua pihak, antara percaya dan tidak percaya ternyata bukan hasil rekaman yang didapat, namun tunggu punya tunggu justru CCTV-nya yang hilang diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab. parah banget nih, maksud hati ingin merekam aksi kejahatan, eh justru CCTV nya yang diambil oleh pelaku aksi kejahatan he he he

Akibat kejadian yang memalukan tersebut akhirnya rencana untuk mengadakan pemasangan CCTV dibatalkan karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Maka dengan perasaan penuh kekecewaan dan kekesalan yang luarbiasa, Bibit Waluyo akhirnya tidak jadi menjalankan program pemasangan CCTV di wilayah jawa tengah he he he

Makanya pak jangan suka niru program orang lain, niru sih boleh saja asal tujuannya positif untuk kepentingan masyarakat dan bukan sekedar untuk sok aksi-aksian biar dibilang kalau Jokowi bisa mengapa saya tidak bisa he he he

Berita Lainnya : 
Humor Segar Anak Tumaritis
Nahrowi Ketahuan Sedang Making Love