Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Istri Jokowi Menangis Diruang Tamu

Terima kasih atas kunjungannya, Belum lengkap rasanya setelah membaca cerita dibawah ini bila tidak melihat dan Klik : DI SINI

Mas Jokowi ini memang benar-benar hebat, baru sehari dilantik menjadi Gubernur beliau sudah menepati janji dengan mendatangi beberapa pemukiman diwilayah DKI Jakarta, Hebatnya lagi kunjungan ini tanpa diduga-duga dan tidak seperti kunjungan model pejabat narsis lainnya yang maunya serba dikawal dengan segala macam protokoler yang justru membuat rakyat makin sebel dan muak.

Rakyat yang menyambut kedatangan pemimpin barunya ini spontan memberikan apresiasi yang luar biasa, sekaligus menjadikan momentum ini sebagai tempat untuk menyampaikan keluh kesah yang selama ini tak pernah mendapat respon positif dari para pejabat DKI Jakarta.

Begitu terharunya melihat kedatangan Jokowi, semua warga menangis dan berharap seorang Jokowi bukan hanya menjadi Gubernur DKI Jakarta tapi lebih dari itu ada sebuah harapan bahwa sosok Jokowi memang layak untuk menjadi calon kandidat terkuat untuk memperebutkan kursi Presiden Republik Indonesia dimasa yang akan datang, harap maklum karena memang rakyat butuh seorang figur pemimpin yang memang mau mendengar aspirasi rakyat ketimbang mendengar keinginan dan kepentingan segelintir kelompoknya.

Setelah seharian keliling Jakarta dan ketika tiba dirumah, Mas jokowi kaget melihat istrinya sedang menangis ketika sedang membaca buku di ruang tamu. Melihat istrinya sedang menangis, Mas Jokowi bertanya ?
Jeng, kenapa kamu menangis, apakah bukunya cerita sedih tanya mas jokowi pada istrinya ?

Benar kangmas, ibu sedih melihat buku ini, sambil menitikkan airmata !!!! 
Memang kenapa dengan cerita bukunya, wah sepertinya ceritanya mengharukan ya jeng, kembali Mas Jokowi bertanya ?

Benar kangmas, ibu sangat sedih setelah melihat buku ini, ternyata buku tabungan kangmas ini isinya kosong semua, he he he dulu waktu kangmas menjadi walikota solo dua periode, buku tabungan ini juga kosong he he he tapi nggak apa-apa kangmas, ibu senang bersuamikan kangmas yang rela berjuang untuk rakyat walaupun tidak mendapat gaji sekalipun.

Setelah mendengar jawaban istrinya, Mas Jokowi tertawa he he he sambil mendekati istrinya dan berkata.

Kangmas juga senang punya istri seperti ibu yang mau mengerti tentang tugas mulia untuk kepentingan rakyat, toh kita kan sudah punya usaha yang cukup maju dan sudah bisa menjadi bekal seandainya nanti sudah selesai masa bakti kita.

Ditempat yang berbeda, Seorang pejabat kecamatan yang sibuk seharian karena wilayahnya dikunjungi oleh Jokowi, Pejabat tersebut akhirnya pulang kerumah dalam keadaan lelah dan letih. Namun alangkah kagetnya pejabat kecamatan tersebut setelah sampai dirumah, ketika masuk keruang tamu, tiba-tiba istrinya marah-marah sambil teriak,

Papa, mana gajian bulan ini, teriak istrinya !!!! 
Kan udah Papa kasih kemaren sama Mama, jawab pejabat kecamatan ? 

Ooh yang itu, kalau yang ini uang siapa Papa, kembali istrinya bertanya !!! 
Yang mana Mama, jawab pejabat tersebut ?
Ini yang di amplop coklat, yang ada didalam laci dan diselipin dibuku, kembali istrinya bertanya ?

Ooh, kalau itu mah uang sial Mama, kata si pejabat ? 
Kok, uang sial, kata istrinya ??? 
lah iyalah uang sial, habis udah Papa umpetin, masih ketahuan juga sama Mama he he he 

Begitulah sedikit ilustrasi kisah tentang Mas Jokowi yang lebih peduli pada nasib rakyatnya ketimbang memikirkan kepentingan pribadinya untuk mencari kekayaan dengan cara memanfaatkan jabatannya begitu juga ilustrasi kisah seorang pejabat kecamatan yang suka ngobyek tapi nggak pernah jujur sama istrinya he he he.

Semoga tugas mulia yang baru ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya oleh Mas Jokowi selaku Gubernur Jakarta yang baru dan benar-benar dapat menuai harapan baru bagi masyarakat Jakarta yang memang butuh perubahan untuk Jakarta yang lebih baik…….Amin.

Begitu juga untuk pejabat kecamatan, semoga tidak ngobyek lagi yang justru ngobyeknya memberatkan masyarakat he he he, ngobyek sih ngobyek tapi jangan yang bikin rakyat tambah susah ya pak he he he